Is It a Trap?

1.4K 40 0
                                        

Arga dan Gisel sama-sama disibukan dengan urusan kantor yang begitu menyita waktu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Arga dan Gisel sama-sama disibukan dengan urusan kantor yang begitu menyita waktu. Weekend adalah satu-satunya waktu yang mereka punya untuk saling bertemu dan kembali mengenal satu sama lain. Orangtua dari kedua belah pihak juga terus memantau pergerakan anak-anak mereka. Para asisten mereka, diminta untuk mengatur jadwal pertemuan keduanya di hari sabtu dan minggu. Pokoknya diusahakan harus ada waktu bertemu setidaknya satu minggu sekali.

Papinya Gisel, Tuan Jimmy Wiratama, sudah beberapa kali bertemu dengan Arga dalam tiga minggu terakhir. Mereka membahas tentang banyak hal terutama bisnis dan urusan laki-laki. Jimmy, tidak main-main dalam hal mencari calon menantu untuk anak satu-satunya. Oleh karena itu proses assesment terhadap Arga terus beliau lakukan secara sembunyi-sembunyi. Banyak tes yang beliau berikan pada Arga. Diantaranya memintanya untuk bermain Golf bersama keluarga besar Wiratama. Tuan Jimmy meminta Arga yang langsung menyetirinya sampai ke lokasi. Walaupun tetap ada beberapa mobil yang menjaga sepanjang perjalanan mereka. Beliau ingin melihat karakter asli Arga dari caranya menyetir. Karena sesungguhnya, karakter asli seseorang bisa terlihat saat dia sedang menyetir.

Setelah disetiri langsung oleh calon menantunya selama 30 menit, Jimmy bisa mengambil beberapa kesimpulan tentang sifat Arga. Surprisingly, ternyata lelaki dengan perawakan gagah itu cukup sabar dalam berkendara dan menghadapi beberapa rintangan kecil di jalan. Arga selalu memberikan jalan kepada orang-orang yang hendak keluar dari gang atau ketika ada kendaraan lain yang ingin menyalip. Dan Arga juga selalu memelankan laju kendaraannya saat melewati genangan air. Sepertinya lelaki itu takut kalau airnya mengenai pengendara motor yang ada di dekat mobilnya. Tuan Jimmy memberikan Arga poin positif atas tindakannya itu. Arga juga menyetir dengan penuh perhitungan, sehingga penumpang merasa aman dan nyaman. Tidak grasak-grusuk, tenang sekali, padahal yang dihadapi adalah jalanan Jakarta yang padat merayap.

Tuan Jimmy sengaja meminta asistennya memilihkan cady-cady yang cantik, seksi dan high class untuk menemani mereka di lapangan golf. Beliau ingin melihat reaksi mata dari calon menantunya itu bila dihadapkan pada perempuan cantik. Karena banyak kabar yang beredar kalau Arga suka bergonta-ganti perempuan. Seseorang yang matanya jelalatan, bisa dengan mudah dikenali tanpa perlu banyak pengamatan. Walau pun diperkirakan Arga akan menahan diri karena di sana ada Papi dan beberapa om nya Gisel, tapi tatapan mata dan cara berbicara dengan para wanita cantik penggoda iman itu, pasti tidak akan bisa dibohongi. Akan tetap kelihatan mana yang genit dan pura-pura tidak genit.

Saat melihat pemandangan para Cady yang berpakaian minim di lapangan Golf dan Club House yang ada di sana, Arga terlihat begitu terkejut. Dia bahkan hampir marah ke pihak pengelola lapangan golf itu karena tindakannya menyediakan cady dengan rok pendek dan kaos ketat dengan belahan dada yang sebagian terlihat itu, sangatlah tidak sopan dan cenderung merendahkan para tamu terhormat yang datang hari ini.

Arga memerintahkan asistennya untuk meminta pihak pengelola mengganti pakain dari para Cady nya, dan dia juga lebih memilih ditemani oleh Cady pria saja. Arga benar-benar merasa risih dengan dua orang Cady yang datang menyambut kedatangan dirinya dan Papi dengan cukup agresif. Rasanya Arga ingin sekali marah dan meminta para wanita yang lebih mirip lintah itu, untuk enyah dari sisinya. Tapi hal itu tidak mungkin dia lakukan karena ini tempat ramai dan juga ada calon mertuanya!

FIRECRACKERS (II) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang