Apologize

2K 73 2
                                        

Arga memandang gadis dengan wajah memerah penuh air mata di depannya itu dengan jantung yang ngilu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arga memandang gadis dengan wajah memerah penuh air mata di depannya itu dengan jantung yang ngilu. "Gw juga gak tau Sel, gw gak tau jawabannya apa.” Arga menjawab dengan sangat singkat dan dingin. 

“Bukannya kamu janji maafin aku kalau aku beneran hilang dari hidup kamu? Kalau lima tahun gak cukup, harus berapa lama lagi?” Gisel terdengar menununtut hingga membuat Arga terdesak.

“Gw masih pengen tau jawabannya, selama lima tahun ini juga gw masih pengen tau jawabannya Sel! Apa alasannya? Apa alasan dari semua perbuatan lo yang keterlaluan itu?”

Gisel tak bisa menjawabnya, dia belum yakin kalau ini saat yang tepat. Kalau Arga tahu Cecil meninggalkannya bukan karena uang, apakah Arga akan kembali dengan wanita itu? Kalau Arga tahu hal buruk yang terjadi pada Cecil adalah ulah keluarga Winata, apakah Arga akan membangkang lagi dan pergi meninggalkan semuanya seperti dulu? Gisel tak bisa mengatakan semuanya sebelum dia berdiskusi dulu dengan kak Dery dan Tante Mira karena ini menyangkut keluarga Winata. 

“Kenapa lo gak bisa jawab?”

“Bukannya kamu udah tau jawbannya?”

“Apa? Apa karena lo suka sama gw? Beneran karena itu?” Arga terdengar tak sabar.

“Kalau iya, jangan-jangan perjodohan ini juga lo yang minta ya? Lo udah atur semua ini?” 

“Enggak! Aku sama sekali gak tau tentang perjodohan ini, sumpah Arga! Aku juga sama kagetnya kayak kamu!” Jawab Gisel, dia tidak menyangka Arga bisa berpikir dirinya sepicik itu.

“Oh yaa? Tapi kenapa semua terdengar masuk akal?”

“Arga.. aku gak seburuk itu!” Gisel memandang Arga tak percaya, air matanya tak berhenti mengalir, Arga sudah keterlaluan! 

“Makanya kasih tau gw alasannya apa?!” kali ini Arga mencengkram jemari Gisel dengan sangat erat. 

Gisel melepaskan dengan paksa cengkraman tangan Arga yang terasa begitu menyakitkan. 

“Jadi sebenarnya kamu gak mau dijodohin sama aku? Terus kalau kamu gak mau dijodohin sama aku, kenapa kamu bilang iya, ke Mama dan Papa kamu? Kenapa kamu repot-repot dateng ke rumah aku buat ketemu Mami dan Papi aku? Kenapa kamu harus kasih aku semua hadiah dan bunga segala?”

Arga diam tak bisa menjawab, tak mungkin kan dia jawab alasan sejujurnya kalau dia terpaksa menerima karena cuma Gisel yang bisa mengembalikan Kak Dery dan Nico kembali menjadi keluarga besar Winata.

“Kamu masih sama kayak dulu, selalu bikin aku bingung!” Gisel tersenyum sinis sambil menghapus air matanya. 

“Emang lo pikir lo gak bikin gw bingung? Semua orang bahkan lo sendiri  bilang kalau lo suka sama gw! Tapi gw gak ngeliat itu dari perbuatan lo! Ok, lo memang minta maaf sama gw, tapi cuma sekali! Dan saat itu gw masih marah banget sama lo, Sel! Gw kecewa banget sama lo!" Arga mengatakannya dengan berapi-api dan perasaan yang sungguh-sungguh. Tidak biasanya dia berbicara sebanyak ini. Terutama lima tahun terakhir saat Gisel pergi dari hidupnya. Karena sedari dulu satu-satunya tempat Arga mengomel ya hanya Gisel.

FIRECRACKERS (II) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang