Revenge Party!

1.1K 33 5
                                        

"Girls! Kita party malem ini!" Itu adalah kalimat pertama yang Gisel ungkapkan saat menemui ketiga sahabatnya yang sedang makan siang di sebuah cafe terkenal di kota LA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Girls! Kita party malem ini!" Itu adalah kalimat pertama yang Gisel ungkapkan saat menemui ketiga sahabatnya yang sedang makan siang di sebuah cafe terkenal di kota LA.

"Hah? Serius lo?" Wajah Tata berbinar mendengar kata Party.

Sedangkan kedua sahabatnya yang lain menatap Gisel keheranan. Belum pernah dalam sejarah pertemanan mereka seorang Gisel mengajak Party!

"Party gimana maksud lo?" Dinda bertanya dengan wajah keheranan.

"Party lah! As hard as we can pokoknya! Ta gw percayakan sama lo buat urus semua keperluannya! Sewa club atau beach house kek juga boleh! Terserah pokoknya undang semua orang yang lo kenal di LA!"

"Sumpah lo?" Mata Tata semakin berbinar, bagai ada bintang-bintang yang berkelip di sana.

"Iya! Gw mau melanggar semua yang Arga larang!!"

"Bagus! Ayo gw bantuin! Lo mau party yang gimana?" Meta juga ikut mendukung sahabatnya itu. Apalagi ini LA! Dia pernah 2 tahun ambil kuliah mode di sini! Banyak teman dan kenalannya baik dari kalangan orang biasa sampai para selebriti!

"Cool! Gw mau kasih tau sama Arga kalau gw bukan cewek lugu yang bisa dia bohongin terus!"

"Wait.. Wait, tapi hubungan lo sama Arga gimana? Jadi tetep nikah kan?" Wajah Dinda terlihat khawatir.

"Gak tau! Kita liat aja setelah party ini dia bakal capek gak sama gw? Kalo gw sih sebenernya udah capek!"

"Yang bener? Bukannya lo cinta mati sama Arga?" Sindir Tata sembari memberikan tatapan meledek.

"Justru karena gw cinta sama dia, makanya dia semena-mena sama gw! Sekarang gw mau buktiin kalau jiwa gw yang bar-bar kayak jaman sekolah tuh masih ada, jadi dia harus lebih hati-hati!

Dinda terlihat resah sendiri, sedangkan kedua sahabatnya yang lain terlihat berapi-api mendukung Gisel. "Lo yakin? Kalo Arga marah besar gimana Sel?" Arga tidak sedang marah saja sudah seram, apalagi marah?

"Ya biarin! Biar impas! Gw juga marah besar!"

"Biarin lah Din, sekali-kali si Gisel jadi gila. Biar kedepannya Arga gak berani macem-macem lagi!" Meta yang merasa Arga perlu diberikan pelajaran terus mendukung perlawanan Gisel.

"Yaudah deh ayok kalo gitu! Gw juga ikut kesel sama tuh orang! Bisa-bisanya abis tunangan kok langsung peluk mantannya!"

"Ya kan? Gila kan dia? Ayo kita menggila! But first of all kita harus shopping dulu! Gw mau pake baju yang bisa membuat darah Arga mendidih! Dan satu lagi! Gw mau rambut gw all blonde!" Wajah Gisel menyeringai, sudah terbayang bagaimana marahnya Arga kalau melihat tampilannya nanti.

"Kenapa blonde?" Tidak hanya Tata, kedua sahabatnya yang lain juga menatap Gisel dengan tatapan ingin tahu.

"Karena Arga suka banget sama rambut gw yang begini, kata dia gw jadi keliatan lebih polos dan feminim. Gw bikin rambut gw jadi pirang ala-ala barbie biar dia makin marah!"

FIRECRACKERS (II) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang