⚠⚠⚠⚠
Please be wise ya adik-adik, kalo ada yang under 18 years old mendingan stay away! Karena yang ini sangat-sangat menjurus 😭
Arga dan Gisel sekarang sedang berada di dalam kamar mandi milik Gisel, keduanya baru saja selesai makan siang dan sekarang mereka sedang menggosok gigi bersama, bersisi-sisian di depan wastafel. Dari tadi tidak banyak yang mereka katakan, hanya senyuman yang tak henti-hentinya terukir di wajah masing-masing. Bagi keduanya, saat-saat damai dan tenang seperti ini adalah sangat langka. Tak ada teriakan dari Gisel dan juga tak ada ledekan dari Arga. Mereka bersikap layaknya remaja malu-malu yang sedang jatuh cinta.
Seperti sekarang pun mereka tak berhenti saling melirik dari kaca wastafel di depan mereka.
"Kalau kita udah nikah nanti pasti bakal kayak gini, ya? Makan berdua terus sikat gigi bareng juga!" Sang gadis mengatakannya dengan malu-malu. Dia membayangkan seperti yang sering dia tonton di drama Korea.
"Mandi berdua juga gak Sel?" Goda Arga dengan tatapan yang penuh arti, alisnya ikut bermain naik turun, membuat irama jantung Gisel jadi tidak Beraturan.
"Mandi bareng?" Wajah memerah, bagi Gisel, itu adalah kata-kata yang cukup tabu. "Emang begitu kalau udah nikah?"
Good! Ekspresi itu memang yang Arga tunggu-tunggu dari sang gadis polos! "Mandi bareng buat pasangan suami istri itu bagus buat keharomonisan rumah tangga." Arga tidak sepenuhnya ngarang, tapi dia juga tidak tahu sumber pastinya dari mana.
"Oh gitu? Yaudah boleh!" Wajah sang gadis terlihat lempeng saja, kini malah gantian Arga yang panik karena dengan mudahnya Gisel menyetujui permintaan yang sangat intim itu. "Tapi, emang gak malu?"
"Kan udah nikah, Sel!"
"Emang kalau nikah, gak ada rasa malu lagi?"
"Ya ada, tapi kalah sama nafsu dan kebutuhan."
"Hmmm gitu.." Lagi-lagi Gisel mengangguk-angguk setuju. "Aku sampe sekarang masih belum kebayang deh harus naked di depan orang lain!"
Arga tersenyum dengan penuh arti.
"
Gak usah dibayangin, mendingan langsung aja!" Satu matanya mengedip, Gisel bisa menangkapnya jelas dari cermin di depan mereka.
"Maksudnya apa, ya?" Tatapan tajam. Gisel terarah ke Arga. Lelaki yang sekarang sedang berkumur itu hanya tersenyum nakal ke arah Gisel.
"Sel.." Tiba-tiba Arga mendesak tubuh Gisel hingga menempel pada wastafel. Kedua lengan kekarnya mengungkung gadis itu. Gisel bahkan tidak sempat untuk gugup karena sangking cepatnya pergerakan Arga. "Waktu lo buat siap-siap gw unboxing tuh tinggal tiga bulan lagi loh! Be ready!"
"Unboxing? Emang aku paket? Enak aja!"
"Emang paket! Spesial pake pita-pita nih kayak gini!" Arga memutar tubh Gisel menjadi menghadap ke arah cermin lagi. Kemudian dia memeluk Gisel dari belakang dan perlahan membuka ikatan pita pada kimono gadis itu. Pergerakan tangannya sangat cepat hingga Gisel tak sempat melarangnya.
"Argaaa.."
"Ssssttt jangan protes!" Arga meletakkan jari telunjuknya tepat di belahan bibir gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIRECRACKERS (II)
RomanceSetelah 5 tahun mereka tidak pernah bertemu bahkan tidak pernah berinteraksi sama sekali, Arga dan Gisel malah harus bertemu kembali karena DIJODOHKAN! Padahal dulu mereka bertengkar hebat sampai Arga mengusir Gisel dari hidupnya! Bagaimana mereka...
