Kedua keluarga sudah berkumpul lengkap di dalam sebuah restauran yang terletak di sebuah hotel bintang lima. Ini adalah pertemuan kembali kedua keluarga besar setelah hari pertunangan Arga dan Gisel. Agendanya adalah membahas persiapan pernikahan, lalu dilanjutkan dengan penyuaraan protes para istri-istri kepada suaminya! Kenapa begitu? Karena baik Nyonya Winata dan Wiratama sudah sangat kesal dengan suami-suami mereka yang terkesan cuek dan menggampangkan urusan pernikahan kedua anak mereka. Sampai-sampai mereka membuat Arga terlalu sibuk dengan urusan kantor dan mengabaikan soal pernikahan! Semua urusan pernikahan diurus oleh para wanita, terutama Gisel! Hal itu sangat tidak adil dan rentan menimbulkan konflik.
Suasana di restauran mewah yang sudah dibooked khusus untuk kedua keluarga konglomerat tersebut, terasa sangat menegangkan. Seperti ada tembok besar yang memisahkan antara kubu perempuan dan laki-laki yang kini duduk saling berhadapan. Mama dan Mami memasang wajah ngambek. Sedangkan Papa dan Papi terlihat pasrah.
Perasaan Gisel campur aduk, antara takut dan juga gugup dengan situasi tegang yang begitu terlihat di atas meja. Di sana juga ada Dery, yang datang karena diminta sang Papa, sebagai bagian dari keluarga Winata. Dan rencananya Dery akan menggantikan sementara segala urusan merger perusahaan yang sebelumnya dipegang oleh Arga. Lelaki tampan itu terlihat paling santai, bahkan sebenarnya dia mati-matian menahan tawa karena melihat kondisi Arga yang terlihat sangat mengenaskan!
Adiknya itu terlihat paling tegang diantara semua orang yang ada di sana. Arga sudah berfirasat kalau hari ini dia pasti akan kena amuk dari segala sisi. Baik dari keluarga Winata maupun Wiratama. Dery perhatikan dari tadi, Arga hanya makan beberapa sendok saja. Sisanya, dia lebih banyak minum, padahal suhu ruangan di restauran ini termasuk dingin tapi sebaliknya dia merasa gerah!
Acara santap siang yang sama sekali tidak bisa dinikmati oleh para kaum adam di ruangan itu akhirnya selesai! Artinya, kini mereka akan masuk ke acara inti. Yaitu, acara pembantaian kubu perempuan terhadap kubu laki-laki. Wajah Papa, Papi dan Arga semakin tegang. Kalau Arga, jangan ditanya lagi! Kulitnya yang coklat sudah berubah jadi ungu karena pucat! Berkali-kali Gisel menatap Arga sambil mengisyaratkan permintaan maaf. Gisel sangat tidak tega melihat Arga yang hanya diam dengan wajah penuh keresahan.
Fahmi dan perwakilan dari pihak Wedding Organizer (WO) mulai melakukan presentasi terkait perkembangan persiapan pernikahan Arga dan Gisel. Sepanjang presentasi semua orang di meja itu sangat fokus memperhatikan, terutama kubu laki-laki yang buta sama sekali dengan persiapan hari akbar bagi kedua belah pihak itu. Hanya Dery yang sesekali tak bisa menahan senyumnya melihat ketiga orang di sebelahnya sibuk mencatat hal-hal penting. Bayangkan! Sekelas Jimmy Wiratama dan Bram Winata yang biasanya garang di dunia bisnis dan apapun selalu dilayani oleh asistennya, kini dengan rajin mencatat poin-poin penting. Seolah-olah nanti akan ada kuis dan yang tidak bisa menjawab akan dihukum! Bener sih, hukumannya berupa omelan dari para istri mereka! Setelah mendapat penjelasan secara terperinci, mereka baru sadar ternyata persiapan pernikahan begitu ribet dan banyak sekali detailnya. Pantas saja para istri mereka melakukan protes! Dan Arga juga baru sadar mengapa Gisel begitu capek dan butuh ditemani dalam menyiapkan semuanya. Walaupun sudah dibantu oleh WO dan asistennya, tetap saja masih banyak yang harus Gisel urus dan putuskan sendiri.
Dalam waktu 30 menit presentasi singkat itu selesai. Semua asisten dan perwakilan WO undur diri. Kini di restauran itu hanya tersisa keluarga inti Winata dan Wiratama. Suasana semakin tegang. Setidaknya begitu bagi kubu laki-lak. Mereka hanya diam, sesekali hanya terdengar suara dentingan gelas yang beradu dengan meja kaca.
Sedangkan dari kubu wanita, mereka terlihat sibuk membahas beberapa hal terkait persiapan pernikahan yang tadi di presentasikan. Yang ini sudah bagus, yang itu masih kurang, daftar list tamu yang harus direvisi, sovenir pernikahan yang warnanya kurang sesuailah sampai ke urusan kancing jas Arga pun dibahas!
KAMU SEDANG MEMBACA
FIRECRACKERS (II)
RomantikSetelah 5 tahun mereka tidak pernah bertemu bahkan tidak pernah berinteraksi sama sekali, Arga dan Gisel malah harus bertemu kembali karena DIJODOHKAN! Padahal dulu mereka bertengkar hebat sampai Arga mengusir Gisel dari hidupnya! Bagaimana mereka...
