First Date!

1.5K 46 0
                                        

Kedua sejoli ini memasuki kawasan Taman Kunang-kunang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kedua sejoli ini memasuki kawasan Taman Kunang-kunang. Tempat ini punya banyak sekali kenangan berharga untuk mereka berdua, dari kenangan paling manis sampai menyedihkan pernah terjadi di sana. Dari kejauhan terlihat Pak Giri sang penjaga taman, mendekat menyambut mereka.

Gisel dan Arga terlihat sangat senang saat melihat Pak Giri. Tapi tatapan mata Pak Giri seperti sangat terkejut ketika dia melihat Tuan nya membawa seorang gadis yang tak asing baginya. Sudah lama sekali tidak melihat mereka berduaan seperti ini. Pak Giri tahu jelas sejarah hubungan mereka, bahkan dalam beberapa hal beliau lebih tahu dari Arga dan Gisel sendiri. Selain taman ini, Pak Giri juga menjadi saksi hidup hubungan kedua sejoli yang penuh dinamika itu.

"Hai Bro!" Sapa Arga sambil mengajak lelaki setengah baya itu high five. Sedangkan Pak Giri hanya menanggapinya dengan setengah hati karena beliau masih terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Pak Giri dan Gisel saling bertukar pandang, mata Gisel terlihat berkaca-kaca. Arga yang melihat langsung perubahan ekspresi dari kedua belah pihak, merasa keheranan. Tatapan dan ekspresi wajah mereka cukup emosional, entah sedih atau haru, Arga tak tahu.

"Pak Giri masih inget kan sama Gisel?"

"Ii.. Iiya Tuan." Dari jawabannya saja sudah aneh, biasanya lelaki itu sangat santai dan bersahabat, tidak kaku begini.

"Pak Giri apa kabar?" Sapa Gisel sembari meminta tangan lelaki itu untuk bersaliman sebagai tanda menghormati orang yang lebih tua.

"Baik Nona.." Pak Giri langsung menarik telapak tangannya, dia merasa tidak enak kalau seorang putri konglomerat seperti Gisel mecium punggung tangannya.

"Kenapa sih, Pak? Masa aku mau saliman gak boleh?" Gisel terlihat kecewa.

"Jangan Non, tangan Bapak kotor."

"Pak, tumben kaku amat! Biasanya juga santai aja!"

"Iii...iya Tuan, Bapak kaget aja."

"Jangan kaget Pak, karena mulai sekarang saya dan Gisel pasti akan sering ke sini. Ya kan, Sel?"

Gisel mengangguk setuju dengan girang. Dia selalu suka tempat ini. Suka sekali! Tempatnya yang rimbun, danaunya yang cantik, apalagi ada hewan cantik serupa peri yang hidup di taman ini. Ya, si kunang-kunang yang baru sekali Gisel lihat saat bersama Arga, lima tahun lalu.

"Kalian sudah berbaikan?" Tanya Pak Giri, ragu-ragu.

"Wah bukan baikan lagi, Pak! Sekarang Gisel adalah calon istri saya, Pak!"

FIRECRACKERS (II) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang