Setelah 5 tahun mereka tidak pernah bertemu bahkan tidak pernah berinteraksi sama sekali, Arga dan Gisel malah harus bertemu kembali karena DIJODOHKAN! Padahal dulu mereka bertengkar hebat sampai Arga mengusir Gisel dari hidupnya!
Bagaimana mereka...
Pertandingan gendong-gendongan dimulai! Pada babak kalin ini khusus diperuntukan bagi Arga dan Tian saja, tidak ada peserta lainnya. Arga akan menggendong Oma Grace dan Tian menggendong Oma Amara. Kedua peserta sudah bersiap di tempatnya masing-masing, Oma Grace juga sudah berada di gendongan belakang Arga dan begitu juga dengan Tian yang sudah menggendong Oma nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Garis finish terletak 200 meter di depan mereka. Peraturannya adalah mereka harus terus bergerak menuju garis finish dan siapa yang paling lambat menyentuh garis finish maka dia pemenangnya. Kalau sampai di tengah jalan tak kuat menahan gendongannya maka peserta dinyatakan gugur. Dan kalau ada peserta yang menyentuh garis finish duluan itu berarti dia telah kalah.
"Siap?" Terdengar suara dari panitia.
"Oma udah siap kan? Perlu sesuatu gak?" Tanya Arga
"Enggak, siap kok! Ayo kamu harus menang ya Arga!"
"Pasti! Dengan doa restu Oma, Arga pasti menang!"
Tak lama tedengar suara peluit yang ketiga, tanda pertandingan di mulai! Semua orang menyaksikan laga ini dengan sangat serius. Mereka bersorak! ada yang meneriakan nama Arga dan ada juga yang mneriakan nama Tian. Para Oma dan Opa di sini sangat senang menyaksikan pertandingan antara dua orang pria tampan yang juga sama-sama salah satu orang terkaya di Indonesia! Apalagi orang yang ada di dalam gendangan mereka bukanlah orang biasa! Oma Grace, si pemilik Yayasan ini! Pemandangan seperti ini sangatlah langka, siapapun tak mau ketinggalan salah satu momen bersejarah ini.
Opanya Gisel menunggu di depan garis finish untuk menjadi saksi siapa yang menang diantara kedua lelaki yang sedang memperebutkan posisi sebagai calon suami dari cucunya.
Arga berjalan dengan sangat pelan, bahkan dia hanya menyeret langkahnya sedikit demi sedikit, yang penting terus bergerak. Tantangan terberatnya adalah menahan beban gendongan masing-masing. Tapi hal itu enteng buat Arga dan Tian yang biasa mengangkat beban puluhan kilo di Gym. Selain seru, perlombaan ini juga terlihat sangat lucu. Karena gerakan mereka benar-benar sangat lambat seperti seekor sloth. Opa dan Oma disana tak berhenti dibuat tertawa karena gemas sendiri saat melihatnya.
Dalam beberapa menit jarak yang ditempuh oleh masing-masing pasangan belum sampai setengahnya. Kedua pria berotot itu mulai merasakan beban yang semakin terasa berat. Tapi ini masih mudah, belum sampai membuat keduanya pegal atau sakit pinggang. Posisi mereka pun sangatlah ketat, hampir tidak terlihat jarak di antara mereka.
Sampai 10 menit berlalu belum juga ada yang menyerah, mereka masih terus bergerak dengan perlahan. Sampai tiba-tiba...
"Arga! Oma kebelet pipis!!!"
"Hah? Apa?" Arga kaget dan juga khawatir
"Pengen pipis!" Keluhannya lagi, rupanya dari tadi sebenarnya beliau sudah ingin pipis tapi dia coba tahan karena tak tega Arga kalau sampai Arga kalah. Apalagi melihat perjuangannya sudah sejauh ini. Tapi yang namanya sudah nenek-nenek, maka menahan pipis itu adalah sebuah kemustahilan. Mau ditahan bagaimana juga pasti akan sangat mudah jebol pertahanannya. Dan rasanya sangat menyiksa. Posisinya jadi serba salah dan tidak nyaman.