Jealousy

2.5K 45 5
                                        

"JADI KALIAN BENERAN DIJODOHIN?" Rangga dengan wajah super terkejut bertanya pada dua orang yang kini duduk di hadapannya yang terlihat bagai tersangka!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"JADI KALIAN BENERAN DIJODOHIN?" Rangga dengan wajah super terkejut bertanya pada dua orang yang kini duduk di hadapannya yang terlihat bagai tersangka!

"Iya, sorry baru bilang sama lo sekarang." Ucap Arga dengan malas-malasan. Mengucapkan kata maaf seperti ini, apalagi pada seorang Rangga, bukanlah gayanya sama sekali!

"Jadi Putra udah tahu dari tiga minggu lalu? Terus lo baru bilang sama gw sekarang?" Rangga dengan liar menatap Arga dan Putera secara bergantian, yang langsung diangguki oleh mereka. "Wah! Keterlaluan lo berdua! Sebenarnya gw dianggep temen gak sih?"

"Ya sorry, gw kira lo juga mau dijodohin sama Gisel jadi gw gak enak ngomong sama lo."

"Ya enggak lah! Gw tahu kalau lo berdua saling suka! Ya kali gw nikah sama cewek yang sahabat gw suka!"

Arga dan Gisel saling lihat-lihatan, mereka mempertanyakan kalaim sembarangan dari Rangga barusan.

"Kan? Masih aja pada denial! Capek gw!"

"Gak usah sok tahu deh, Rangga!" Gisel menimpali dengan wajah yang sedikit bersemu merah.

"Ngelak aja terus! Nih lihat! Takdir aja udah capek sama lo berdua sampe harus dipersatukan lewat jalur dijodohin!"

Putera terkekeh karena apa yang Rangga ucapkan seratus persen akurat! Sangking denialnya kedua orang keras kepala ini, takdir saja sampai gemas dan memaksa mereka untuk bertemu jalur 'pemaksaan'.

"Sialan lo!" Arga hanya tersenyum miring sembari menggeleng.

"Jadi beneran kan? Lo gak ada niatan buat dijodohin sama Gisel?"

"Masih aja!" Rangga mendengus kesal. "Lo inget gak? Gw salah satu yang mendukung kalian buat baikan dan menyelesaikan masalah salah paham kalian itu! Gw sampe rela nganterin sop iga buatan Gisel yang lo kangenin banget itu, ke rumah lo! Lo masih nanya tentang gimana dukungan gw atas hubungan kalian?"

Gisel melirik ke arah Arga yang terlihat malu, karena ucapan Rangga yang begitu sembarangan!

"Tapi, kata Kak Dery nama keluarga lo ada di daftar nama keluarga yang mengajukan lamaran ke keluarga Wiratama?"

"Oh ya? Gw gak tau! Mungkin nyokap gw yang mengajukan tanpa persetujuan gw. Atau..." Rangga menggantung ucapannya karena dia juga tidak yakin apakah hal ini boleh diucapkan di depan Arga? Rangga kembali menatap Arga dan Gisel secara bergantian, otaknya sedang menimbang-nimbang. Sedangkan ketiga orang lain yang ada di meja itu, menunggu kelanjutan ucapan Rangga dengan tidak sabar.

"Atau apaan?" Arga jelas tidak sabar! Tidak pernah bisa sabar!

"Atau.. mungkin Sasongko yang lain?" Rangga pikir tidak apa-apa untuk melemparkan opini ini. Karena toh, keluarga Gisel sudah memilih untuk menerima lamaran dari keluarga Winata, kan?

Putera yang menyadari kalau omongan Rangga mengarah ke satu nama pria lain dari keluarga Sasongko, segera menelan ludah. Dia yakin Arga pasti akan sangat cemburu mendengar nama itu. Dari dulu, dia paling takut kalau Gisel jatuh ke tangan lelaki itu. Kemarin saja, saat tahu bahwa lelaki itu masih dekat dengan Gisel, dia terlihat masih cemburu.

FIRECRACKERS (II) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang