11. OCD.

3.4K 121 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





OCD adalah suatu gangguan kesehatan mental yang membuat si pengidap mempunyai pemikiran dan dorongan tidak tercontrol,dorongan yang sifatnya terus berulang serta muncul prilaku paksaan kompulsif.

****


Setelah satu hari dirawat karena salah urat, Ayah akhirnya diizinkan pulang. Di sepanjang perjalanan pulang, Bunda masih saja tertawa teringat penjelasan dokter kemarin di rumah sakit.

"Ini cuma salah urat karena habis angkat beban," jelas dokter ortopedi dengan santai.

Bunda, yang penasaran bertanya. "Emang Ayah habis angkat apaan kok bisa salah urat?"

Saat itu, Ayah hanya bisa berbaring menyamping di ranjang IGD dengan wajah merah padam. Awalnya, Ayah enggan menjawab karena merasa sangat malu. Namun, melihat Bunda terus menunggu penjelasan, akhirnya Ayah menyerah.

"Angkat... E-Erikc," jawab Ayah pelan dengan suara yang penuh rasa malu.

Bunda langsung menatap Erikc yang berdiri di dekat ranjang. Mereka saling pandang untuk beberapa detik sebelum akhirnya Bunda tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, Erikc menahan tawanya mati-matian karena tidak ingin mempermalukan Ayah lebih lanjut.

"Ya ampun, Ayah! Bisa-bisanya mikir mau angkat Erikc yang udah 17 tahun! Ayah lupa umur sendiri atau gimana?" kata Bunda di sela tawanya yang tidak berhenti.

Ayah mendengus kesal, merasa harga dirinya sebagai kepala keluarga benar-benar hancur di depan istri dan anaknya.

"Udah dong, jangan ketawa terus! Malu tahu!" ujar Ayah dengan nada kesal, meskipun ia tahu tidak ada gunanya meminta Bunda berhenti menertawakan kejadian itu.

Bunda hanya menutupi mulutnya dengan tangan, tapi bahunya masih terguncang karena tawa yang tertahan. Sementara itu, Erikc pura-pura sibuk dengan ponselnya agar tidak semakin membuat Ayah merasa malu.

*****

Entah sudah berapa kali Henry menyikat toilet, tetapi ia merasa bahwa toilet itu masih belum bersih. Cairan pembersih toilet hampir habis karena sejak tadi terus digunakan olehnya tanpa henti.

Joko, teman sekamar Henry, hanya bisa terheran-heran melihat tingkahnya. Dari tadi Henry tidak berhenti sibuk membersihkan toilet. Awalnya, Joko membiarkan saja, tetapi lama-lama ia merasa ada yang aneh. Tidak tahan lagi dengan perilaku temannya, Joko pun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah toilet.

"Lu lagi ngapain sih, Hen? Dari tadi kok gak selesai-selesai?" tanya Joko sambil berdiri di depan pintu toilet dengan alis berkerut.

Henry mendongakkan kepala, menatap Joko sebentar. "Bentar lagi selesai," jawabnya singkat, lalu kembali menyikat lantai toilet tanpa menoleh lagi.

Joko awalnya berpikir, setelah selesai menyikat toilet, Henry akan duduk anteng di tempat tidur atau mungkin sekadar istirahat. Namun, dugaannya salah besar. Henry malah beralih ke lemari pakaian. Ia mulai membereskan baju-bajunya dengan sangat teliti. Kaos-kaosnya ia susun begitu rapi berdasarkan warna: kuning dengan kuning, merah dengan merah, putih dengan putih, dan seterusnya.

The TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang