34 kemarahan Henry

1.9K 87 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Ayah sibuk menyiapkan tungku untuk barbeque malam nanti. Keluarga ini memang sangat menyukai makanan-makanan yang dipanggang. Namun, untuk Erikc, Bunda sudah menyiapkan menu khusus yang sesuai dengan seleranya.

Sementara itu, Bunda sedang memarinasi daging dan membuat saus cocolan khas. Rangga, di sisi lain, sibuk menusuk sayuran untuk dijadikan tambahan.

Di sudut lain, Erikc dan Henry lebih memilih duduk santai sambil bermain ponsel. Keduanya terlihat begitu santai, melakukan gerakan yang sama—menyedot jus jeruk kemasan yang dibawa Bunda dari rumah sambil memakan sale pisang. Melihat tingkah dua adik kembarnya yang kompak itu, Rangga segera mengambil kamera DSLR-nya dan memotret mereka.

Suara flash dari kamera membuat Erikc menoleh ke arah Rangga. "Ngapain sih, Bang?" tanyanya heran.

"Motret momen langka," jawab Rangga sambil tersenyum jahil.

Henry yang ikut menoleh langsung mendengus. "Emang nggak jelas," komentarnya singkat.

Setelah asyik bersantai menikmati sejuknya alam, Erikc, Henry, dan Rangga pergi berenang. Kebetulan di vila ada kolam renang, dan mereka semua menikmati waktu bermain air. Henry sangat ahli berenang, sementara Erikc memilih untuk memakai pelampung demi keamanan.

"Cetek, Erikc, kolamnya juga nggak dalam-dalam banget, ngapain pake pelampung?" ujar Henry sambil tertawa melihat kakak yang mengapung dengan pelampung besar.

Namun, Erikc tidak peduli. Baginya, keselamatan jauh lebih penting. Setelah puas bermain air, Henry dan Erikc segera keluar dari kolam dan membersihkan tubuh mereka. Bunda segera memberikan handuk pada Erikc.

"Cepet pake baju, nanti masuk angin lagi!" peringatkan Bunda dengan khawatir.

Henry dan Erikc pun segera masuk ke kamar. Keduanya berbagi kamar dengan dua ranjang single.

"Oh, itu jaket gue!" seru Henry saat melihat Erikc mengenakan jaketnya.

"Pinjem," jawab Erikc dengan senyum canggung.

"Kebisaan lu, mah," ujar Henry dengan nada setengah kesal.

"Iya, nanti juga gue balikin. Pelit banget sih," balas Erikc sambil tertawa kecil.

Malam ini, mereka sebenarnya berencana untuk barbeque, tapi hujan turun sangat deras. Henry, Rangga, dan Erikc mendesah kecewa karena cuaca yang begitu buruk. Suasana sangat dingin, dan bunda pun memutuskan untuk membuat mie rebus, makanan yang cocok untuk menghangatkan tubuh di tengah hujan seperti ini.

"Hati-hati, panas," bunyi peringatan bunda saat Henry makan dengan cepat. Sebenarnya, Henry sedang menjalani diet karbo, tapi bagaimana bisa ia menahan godaan mie yang begitu nikmat di malam hujan?

"Erikc, dimakan dong sayurnya," titah bunda, melihat Erikc hanya memakan mie dan telur saja.

"Iya, bunda," jawab Erikc sambil mengambil satu potong sawi dan segera memasukkannya ke dalam mulut. Kali ini, Erikc harus belajar makan sayur.

The TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang