43. pasien pertama Rangga.

2K 85 9
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Akhirnya, Rangga mulai bekerja sebagai dokter spesialis bedah toraks di rumah sakit besar tipe A. Jantungnya berdegup kencang, kini ia adalah seorang dokter dengan ruangan sendiri.

Rangga menatap banner yang terpampang di depan gerbang rumah sakit. Banner itu bertuliskan:

Selamat bergabung, Dr. Rangga Dimas Adyava Sp.BTKV. Dokter Spesialis Bedah Toraks.

Rangga merasa puas melihat foto dirinya yang terpampang di banner tersebut. Foto itu tampak sempurna, seolah mewakili pencapaian besar dalam hidupnya.

Tiba-tiba, Suster Indah muncul, sambil berkata.

"Dokter, saatnya visit."

"Oh, oke," jawab Rangga cepat. Ia segera menggantungkan stetoskop di lehernya, siap untuk menjalani visit pertamanya sebagai dokter spesialis.

Rangga menuju ruang kamar rawat ruang tiga. Banyak tempat tidur yang berjejer di sana, beberapa pasien sudah menunggu untuk melihat perkembangan setelah pemulihan pasca operasi.

"Selamat pagi, Pak. Ada keluhan, Pak?" tanya Rangga sambil mendekati salah satu pasien.

"Lukanya masih sakit, Dok, seperti disayat-sayat," keluh Bapak itu, menggambarkan kondisinya.

"Iya, Pak, sabar ya. Kan baru operasi, lukanya masih basah. Nanti kami kasih pereda nyeri, ya." Rangga mencoba menenangkan pasiennya.

"Tensinya gimana, Sus?" tanya Rangga pada Suster Indah.

"Normal, Dok."

"Oke, sehat-sehat ya, Pak." Rangga memberikan senyuman hangat sebelum melanjutkan ke pasien berikutnya.
"Selamat pagi, Mas. Gimana, ada keluhan?" Rangga memeriksa denyut jantung seorang pasien laki-laki muda yang masih terlihat cemas.

Pemuda itu melirik ke arah ibunya.

"Semalam gak bisa tidur, dadanya panas," jawab ibu pemuda itu, mewakili anaknya.

"Oh, gitu ya. Nanti akan dikasih obat, ya. Sehat-sehat, ya, Mas," Rangga berkata sambil tersenyum. "Udah kenal saya belum?"
Pemuda itu menggeleng.

"Saya dokter Rangga. Nanti kedepannya, saya yang akan jadi dokter Mas Ariel, ya."

"Makasih, ya, Dok."

"Iya, sehat-sehat, ya, Mas Ariel." Rangga melanjutkan pemeriksaan dengan ramah dan penuh perhatian.

Setelah selesai dengan visit pertamanya, Rangga masuk ke ruangannya. Di depan pintu, ada papan bertuliskan.

Poli Bedah Toraks, Dr Rangga Sp.TBKV. 

Praktek: Senin sampai Jumat.

Rangga menghela napas sejenak, merasa bangga bisa berada di titik ini, siap melayani pasien dengan penuh dedikasi.

The TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang