Sebagian orang percaya bahwa menjadi anak tengah berarti sering terlupakan. Bagi Erick, itu bukan sekadar mitos. Dia merasa terabaikan-ayahnya terlalu sibuk dengan kakaknya, sementara ibunya lebih fokus pada adiknya. Di tengah kesepiannya, Erick ber...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Fatherlees adalah sebuah istilah yang menggambarkan kondisi ketika seorang anak tidak memiliki peran Ayah dalam hidupnya,mau secara fisik maupun emosional.
*****
Di sebuah kafe, Erikc, Azka, dan Hani sedang berkumpul. Azka dan Hani tertawa keras sambil bercanda tentang hal-hal lucu, bahkan Hani sampai memukul bahu Azka karena terlalu terhibur. Namun, Erikc hanya duduk diam, pikirannya melayang.
Dia masih memikirkan kejadian tadi di rumah, ketika Ayahnya tiba-tiba memeluknya sebelum dia pergi. Perasaan itu terus mengganggunya, membuat suasana hatinya tak menentu.
"Azka, Hani, gue mau nanya nih," ujar Erikc, memecah keceriaan mereka.
Azka dan Hani berhenti tertawa dan menatap Erikc.
"Nanya apa? Penting gak nih?" canda Azka sambil menyesap minumannya.
"Penting banget. Ini soal Ayah gue," jawab Erikc dengan nada serius.
"Waduh, apa tuh? Cerita dong," kata Hani, kini ikut serius.
"Tadi, sebelum gue pergi, Ayah aneh banget."
"Kenapa? Aneh gimana?" tanya Azka penasaran.
"Dia meluk gue," ujar Erikc pelan. "Padahal sebelumnya, dia gak pernah begitu. Kira-kira Ayah gue kenapa ya?"
Azka dan Hani saling pandang, mencoba mencerna ucapan Erikc.
"Jangan-jangan, Ayah lu mau mati," kata Azka tiba-tiba dengan nada santai.
Hani langsung memukul lengan Azka dengan keras. "Ih, lu kok ngomong sembarangan sih? Jangan nakut-nakutin!"
Erikc menatap Azka dengan mata melebar, merasa makin cemas. "Ah, lu jangan bercanda kayak gitu, gue gak mau jadi yatim dulu!"
Azka tertawa melihat ekspresi panik Erikc, tapi Hani menggelengkan kepala, tampak kesal.
"Erikc, mungkin Ayah lu cuma lagi pengen meluk aja. Gak usah dipikirin yang aneh-aneh," ujar Hani mencoba menenangkan.
Erikc menarik napas panjang, berusaha memikirkan apa yang Hani katakan. Mungkin benar, Ayahnya hanya ingin memeluknya tanpa alasan khusus. Tapi, entah kenapa, perasaan itu tetap mengganjal di hatinya.
Erikc membuka ponselnya dan langsung terkejut melihat notifikasi yang baru saja muncul. Ayahnya mem-follow akun Instagram-nya.
Seperti mendapat jump scare, Erikc spontan melempar ponselnya ke atas meja.
"Kenapa, Rikc?" tanya Azka bingung.
Hani mengambil ponsel Erikc yang tergeletak dan membaca notifikasi itu. "Hahaha... Ayah loe nge-follow IG lo, Rikc!" ujar Hani sambil tersenyum lebar.
"Seriusan nih? Ayah lu cuman pengen temenan, Rikc. Jangan lebay!" goda Azka sambil menahan tawa.