39 Opa datang

2K 103 2
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








Liburan semester dua telah berakhir, dan Erikc kini resmi menjadi siswa kelas tiga. Ia berjalan di area sekolah dengan perasaan bangga, menyadari bahwa sekarang dirinya sudah menjadi senior. Saat melangkah, matanya menangkap para adik kelas yang masih terlihat polos, mengenakan kemeja yang rapi dimasukkan ke celana dan rambut yang tertata sempurna—persis seperti dirinya saat pertama kali menginjak kelas satu.

"Woiii, Erikc...!!!"

Tiba-tiba, suara teriakan nyaring memecah lamunannya. Azka, sahabatnya, berlari cepat ke arahnya. Erikc tersenyum dan melambaikan tangan sebelum mereka akhirnya berpelukan erat, seolah melepas rindu—padahal baru kemarin mereka bertemu.

"Gimana liburan lo?" tanya Azka, masih dengan napas sedikit tersengal.

"Buruk sekali," jawab Erikc singkat.

Azka tertawa lepas, lalu tanpa banyak basa-basi, mereka berdua segera memasuki kelas. Seperti biasa, Hani sudah datang lebih dulu. Gadis berkacamata itu menatap mereka dengan senyum senang, senang melihat dua sahabatnya kembali ke kelas.

"Hani!" seru Erikc dan Azka hampir bersamaan saat mereka menghampirinya.

Erikc memperhatikan perubahan kecil pada sahabatnya itu—rambut Hani kini lebih panjang, diikat ke belakang, memperlihatkan tulang lehernya dengan jelas.

"Cantik banget," ucap Erikc tanpa sengaja.

Azka yang berdiri di sebelahnya langsung menoyor kepalanya.

"Dasar playboy," cibir Azka, sementara Hani hanya terkekeh pelan.

Saat jam istirahat, Erikc, Hani, dan Azka menikmati makan siang bersama. Erikc menyeruput mi ayam kantin favoritnya dengan lahap. Jika nanti ia lulus sekolah, maka salah satu hal yang paling dirindukannya adalah mi ayam kantin ini.

"Hani, tau gak? Vila-nya Erikc di Bogor kebakaran," kata Azka tiba-tiba.

Hani yang sedang menikmati bakso langsung membelalakkan mata. Kacamatanya sedikit melorot karena saking terkejutnya.

"Serius?! Tapi kamu gak apa-apa kan, Rikc?" tanyanya dengan nada khawatir, menatap Erikc penuh cemas.

"Kalau dia kenapa-kenapa, mana mungkin dia masih bisa sekolah hari ini?" sahut Azka santai. "Untungnya, pas kejadian, dia lagi nongkrong sama gue." Ia mengunyah bakwannya dengan tenang, seolah peristiwa itu bukan hal besar.

Hani mengernyit, bingung. "Loh, kok bisa? Bukannya Erikc lagi liburan di Bogor? Kenapa malah nongkrong sama lu?"

"Waktu itu gue lagi touring sama temen-temen," cerita Azka sambil mengunyah makanannya. "Karena Erikc sering upload foto selfie, gue jadi tahu kalau dia lagi liburan di Bogor. Ya udah, gue ajak dia main, dan dia mau. Baru beberapa menit kita nongkrong, tiba-tiba dia panik, minta balik ke vila. Katanya dia gak izin pergi dan takut dimarahin. Nah, pas sampai vila... api udah gede banget. Semua habis terbakar."

The TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang