21 Asal Usul Nama Henry dan Erikc.

1.8K 77 4
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Setelah puas menangis, Henry dan Erikc tertawa bersama. Rasanya aneh, setelah sekian lama mereka berdua diliputi kecanggungan selama hampir 17 tahun, akhirnya bisa merasakan momen langka seperti ini,meskipun harus diawali oleh sebuah insiden yang tidak terduga.

"Eh tunggu, kok. Lo bisa masuk sih?" Henry menatap Erikc, bingung .

"Padahalkan. Pengamanannya cukup ketat loh." Lanjut Henry, sambil mengerenyitkan dahi.

"Gue, pakai ini." Erik mengeluarkan kartu akses di saku jaket kulitnya.

"oh, pantesan. Kartu itu di berikan hanya untuk menejer, mungkin petugas keamanan mengira lo manejer gue." jelas Henry, mulai mengerti.

"Terus, kapan lo pulang? ini udah malem loh. Jalanan di area ini sangat sepi, banyak begal." Ujar
Henry bukan menakut-nakuti. Begal itu beneran ada bukan hanya sekedar rumor.

"Ah, yang bener.."Erikc masih merasa sangsi.

"Beneran, orang kemarin ada yang kena begal. Kepala nya di bacok, motor nya di ambil." Jelas Henry dengan wajah serius.

Wajah Erikc tampak tegang, dia jadi takut pulang, gimana kalau nanti pas pulang dia jadi korban selanjutnya.

" Ya, terus, gimana dong ? Boleh gak sih gnginep?" Erikc bertanya berharap dia di izinkan menginap semalam.

Henry berpikir sejenak."Sebenarnya, gak boleh Sih."Jawab Henry. Yang buat Erikc menjadi kecewa.

"Terus,gimana dong? takut nih pulang sendirian. Kalau gue di begal gimana?"

Henry mencoba mencari solusi agar Erikc bisa menginap, dan tidak ketauan. Lama Henry berpikir akhirnya terlintas sebuah ide yang cukup cemerlang.

"Oke, gue punya ide" ujar Henry menjentikan jarinya " lo bisa nginep, kartu aksesnya berikan ke gue."

Erikc, menyerahkan kartu akses itu pada Henry. Setelah menerima kartu aksesnya Henry beranjak dari duduknya.

"Eh, mau kemana? Erik menarik tangan Henry."masa gue di tinggal gitu aja?" Ucap Erik, takut di tinggal sendirian. Wajah nya tampak cemas.

"Gue, mau nyerahin kartu akses ini kepetugas keamanan. Kalau ini kartu masih di lo, bisa ketauan kalau lo nginep. paham.?"

Erikc mengangguk pelan mengerti masuk saudara kembarannya. Erikc pun duduk kembali dengan tenang, mencoba percaya pada Henry.

Henry dengan langkah cepat menemui petugas kemanan, yang selalu berjaga di pos depan pintu gerbang utama asrama.

"Pak," Henry memanggil salah satu petugas keamanan itu. Dia sedang bercengkrama dengan temannya sambil ngopi.

"Eh, mas Henry. Owalah! muka nya kenapa mas? bengkak gitu?" petugas keamanan itu terkejut, melihat wajah henry yang penuh dengan lebam- lebam keunguan.

"Disengat tawon" jawab henry, ngasal.

The TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang