36 Terjadi lagi.

2.6K 116 1
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Erikc duduk di sebuah kafe yang tak jauh dari vila bersama Azka dan teman-teman tongkrongannya. Malam di Bogor yang dingin terasa ramai oleh suara tawa dan nyanyian mereka, namun hati Erikc justru terasa gelisah. Entah kenapa, ada sesuatu yang membuatnya tak tenang.

"Kenapa sih, Rikc? Diem aja. Happy dong!" ujar Azka sambil menyodorkan minuman bersoda kepada sahabatnya itu.

Erikc hanya menghela napas. "Gue balik ke vila aja, Ka. Perasaan gue gak enak," keluhnya.

"Gak enak kenapa? Takut dimarahin bokap lo ya?" Azka menatap Erikc sambil tersenyum tipis.

Erikc terdiam sesaat, lalu mengangguk pelan. "Iya, soalnya gue gak izin keluar. Main kabur aja."

"Udah, santai aja! Lima belas menit lagi ya. Ntar gue anterin balik," balas Azka santai sebelum kembali bernyanyi bersama teman-temannya yang tengah memainkan gitar.

Sementara itu, Erikc hanya diam. Bukan karena dia tak bisa bergabung atau menikmati suasana, tapi rasa gelisah di hatinya terus mengganggu, membuatnya tak bisa merasa nyaman.

"Ayah..." panggil Rangga dengan suara bergetar. Ia berjalan di belakang ayah yang tengah mendekap Henry erat-erat. Namun, tiba-tiba Rangga teringat sesuatu yang membuat tubuhnya seolah membeku.

"Erikc belum keluar, Ayah," ucap Rangga dengan suara yang nyaris pecah.

Mendengar itu, Henry yang wajahnya sudah menghitam karena asap langsung menegang. Ayah pun tanpa pikir panjang segera berlari kembali ke arah rumah yang sudah dilahap api. Namun, beberapa petugas pemadam kebakaran dengan sigap menghentikan langkahnya.

"Ayah...!!!" teriak Bunda histeris ketika melihat suaminya berusaha menerobos kobaran api yang semakin membesar.

"Anak saya masih di dalam! Tolong! Tolong anak saya, Pak! Dia masih di dalam!" teriak Ayah sambil meronta, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman petugas pemadam kebakaran yang menahannya.

"Tenang, Pak! Kami akan masuk ke sana. Tolong Bapak tetap tenang!" ujar salah satu petugas dengan nada tegas.

Namun, Ayah seperti kehilangan akal. Dengan kekuatan yang tak terduga, ia melepaskan diri dari pegangan petugas itu dan berlari menerobos masuk ke dalam kobaran api.

"AYAH!!" jerit Bunda, Rangga, dan Henry serempak, suara mereka pecah oleh rasa panik dan ketakutan yang tak tertahankan.

Petugas pemadam kebakaran lainnya langsung bergerak cepat, mengejar Ayah yang nekat masuk ke dalam rumah yang sudah hampir runtuh. Asap semakin tebal, dan suara kayu-kayu yang runtuh terdengar mengerikan di antara teriakan histeris keluarga yang menyaksikan dari luar.

Tak peduli panasnya ruangan dan asap yang menyesakkan dada, Ayah terus berusaha mencari Erikc. Dengan lengan yang menutupi hidung dan mulut, ia melangkah di tengah kobaran api yang semakin liar.

The TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang