Sebagian orang percaya bahwa menjadi anak tengah berarti sering terlupakan. Bagi Erick, itu bukan sekadar mitos. Dia merasa terabaikan-ayahnya terlalu sibuk dengan kakaknya, sementara ibunya lebih fokus pada adiknya. Di tengah kesepiannya, Erick ber...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Peneumotorax adalah kondisi medis yang disebabkan adanya udara atau gas di dalam rongga pleura yaitu ruang antara paru paru dan dada,kondisi ini dapat menyebabkan paru paru mengempis dan mengganggu fungsi pernapasan.
****
Akibat cedera dada yang dialami Erikc waktu kecil dari sebuah insiden kecelakaan di masa lalu, kondisi kesehatannya kini kurang baik. Cedera tersebut menyebabkan Erikc menderita pneumotoraks, sebuah kondisi serius yang terjadi akibat benturan keras pada dadanya.
Karena alasan itulah Rangga memilih untuk mengambil pendidikan dokter. Menurutnya, akan lebih baik jika di antara keluarga ada yang menjadi dokter, sehingga jika terjadi hal-hal darurat, ada seseorang yang bisa sigap memberikan pertolongan.
Namun, menjadi seorang dokter bukanlah hal yang mudah. Rangga merasa tertekan secara fisik dan mental. Setiap hari, ia harus siap menghadapi pasien yang marah atau kecewa, dan di malam hari, ia sering mendapatkan omelan dari konsulen atau atasan. Tuntutan profesi ini membuatnya merasa kelelahan, baik tubuh, maupun pikiran. Namun ia terus berjuang karena ingin memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga.
Seperti pagi ini saat Rangga sedang jaga di IGD, datang pasien kakek-kakek, yang diantar anak laki laki dan menantunya. Kakek itu mengalami sesak napas yang cukup parah.
Suster menyuruh si pasien berbaring di bad IGD, Rangga pun dengan sigap segera menghampiri. Seraya menggantungkan stetoskopnya.
Rangga segera memeriksa pasien, menempelkan stetoskop didada pasien untuk mendengar detak jatung dan suara napas si pasien. Setelah itu Rangga memasangkan pulse oximeter di jari pasien untuk melihat seturasi oksigen pasien.
"Kek, sudah berapa lama sesak napasnya,?" tanya Rangga.
"Sejak kemarin."
"Dadanya sakit gak?"
Kakek itu mengangguk.
"Kakek ngerokok?"
Lagi-lagi si kakek mengangguk.
"Sus pasangin oksigen dulu yah"
Suster Rini yang mendapingi dokter Rangga pun segera melakukan tugasnya.
selesai memasang oksigen, Rangga beralih pada keluarga si kakek.
"Ke administrasi dulu yah," titah Rangga sopan.
"Tangani aja, dulu! Administrasi sih gampang!" ujar bapak-bapak itu dengan suara keras.
"Iya ini juga lagi di tanganin, bapak atau ibu yang ke administrasi, biar rekap medis kakek muncul,"ujar Rangga mencoba menjelaskan dengan sabar.
Akhirnya si istri bapak itu yang pergi ke pendaftaran untuk administrasi.
Si Bapak merasa kesal karena merasa Rangga sedari tadi fokus pada ponselnya, dan mengabaikan orang-orang di sekitarnya. Termasuk dirinya, dalam situasi yang penuh tekanan di IGD, dimana orang-orang sering merasa cemas atau tertekan, si Bapak mungkin mengharapkan perhatian lebih dari Rangga, Kekesalannya meledak hingga ia melakukan hal influsif, bapak itu memukul belakang kepala Rangga yang sesungguhnya sedang berkonsultasi dengan dokter specialis paru.