48 Meraih Empati

1.3K 77 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Setelah pertemuan di café, Yuga mengucapkan terima kasih karena hatinya sedikit terhibur. Erikc menepuk lengan Yuga dengan lembut.

"Pokoknya, lo tenang aja. Kita akan selalu ada buat lo," kata Erikc dengan penuh keyakinan.

Yuga tersenyum kecil dan menganggukkan kepala sebagai tanda terima kasih. Setelah itu, mereka pun berpisah. Azka pulang bersama Yuga, sementara Hani dan Erikc pergi bersama.

Karena Erikc tidak membawa motornya, ia dan Hani naik kendaraan umum untuk pulang. Mereka duduk bersebelahan, suasana agak hening di antara mereka.

"Han, gue udah putus sama semua pacar gue," ucap Erikc tiba-tiba, membuat Hani menoleh ke arah pemuda itu.

"Kenapa? Kok diputusin?" tanya Hani, meski dengan nada bingung, ekspresi senangnya tak bisa disembunyikan.

"Aku nggak mutusin mereka sih. Mereka yang mutusin gue. Mungkin mereka dapet cowok yang lebih baik dari gue. Ngapain juga ngarepin cowok berengsek kayak gue, suka nge-ghosting juga," jawab Erikc, sedikit kecewa dengan dirinya sendiri.

"Emang," ucap Hani pelan.

"Apa?" Erikc bertanya, karena ia mendengar gumaman Hani.

"Gak apa-apa," jawab Hani cepat.

"Han, masih suka sama gue nggak?" Tiba-tiba Erikc bertanya, membuat jantung Hani berdegup kencang.

"Lo mau gue jawab apa?" Hani tanya balik, mencoba menutupi kegugupannya.

"Gue mau jawabannya, Enggak."

Hani tidak bisa menyembunyikan ekspresi kecewanya.

"Lo terlalu baik buat gue. Jangan nungguin cowok berengsek, mending lo cari cowok yang setara sama lo," ucap Erikc, matanya menatap Hani dengan serius.

Erikc menekan bel saat bus tiba di halte tempat ia tinggal.

"Gue pulang dulu ya, Han. Hati-hati di jalan. Ingat ya, kalau nanti kamu punya pacar, cowoknya harus lebih ganteng dari gue," tambah Erikc, sambil tersenyum kecil.

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Erikc pun turun dari bus. Namun, hati Hani terasa sakit mendengar ucapan Erikc. Ia pun memutuskan untuk turun dari bus dan mengejar Erikc yang sudah berjalan di trotoar.

"Heh, cowok anjing...!"

Erikc sedikit kaget mendengar umpatan yang keluar dari mulut seorang gadis. Saat ia menoleh, ternyata itu berasal dari Hani, gadis dengan rambut yang diikat ekor kuda. Itu langsung menghampirinya tanpa basa-basi dan menampar wajah Erikc dengan keras.

"Apaan lo bilang gue terlalu baik buat lo? Oke, gue bakal jadi gangster, masih kurang jahat? Gue bakal jadi psikopat. Kasih tahu gue, Rikc, gimana caranya jadi cewek yang bisa setara sama lo!"

Erikc terdiam, masih sangat terkejut.

"Maksud gue..."

"Apa?!"

The TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang