Eunha duduk terdiam setelah menemui gadis yang katanya Taehyunh lecehkan itu. Dia marah dan juga sedih, ternyata dalang semua ini adalah Pamannya sendiri. Pamannya dengan tega melakukan ini semua kepada Taehyung. Apa salahnya sampai dia tega memfitnah Taehyung seperti itu. Semua karena Eunha, masalah yang Taehyung dapatkan selama ini juga karena Eunha. Belum selesai masalah dengan Jungkook, sekarang Taehyung dihadapkan dengan masalah dari Do Jun yang ingin mencoreng nama baik Taehyung.
"Nona, Tuan Muda menghubungi Anda." Eunha tersadar dari lamunannya saat Ryu mengingatkan dirinya, jika ponselnya terus berdering tapi Eunha tidak menjawabnya.
"Oh iya, apa kamu bilang aku pergi bersamamu?" tanya Eunha.
"Seperti yang Nona minta, saya tidak mengatakannya kepada Tuan Muda."
Eunha berusaha untuk tenang sebelum menjawab telepon dari Taehyung, dia mencoba mengambil nafas panjang, kemudian menjawab telepon dari suaminya.
"Iya, Sayang--"
"Kamu dimana? Aku sudah di rumah, aku pikir kamu sudah pulang," sahut Taehyung dari sambungan telepon.
"Aku masih di jalan, tadi dari klinik mengambil sesuatu," jawab Eunha. Dia memang tidak bilang kalau dirinya menemui gadis itu.
"Ya, sudah ... lekas pulang. Aku membutuhkan mu," ucap Taehyung sambil terjeda ketika mengatakannya.
Tidak biasanya, ada apa? Apa terjadi sesuatu pada Taehyung sampai dia mengatakan seperti itu, "Oh, iya. Aku akan segera pulang," jawab Eunha.
Setelah menutup sambungan telepon, Eunha segera pulang, dia jadi khawatir dengan kondisi Taehyung. Pasti ada masalah dengannya. Eunha meminta Ryu untuk tidak mengatakan kepada Taehyung kalau dirinya mengantarkan Eunha pada gadis itu. Hatinya tetap saja ingin tahu masalah sesungguhnya saat Taehyung melarangnya untuk peduli dengan yang pria itu tuduhkan pada Taehyung.
***
Sesampainya di rumah, Eunha segera pergi mencari Taehyung yang sedang bicara dengan seseorang di ruang tamu, entah siapa itu, karena Eunha tidak pernah bertemu dengannya.
"Siapa itu, Oppa?" tanya Eunha ketika orang itu berjalan pergi.
"Tidak penting untuk itu, kamu dari mana saja? Aku pikir klinik tidak sejauh itu sampai memakan waktu beberapa jam," jawab Taehyung.
"Itu, aku--" Eunha seketika tegang saat mendengar pertanyaan Taehyung. Dia tidak boleh mengatakan kalau dirinya baru bertemu dengan putri pria yang memfitnah Taehyung.
"Kenapa tegang sekali? Aku hanya bercanda." Taehyung mengusap pipi kanan Eunha dan berjalan ke sisi tempat tidur.
Mendengar itu, Eunha bernafas lega. Dia pikir Taehyung akan tay apa yang sudah dilakukannya. "Oppa bilang membutuhkan ku, ada apa?" tanya Eunha.
"Tadi itu pengacara yang akan membantumu untuk mengurus hak kepemilikan harta orang tuamu dan tentang tindakan Paman Do Jun padamu, aku mau dia yang mengurusnya." Lagi-lagi Taehyung berusaha untuk melindungi Eunha saat dia sendiri membuat hubunganya dengan adiknya berantakan.
"Oppa, tidak perlu melakukan itu. Hal itu yang membuat Paman semakin akan menemukanmu. Aku tahu Paman Do Jun mengancam Oppa, benar begitu Oppa?" Seperti tidak bisa menahannya, Eunha mengatakan apa yang dia ketahui.
"Bagaimana kamu tahu itu?" tanya Taehyung.
"Oppa sudah terlalu banyak berkorban untukku, biarkan saja rumah itu dimiliki paman. Aku hanya ingin hidup bahagia bersama Oppa."
"Apa dengan memberikan yang dia mau, lalu dia melepaskanmu?" Taehyung tersenyum sinis mendengar apa yang Eunha katakan.
"Paman Do Jun itu licik, ini bukan yang pertama kali untuknya. Aku tetap dengan keputusanku, memberi paman Do Jun pelajaran." Taehyung juga begitu kesal pada Do Jun yang selalu saja membuat Eunha menderita.
"Maafkan aku, Oppa. Aku hanya memberimu luka saat aku mengatakan ingin bahagia bersamamu. Semua masalah ini datang dariku, masalah Paman bahkan masalah Jungkook. Semua ini kesalahan ku." Eunha menangis di depan Taehyung, merasa kalau dirinya yang membuat masalah dalam hidup Taehyung.
Taehyung membawa Eunha dalam pelukannya, dengan Eunha yang menangis pada dada bidang Taehyung. "Aku tidak pernah menyalahkanmu, dan itu bukan kesalahanmu." Taehyung semakin mempererat pelukannya.
Taehyung tidak ingin hidup Eunha sulit karena masalah Pamannya. Walau hidupnya sendiri sulit, tapi dia tidak ingin Eunha merasa tertekan dengan masalah hidupnya. Masalah Taehyung dan Jungkook sudah membuat Eunha bersalah. Dia tidak ingin Taehyung semakin tertekan dengan masalahnya.
Ketika sedang menbahas masalah Do Jun, tak lama terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Taehyung, itu Ryu, dia mengatakan kalau Hyun Ae sudah sadar. Mendengar kabar itu, Taehyung dan Eunha segera pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Hyun Ae.
***
Ruang rawat Hyun Ae sudah ada Namjoon dan Jungkook di sana. Taehyung segera masuk dan mendekat ke tempat Hyun Ae yang menatap Taehyung bingung.
"Eomma-" sapa Taehyung ketika melihat Ibu angkatnya itu sudah membuka mata.
"Dia siapa, Nak?" tanya Hyun Ae kepada Jungkook saat Taehyung baru memanggilnya. Mendengar hal itu, Taehyung seketika terdiam saat Hyun Ae tidak mengenalinya.
"Ini Hyung, putra pertama Eomma," jelas Jungkook.
"Tidak apa-apa jangan di paksakan." Eunha menghampiri Taehyung yang hanya diam sambil menatap Hyun Ae dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dia mengusap pelan punggung Taehyuny, seperti isyarat kalau Taehyuny harus bersabar jika Hyun Ae melupakannya.
Seseorang yang baru melakukan tindakan operasi pasti mengalami efek samping. Apalagi Hyun Ae baru menjalani operasi besar di kepalanya. Hilangnya ingatan Hyun Ae bisa bersifat sementara atau bahkan selamanya.
Mendengar Hyun Ae tidak mengenalinya, membuat hati Taehyung bergetar. Seperti waktunya terhenti saat Hyun Ae menanyakan siapa dirinya. Namun, itu memang resikonya, dan Eunha sudah menjelaskan pada Taehyung. Tidak ada jawaban dari Taehyung, dia kembali diam dengan apa yang dirasakan. Saat dia ingin Eunha ataupun Jungkook terbuka akan perasaannya. Tidak dengan Taehyung, dia hanya diam saat apa yang mengganggu pikirannya.
"Aku tidak apa-apa." Senyuman Taehyung tidak membuat Eunha percaya dengan yang dia katakan.
"Saat Oppa merasa semua ini berat untuk Oppa, katakan. Jangan dipendam, aku ada bersamamu. Bukan hanya aku yang ingin mencari sandaran, Oppa juga butuh bahu untuk bersandar," ujar Eunha.
"Iya, Sayang." Taehyung tetap tidak ingin membagi kesedihannya pada Eunha. Dia tidak bisa memaksa Taehyung untuk terbuka padanya.
"Aku yakin Hyun Ae Eomma pasti akan segera mengingat putranya ini." Eunha mengusap pipi Taehyung gemas.
"Kamu seperti kakakku sekarang," ujar Taehyung.
Senyum manis Taehyung tidak sama dengan yang dirasakan, hatinya terluka, terasa sangat sakit dan perih. Namun, itu semua selalu tersimpan dengan rapi oleh Taehyung.
Meskipun Hyun Ae tidak mengenalinya, Taehyung berusaha mengenalkan dirinya. Agar Hyun Ae kembali mengingatnya. "Eomma memerlukan sesuatu?" tanya Taehyung yang masih setia berada di dekat Hyun Ae.
"Kenapa kau terus disini? Dan memanggilku, Eomma. Aku bukan Eomma mu," jawab Hyun Ae dengan ketus. Dia merasa tidak nyaman dengan Taehyung di sampingnya.
"Sayang, ini Taehyung. Putra kita," jelas Namjoon.
"Tidak, dia bukan putra kita. Aku tidak mengenalnya." Hyun Ae membuang muka, dia berpaling dari Taehyung yang menatapnya sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa, Appa. Sebaiknya aku pulang. Kabari aku perkembangan Eomma." Taehyung harus mengerti kondisi Hyun Ae. Mau bagaimana lagi, Taehyung tidak bisa memaksa Hyun Ae untuk ingat padanya. Walau hatinya sakit mendengarnya, Taehyung tetap harus bersabar karena itu juga efek dari apa yang sudah dilakukan oleh Hyun Ae. Sebelumnya dia tidak ingat dengan siapapun kecuali Jungkook, perlahan Hyun Ae ingat. Taehyung berharap Hyun Ae bisa mengingatnya lagi.
Setelah berpamitan pada Eunha untuk pulang lebih dulu, Taehyung melajukan mobilnya ke tempat di mana dia merasa nyaman. Dia duduk sambil memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Hal seperti ini, sering Taehyung lakukan akhir-akhir ini. Menyendiri, melamun dan yang pasti menyalahkan dirinya karena begitu lemah.
"Sampai akhir hidupmu, kau hanya akan susah seperti ini, Kim Taehyung."
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch of Heaven (KTH)
Fanfictiondi harap membaca novel berjudul "PROMISE (KTH)" sebelum membaca cerita ini biar tahu bagaimana alur sebelumnya . Happy Reading😊 By: nyemoetdz 01/03/2022
