63

10 2 0
                                        

Taehyung mencabut tuntutannya pada pria yang menuduh dirinya sudah melecehkan putrinya. Meskipun dia juga dirugikan, karena nama baiknya tercoreng karena masalah itu. Namun, dia bersikap tidak peduli. Eunha sendiri merasa bersalah, kalau bukan karena Do Jun, dia tidak akan dicemarkan nama baiknya.

"Kau yakin mundur?" tanya Yook Ssaem pada  Taehyung yang sedang bertemu dengan gurunya.

"Ya, aku hanya akan membantu sesekali saja," jawab Taehyung.

"Apa ini tentang kasus itu?" tanya Yook Ssaem.

"Tidak. Aku hanya ingin fokus dengan kesehatanku. Istriku akan sangat cerewet kalau aku tidak menurutinya." Taehyung melirik Eunha yang duduk disampingnya. Dan di balas dengan senyuman oleh Eunha.

"Aku anggap itu pujianmu, Sayang," jawab Eunha sambil tersenyum.

"Tidak terpikir olehku, ada yang mau dengan pria kaku seperti Taehyung." Melihat mereka berdua, Yook Ssaem ikut senang. Mereka pasangan yang serasi. Meskipun sikap Taehyung memiliki sikap yang dingin, tapi Eunha mau juga dengan pria seperti Taehyung

"Aku anggap itu juga pujian untukku, Ssaem," sahut Taehyung.

"Memang seharusnya kau fokus dengan kesehatanmu. Kau selalu memaksakan dirimu saat kondisimu sedang tidak baik. Nikmati hidupmu, jangan terus bersikap kaku, malu dengan anakmu nanti," tutur Yook Ssaem.

"Sudahlah, sebaiknya kita pergi. Dia akan terus menceramahi ku kalau kita tetap di sini." Taehyung bersikap tidak ingin mendengar Yook Ssaem yang akan menceramahinya.

"Anak kurang ajar, aku juga ayah untukmu. Aku sudah mengenalmu sejak kau masih kecil dan sekarang kau sudah memiliki istri. Tolong, nikmati kebahagiaan di sisa hidupmu." Yook Ssaem menangis mengingat tentang perjuangan Taehyung selama ini. Dia yang tahu perjalanan hidup Taehyung, dia yang juga sering melihat Taehyung saat masa terpuruknya.

"Kalau tidak aku anggap Ayah, untukku, aku juga sudah pergi. Siapa yang mau dengan pria se-cerewet dirimu, Song Eomma saja bahkan belum juga menerima cintanya." Taehyung masih saja bersikap tidak serius dengan yang Yook Ssaem katakan.

"Song Eomma?" tanya Eunha menatap Taehyung.

"Ya, dia mendekati Song Eomma. Sayangnya, belum juga mendapatkan jawaban," jawab Taehyung dengan percaya diri.

"Kau mengejek diriku sekarang, kemari kau anak kurang ajar."

Begitulah Yook Ssaem dan Taehyung, mereka memang sering berdebat. Namun, bukan berarti mereka membenci. Taehyung bersyukur dekat dengan orang-orang seperti Yook Ssaem yang selalu mendukungnya sampai detik ini. Mungkin orang lain akan berpikir kalau Taehyuny memiliki sikap yang dingin, angkuh bahkan kaku. Namun, yang orang terdekatnya tahu. Taehyung sosok yang kuat, perhatian, dan rela berkorban untuk keluarganya.

"Maaf, Tuan." Ryu datang dan membisikkan sesuatu pada Taehyung.

Ryu memberitahu sesuatu pada Taehyung tanpa Eunha dengar. Dia hanya menatap mereka berdua, saat Ryu membisikkan kabar pada tuannya itu.

"Kau sudah pastikan?" tanya Taehyung sambil menatap dengan serius ke arah Ryu.

"Sudah, Tuan."

"Ada apa, Oppa?" tanya Eunha yang penasaran dengan apa yang mereka bahas.

"Tidak ada, sebaiknya kita pulang. Aku lelah sekali." Taehyung mengalihkan pembicaraan Eunha begitu saja.

Tanpa bertanya lagi, Eunha mengiyakan ajakan Taehyung. Entah masalah apalagi, setelah mendapatkan kabar dari Ryu, Taehyung hanya banyak diam. Tiba-tiba Eunha tidak berani untuk bertanya pada Taehyung apa yang sebenarnya terjadi.

Touch of Heaven (KTH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang