Taehyung pergi ke rumah sakit bersama Eunha, dia ingin menemui Hyun Ae yang Jungkook bilang sudah sadar. Sekalian mengantar Eunha yang akan bertugas. Taehyung sekalian melihat kondisi Hyun Ae.
Sebelum masuk ruangan dan melakukan tugas prakteknya, Eunha sedang berdiri di depan Taehyung yang tidak melepaskan genggaman tangannya pada Eunha. Mereka saling berhadapan, dan menatap satu sama lain. Mereka tidak peduli orang disekitarnya menatap iri karena keromantisan mereka.
"Oppa, aku harus bertugas. Kita obrolkan itu nanti," ujar Eunha. Bukannya pergi, Taehyung menarik tubuh Eunha lebih dekat padanya, dan memeluknya.
"Oppa, akan banyak yang melihat." Eunha berusaha untuk melepaskan pelukan Taehyung, namun gagal.
"Aku mencintaimu." Taehyung membisikan tepat di telinga kanan Eunha dan mencium pipinya. Dia tak pernah malu mengumbar kemesraan di depan umum. Ya, meskipun Taehyung bukan tipe pria yang romantis. Namun, hal ini sudah membuat Eunha bahagia bisa hidup bersama pria yang sangat mencintainya.
Pipi Eunha terlihat merah karena tersipu malu. Dia tersenyum tanpa menatap Taehyung yang memandangnya. Taehyung kemudian melepaskan pelukannya dan memegang pipi Eunha, "Selamat bekerja, Sayang."
Siapa yang tidak bahagia, diperlakukan spesial oleh pasangannya. Meskipun masih ada perasaan bersalah, Eunha merasa beruntung memiliki pria sebaik Taehyung. Dia berada di tempat yang nyaman, dengan pria yang tepat juga. Dicintai oleh pria yang sangat Eunha cintai juga.
Setelah mencium Eunha, Taehyung menatap Eunha yang dipeluknya, "Apa suamimu ini tidak mendapatkan balasan ciuman sebelum aku pergi?" goda Taehyung.
Tanpa ragu, Eunha mencium bibir Taehyung singkat, "Sudah kan?" Taehyung kembali tersenyum menatap Eunha.
"Apa Oppa akan ke kamar Hyun Ae Eomma?" tanya Eunha setelah memberikan ciuman singkat pada Taehyung.
"Iya. Setelahnya aku harus ke perusahaan cabang. Ada yang harus aku selesaikan. Nanti aku akan menjemputmu," jelas Taehyung.
"Baiklah. Aku akan bersiap dulu. Berhati-hatilah," ujar Eunha pada Taehyung.
Setelahnya Taehyung pergi ke ruang rawat Hyun Ae. Saat baru masuk, terlihat ada Jungkook yang sedang duduk di samping Hyun Ae.
"Bagaimana kondisi Eomma?" tanya Taehyung pada Jungkook.
"Hyung sudah datang." Jungkook menatap ke arah Taehyung yang sudah berdiri di hadapannya.
"Putraku." Taehyung memeluk Hyun Ae yang menyambut pelukannya.
"Kalian jangan bertengkar lagi. Eomma mohon." Hyun Ae sudah menangis dalam pelukan Taehyuny. Di tempat lain, Junghyuny hanya terdiam sambil menatap mereka berdua.
Jungkook seketika teringat tentang keegoisan dirinya yang sudah memusuhi kakaknya hanya karena wanita yang mereka cintai sama. Tidak sepadan memang, apa yang Jungkook lakukan dengan apa yang Taehyuny berikan padanya. Perjuangan Taehyung pada adiknya tidak pernah setengah-setengah. Namun, saat Taehyung mencintai wanita yang juga mencintainya, Jungkook marah. Dia bersikap egois, dia memusuhi Taehyung hanya karena merasa kebahagiaannya di ambil.
Setelah bertemu dengan Hyun Ae, Taehyung sedang duduk di depan ruang rawat di ikuti Jungkook yang menutup pintu kamar Hyun Ae pelan. Baru saja Hyun Ae tertidur efek obat yang diberikan. Dokter menyarankan untuk Hyun Ae tidak memaksakan dirinya.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua. Sampai Jungkook memberanikan diri untuk bicara pada Kakaknya.
"Hyung, maafkan aku. Aku—"
"Sudah tidak perlu lagi membahasnya. Aku tidak ingin kita terus bersikap seperti anak kecil yang tidak diberikan apa yang di mau. Aku harap kau bisa mengerti apa yang kemarin aku katakan. Aku tidak menyalahkan dirimu yang bersikap memusuhi ku hanya karena Eunha memilihku. Aku pasti akan bersikap seperti itu, bahkan aku bisa lebih dari itu. Aku yang bersalah, aku minta maaf sudah mengambil apa yang seharusnya membuatmu bahagia." Kali ini mereka harus menyelesaikan masalah mereka berdua dengan benar. Agar tidak berlarut dengab masalah yang akan membuat Eunha terluka.
"Aku hanya ingin membahagiakan Eunha di sisa hidupku. Setidaknya kau bisa mengisi harinya setelah kepergianku. Hapus air matanya untuk ku. Buat dia tersenyum tanpa pernah mengingat kesedihan dalam hidupnya. Untuk sekarang aku bersikap egois, saat aku dihadapkan dengan maut, aku memilih untuk bersamanya, bukankah aku bersikap jahat untuk itu? Aku hanya ingin dia bahagia, itu saja," tutur Taehyung. Hal yang begitu dia takutkan meninggalkan Eunha dan orang terdekatnya dengan kesedihan yang mendalam.
"Sakit mendengarmu mengatakan tentang ajalmu, tapi aku bahkan tidak peduli tentang itu beberapa waktu lalu. Aku mohon maafkan aku." Jungkook merasa sangat bersalah, padahal Taehyung sudah memohon padanya agar Jungkook memberinya waktu. Namun, bukannya dia menuruti apa yang kakaknya mau. Dia malah memusuhi, bersikap egois karena apa yang seharusnya miliknya lebih memilih Taehyung daripada dirinya.
Jujur saja, Jungkook masih mencintai Eunha. Namun, dia tidak bisa terus bersikap keras kepala dan memutus hubungan adik kakak hanya karena keegoisannya. Apa yang Taehyung lakukan tidak akan sepadan dengan yang Jungkook akan berikan pada kakaknya. Sejak kecil, saat anak seusia Taehyung masih senang untuk bermain, tidak dengan Taehyung, dia rela dan mau bekerja untuk bertahan hidup. Taehyung kecil harus merawat Jungkook yang berusia 5 tahun saat Ayah mereka bekerja dan jarang sekali pulang.
Taehyung dituntut dewasa sebelum waktunya, dia bersikap sebagai kakak yang ingin membuat adiknya tidak sama sepertinya, menjalani hidup susah sejak kecil. Apa yang Jungkook mau, Taehyung pasti memberikannya. Dia rela tidak makan, bahkan di hajar sampai babak belur hanya untuk melindungi Jungkook. Bahkan saat kebenaran tentang identitas Taehyung sesungguhnya terkuak, dia masih membiayai hidup Jungkook meski dia tahu Jungkook bukan adik kandungnya. Mereka hidup bersama sejak kecil, tidak ada istilah saudara angkat ataupun apa, yang pasti untuk Taehyung, apa yang Jungkook mau, dia pasti akan mengabulkan.
Namun, untuk sekarang dia bersikap egois. Dia memilih hidup bersama Eunha yang juga mencintainya. Dia tidak bisa membohongi dirinya saat Jungkook juga memiliki perasaan yang dengannya.
"Berjanjilah untuk hidup sampai aku mendapatkan pengganti cintaku yang kau ambil itu," ujar Jungkook.
"Kau itu—" Taehyung mengacak rambut Jungkook hal yang jarang dia lakukan setelah masalah di antara mereka.
"Hyung, kau merusak tatanan rambut ku," tegas Jungkook. Dia merasa kesal dengan sikap Hyungnya.
"Sudahlah aku pergi dulu, hubungi aku kalau ada apa-apa. Aku ada meeting hari ini. Maafkan aku tidak bisa menemani Eomma," jelas Taehyung.
"Aku pikir, Hyung harus mulai fokus dengan kesehatanmu."
Taehyung memukul perut Jungkook dengan sikunya pelan, dan berjalan pergi. Dia selalu mengalihkan pembicaraan ketika ada yang membahas tentang kesehatan.
Semoga kali ini Jungkook tidak lagi bersikap egois, dia benar-benar sadar dengan yang dikatakan. Dia merelakan perasaannya yang tak terbalas oleh Eunha.
***
Di kamar operasi, Eunha sedang fokus dengan prosedur operasi yang dijalankan. Sebenarnya kepalanya masih terasa sakit, meskipun sudah minum obat. Namun, dia harus tetap fokus dengan yang dilakukan karena nyawa pasien ada di tangannya sekarang. Sedikit saja dia melakukan kesalahan, itu akan membuat fatal.
Eunha terlihat menghentikan apa yang dilakukan, dia merasakan kepalanya berdenyut tak tertahankan, membuatnya diam sejenak, "Dokter, Anda tidak apa-apa?" tanya seorang perawat yang membantunya di ruang operasi.
"Aku tidak apa-apa." Walau sesungguhnya dia tidak merasa baik, tapi dia tetap melanjutkan operasinya, dia hampir menyelesaikan operasinya. Setelahnya di bisa istirahat karena tidak tahan dengan kepala yang terus berdenyut.
Dan akhirnya, operasi yang Eunha lakukan selesai. Setelah di membersihkan tangannya dan bersiap ke ruangannya. Langkahnya terhenti, kepalanya kembali berulah, sekarang lebih parah lagi, matanya berkunang dan setelahnya di terjatuh ke lantai saat tubuhnya tidak kuat lagi bertahan dengan rasa sakit di kepalanya.
"Dokter Eunha!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch of Heaven (KTH)
Fan-Fictiondi harap membaca novel berjudul "PROMISE (KTH)" sebelum membaca cerita ini biar tahu bagaimana alur sebelumnya . Happy Reading😊 By: nyemoetdz 01/03/2022
