Do Jun sedang di cari oleh pihak polisi, karena kasus pengerusakan rumah Eunha, pemerasan bahkan penipuan yang direncanakan olehnya. Tidak ada yang tau ke mana Do Jun pergi, dia seperti di telan bumi, Do Jun tidak ada kabar sama sekali. Dia akan dengan mudah bersembunyi saat dia bersama kelompok gangster nya.
Hak yang seharusnya milik Eunha sepenuhnya kembali padanya. Do Jun tidak bisa mengancamnya lagi, sudah jelas secara hukum apa yang Do Jun katakan hanya sebuah kebohongan, dia menipu Eunha dan merugikan Eunha.
Tentang kabar Hyun Ae, dia sudah pulang dan kondisinya berangsur membaik. Meskipun masih menggunakan alat bantu jalan karena kaki kanannya masa pemulihan. Namun, dia masih tidak ingat dengan Taehyung.
"Sayang, ayo--" ucap Eunha saat Taehyung hanya diam sambil menatap sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Ada apa? Kenapa malah melamun di sini?" tanya Eunha lagi, Taehyung tetap diam dan fokus dengan yang dilihat.
"Tunggu disini sebentar." Taehyung meminta Eunha untuk tetap di tempatnya.
"Apa terasa sakit?" tanya Eunha.
"Tidak. Hanya saja, tunggu dulu di sini," ujar Taehyung.
Eunha menatap ke arah yang Taehyung lihat. Hanya dua orang anak kecil yang sedang bersama. Mereka sedang berteduh dari guyuran air hujan yang begitu lebat. Dan Taehyung sejak tadi fokus pada mereka, sepertinya, anak kecil itu mengingatkan Taehyung akan dirinya dulu.
"Sebentar tunggu disini." Taehyung berlari ke tempat dimana kedua anak kecil itu sedang berteduh, dengan sang kakak yang menutupi kepala sang adik dengan tas miliknya. Tak lama Taehyung segara kembali ke tempat Eunha yang menatap apa yang Taehyung lakukan.
"Sayang, bisakah kamu pesankan mereka makan. Aku segera kembali," ujar Taehyung, setelahnya dia berjalan masuk ke pusat perbelanjaan. Dia tidak menjelaskan apa yang ingin dilakukan pada Eunha.
Belum sempat bertanya, Taehyung sudah pergi. Membiarkan tubuhnya yang sedikit basah karena hujan. Eunha tersenyum ke arah kedua anak itu dan mengajaknya masuk ke tempat makan. Sambil menunggu Taehyung yang entah pergi kemana, Eunha mencoba mengajak mereka bicara. Sikap sang adik sangat periang, beda dengan sang kakak yang sejak tadi seperti banyak diam, sepertinya dia takut, tapi juga dia ingin melindungi adiknya.
"Makanlah, kita tidak berniat buruk pada kalian," ujar Eunha menyodorkan makanan yang dia pesan.
"Ini enak, Hyung. Cepat makanlah. Nanti kalau kau tidak segera memakannya, aku akan menghabiskannya," jawab sang adik. Dia terlihat senang dengan hidangan yang Eunha pesankan untuknya.
"Makan sampai puas, kalian bisa memesannya lagi kalau kurang," sahut Eunha.
"Benarkah, Noona. Boleh ak--" Sang Kakak menutup mulut adiknya yang terus saja bicara tanpa malu.
"Telan yang ada di mulutmu itu, tidak sopan, makan sambil bicara." Sang kakak mengingatkan adiknya untuk tidak bicara saat mulutnya masih penuh.
Eunha hanya tersenyum mendengar apa yang sang kakak lakukan untuk mengingatkan sang adik. Mereka begitu manis.
"Ganti pakaian kalian dengan yang kering." Taehyung datang dengan membawa beberapa paper bag yang berisih pakaian.
"Tapi--"
"Wah, mainan!" Seru sang adik saat melihat satu paperbag berisi mainan untuk mereka.
"Kenapa Tuan baik kepada kita? Kita tidak meminta ini. Apa jangan-jangan Anda berencana untuk menculik kita?" tegas Sang kakak. Dia mulai menatap tajam ke arah Taehyung.
"Apa kau lupa denganku, kau yang menabrak mobilku dengan sepedamu waktu itu." Taehyung coba mengingatkan anak itu akan kejadian mereka bertemu pertama kali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch of Heaven (KTH)
Fiksi Penggemardi harap membaca novel berjudul "PROMISE (KTH)" sebelum membaca cerita ini biar tahu bagaimana alur sebelumnya . Happy Reading😊 By: nyemoetdz 01/03/2022
