"Apa kalian pikir aku seperti mainan? Yang harus dimiliki siapa saja?" tanya Eunha dengan berlinang air mata.
"Jungkook aa, aku sudah katakan padamu untuk merelakan diriku. Sampai kapanpun perasaan ku padamu akan tetap sama. Dan Oppa, kenapa Oppa begitu mudahnya mengatakan tentang kematian saat aku ingin berjuang demi kesehatanmu. Hidupku memang tidak beruntung, dan tidak ada yang bisa hidup bahagia bersamaku, orang tuaku saja meninggalkanku. Benar, aku hanya gadis pembawa sial. Dan kesialanku datang kepada kalian. Membuat kalian bertengkar karena ku. Mungkin memang sebaiknya aku yang pergi," ucap Eunha.
"Jangan gila, turun sekarang!" Taehyung terlihat panik saat Eunha begitu menyalahkan dirinya. Ini bukan rencananya, dia hanya ingin menjelaskan apa yang terjadi pada Jungkook.
Eunha sudah berlinang air mata, dia merasa bersalah. Karenanya adik kakak ini bertengkar. Masalah semakin panas saat Jungkook tetap saja tidak bisa menerima kenyataan kalau Eunha lebih memilih Taehyung, dan saat Jungkook mencoba membuka hatinya, Taehyung yang menghindari Jungkook. Entah akan sampai kapan mereka akan terus begini.
"Aku hanya ingin hidup bahagia dengan seorang yang aku cintai. Hanya itu!"
Eunha menangis, dia menjerit, meluapkan emosinya. Taehyung yang memang di dekatnya segera berjalan ke arahnya dan langsung memeluknya. Dia tidak ingin apa yang Taehyung lakukan untuk membuat Jungkook sadar malah membuat Eunha celaka.
"Maafkan aku, ini semua salahku. Semua masalah yang datang padamu, adalah salahku." Suaranya teredam saat Taehyung mendekapnya, menangis dalam pelukkan suaminya.
Taehyung turun dari tempatnya berdiri dengan menggendong Eunha yang menangis. Masalah semakin rumit, saat Eunha menyalahkan apa yang sudah terjadi karena dirinya. Memang tidak ada keinginan untuk Eunha mengakhiri hidupnya.
Taehyung membawa Eunha dan membaringkannya di tempat tidur di ruangannya. Dia masih menangis, Jungkook juga ikut bersama mereka. Hal yang Taehyung kira akan membuat Jungkook sadar, berbalik pada Eunha yang menyalahkan dirinya. Dia kembali melakukan hal yang salah.
***
Karena kejadian itu, Taehyung membawa Eunha pulang. Eunha masih tetap diam saat Taehyung mengajaknya pulang.
"Sayang ..." panggil Taehyung pada Eunha.
"Aku lelah sekali. Aku ingin tidur lebih dulu." Eunha berjalan ke kamar tanpa mendengar apa yang akan Taehyung katakan padanya.
Eunha berjalan ke kamar, dia masih menyalahkan dirinya karena masalah yang dia berikan pada Taehyung dan Jungkook. Karenanya, mereka bertengkar. Pikirannya tidak henti-hentinya menyalahkan dirinya untuk itu semua.
Eunha yang berjalan lebih dulu ke kamar, membuat Taehyung segera menyusul dan mencari keberadaan Eunha. Saat Taehyung baru masuk kamar, dia tidak melihat Eunha. Namun, terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi menuntun Taehyung untuk masuk karena pintu kamar mandi yang juga tidak terkunci.
Eunha sedang berdiri dengan shower yang mengalir membasahi tubuhnya, dia menangis. Dia menyalahkan dirinya yang tidak beruntung. Seperti nasib buruk melekat pada dirinya, orang terdekatnya selalu pergi darinya. Sekarang masalah Jungkook dan Taehyung juga karena dirinya.
"Sayang ..."
"Maafkan aku, Oppa. Ini semua kesalahanku. Kalau saja aku tidak bersikap egois untuk bersamamu, hubungan kalian akan baik-baik saja." Air matanya bahkan tak terlihat karena guyuran dari shower yang membasahi pakaian yang masih melekat di tubuhnya.
Taehyung berjalan menghampiri Eunha, memeluk tubuh Eunha. Dia pun ikut basah oleh guyuran air yang terus mengalir, "Maafkan aku, Oppa. Maafkan aku." Kata maaf yang terus keluar dari mulut Eunha seperti tidak ada artinya untuk masalah kakak beradik itu.
Tanpa menjawab, Taehyung hanya memeluk Eunha. Mencium ujung kepala Eunha dan kembali memeluknya. Eunha kembali menangis dalam pelukan Taehyung di bawah guyuran air. Mereka tidak memperdulikan, jika seluruh tubuh mereka basah karena air yang terus mengalir.
***
Eunha sudah tenang, di terlelap dalam tidurnya. Tak jauh dari tempat Eunha, Taehyung menatap Eunha yang sedang tertidur. Dia yang membuat Eunha seperti ini. Sikap Jungkook dan dirinya yang melukai hati Eunha. Harusnya Taehyung juga tidak bersikap menjaga jarak dengan Jungkook. Namun, percuma saja Taehyung menyesalinya sekarang saat dirinya masih bersikap berbeda pada Jungkook.
[Kondisi Eomma berangsur membaik. Sepertinya malam ini, Eomma akan dipindahkan ke ruang rawatnya. Hyung bisa datang besok.]
Jungkook mengirimkan pesan untuk Taehyung, dia memang ingin pergi ke rumah sakit melihat kondisi Hyun Ae. Namun, kondisi Eunha membuatnya tidak bisa pergi. Dia melukai perasaan Eunha dan membuatnya menangis. Sikap yang Taehyung ambil salah, dia menyalahkan dirinya untuk itu.
***
Keesokan harinya, Eunha terbangun dan melihat Taehyung sedang tertidur di sampingnya. Dia bangun dan berjalan ke kamar mandi sebelum dia menyiapkan sarapan untuk suaminya. Dia sesekali memijat pelipis berharap sakit kepalanya segera hilang. Hari ini dia akan ada jadwal operasi, meskipun tubuhnya sangat lemas dan ingin tetap berbaring namun dia tidak bisa.
Di dapur, seperti biasa. Eunha menyiapkan sarapan untuk Taehyung, yang menu sarapan suaminya itu memang beda dari sarapan untuk mertua dan dirinya.
"Nona, cukup sajikan saja di piring, saya sudah menyiapkan bubur untuk Tuan Muda." Salah satu asisten rumah tangga di rumah Seokjin, ingin Eunha membiarkan mereka saja yang menyiapkan.
"Terimakasih, maaf aku bangun terlalu siang." Eunha tetap ingin menyiapkan sarapan untuk keluarga suaminya.
"Tidak apa-apa, Nona. Sudah tugas saya. Oh ya, apa Nona sedang kurang sehat? Nona terlihat pucat," ujar Bibi Choi tangga di kediaman Taehyung.
"Ah tidak kok, Ahjumma, aku baik-baik saja."
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Eunha berencana untuk membangunkan Taehyung yang ternyata dia baru keluar dari kamar mandi, dan segera bersiap.
"Apa merasa lebih baik?" tanya Taehyung pada Eunha yang sedang duduk di ujung tempat tidur sambil menatap Taehyung yang berjalan ke arahnya.
"Maafkan aku tentang semalam, aku--" Taehyung kemudian memeluk Eunha dan mencium kening istrinya itu.
"Jangan pernah menyalahkan dirimu untuk masalahku dengan Jungkook, sebab ini semua bukan karenamu. Aku tidak suka melihatmu menangis seperti kemarin. Aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi." Taehyung mengatakannya dengan sungguh-sungguh pada Eunha yang terlihat terluka kemarin.
Mata Eunha sudah berkaca-kaca, dia kembali menyalahkan dirinya lagi. Masalah yang terjadi antara Jungkook dan Taehyung bagaimana juga karena dirinya, "Maafkan aku, Oppa."
"Tatap mataku," jawab Taehyung. Pandangan mereka saling menatap satu sama lain.
"Aku mencintaimu, bukankah kamu menyakinkan diriku untuk itu. Aku sudah memilih apa yang harus aku lakukan. Saat kamu menyalahkan dirimu seperti ini, bagaimana denganku? Bukankah kita berjanji untuk bersama. Maafkan aku tentang kemarin, aku hanya ingin membuat Jungkook berpikir kalau apa yang selama ini dia pikirkan salah. Aku tidak bermaksud untuk melakukan hal bodoh itu. Aku begitu tiba-tiba mengambil keputusan tanpa aku bicara padamu lebih dulu. Tolong maafkan aku yang sudah membuatmu terluka." Dengan sambil terus menatap mata indah Eunha, Taehyung menjelaskan apa yang dia lakukan hanya untuk membuat Jungkook sadar.
Eunha menangis mendengar penjelasan suaminya, dia tidak bisa menahannya lagi. Saat Taehyung bingung akan perasaannya. Eunha yakin kalau dirinya akan membalas cinta Eunha. Dan keyakinan itu terjadi, bukankah sudah menjadi resiko saat Jungkook yang tidak terima dengan hal itu bersikap seperti kalau Taehyung merebut kekasihnya. Karena memang mereka mencintai perempuan yang sama. Namun, itu bukan kesalahan Eunha yang tidak membalas cinta Jungkook. Dia lebih memilih Taehyung yang begitu mencintainya juga, namun sempat menyerah dengan cintanya karena Jungkook mencintai Eunha.
Akankah kisah cinta segitiga ini berlanjut? Masihkah Jungkook tidak menerima kalau Eunha lebih mencintai Taehyung daripada dirinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch of Heaven (KTH)
Fanfictiondi harap membaca novel berjudul "PROMISE (KTH)" sebelum membaca cerita ini biar tahu bagaimana alur sebelumnya . Happy Reading😊 By: nyemoetdz 01/03/2022
