68

19 2 0
                                        

Eunha pingsan tepat setelah melakukan operasi pada pasiennya. Taehyung yang mengetahui hal itu segera kembali setelah Jungkook menghubunginya. Baru saja mobilnya keluar dari halaman rumah sakit, Taehyung harus memutar balik arah mobilnya, membuatnya harus kembali ke rumah sakit saat mengetahui Eunha pingsan.

Untungnya tidak terjadi apa-apa pada Eunha. Dia hanya lelah yang berlebihan, dia memang tidak mengatakan pada Taehyung kalau dirinya sedang kurang sehat. Eunha hanya tidak ingin Taehyung menyuruhnya di rumah saat dia harus melakukan tindakan operasi. Bukankah mereka sama keras kepala tentang kesehatannya.

Perlahan Eunha membuka mata. Kepalanya terasa pusing saat baru membuka mata. Hampir 2 jam, dan Eunha baru membuka matanya. Dia menatap ke sekitar ruangan, seperti dia sedang di ruang para dokter istirahat. Jarum infus menancap pada lengan kirinya.

Saat Eunha berusaha untuk bangun, Taehyung yang baru masuk berjalan ke arah Eunha, "Kamu memerlukan sesuatu?" tanya Taehyung. Eunha menggeleng pelan, kepalanya masih terasa sakit meskipun tidak sesakit tadi.

"Aku sudah meminta izin pada Professor Ha, kita bisa pulang sekarang setelah cairan infus habis," ujar Taehyung. dia duduk di dekat Eunha yang terbaring lemah dengan infus di lengannya.

"Kenapa tidak memberitahu kalau sedang kurang sehat?" tanya Taehyung. Dia bahkan tidak pikir dua kali saat mendengar kalau istirnya pingsan.

"Maafkan aku, Oppa. Aku pikir hanya merasa pusing saja. Dan aku ada operasi hari ini," jelas Eunha dengan suara lirih.

"Aku pikir aku bisa menjagamu, aku salah. Kamu bahkan sampai pingsan seperti ini. Maafkan aku," ujar Taehyung yang merasa bersalah.

"Tidak, Sayang. Aku baik-baik saja." Eunha memegang pipi Taehyung yang sedang duduk di sampingnya.

Taehyung melupakan pertemuan penting dengan kliennya. Dia khawatir dengan Eunha yang tiba-tiba pingsan. Eunha sendiri tidak pernah mengeluhkan rasa sakitnya pada Taehyung. Sejak kejadian dimana Taehyung mengobrol di atap rumah sakit dengan Jungkook, pikiran Eunha terus saja menyalahkan dirinya. Meskipun Taehyung sudah katakan kalau ini bukan kesalahannya, Eunha tetap merasa bersalah.

Tak jauh dari tempat mereka, Jungkook berjalan menghampiri mereka berdua. Jungkook sempat panik saat tahu kalau Eunha pingsan. Dia langsung menghubungi Taehyung yang baru keluar rumah sakit.

"Apa Noona merasa lebih baik?" tanya Jungkook yang tidak sungkan menghampiri mereka yang sedang berbincang.

"Ya, memalukan sekali aku pingsan di ruang operasi," jawab Eunha.

"Tapi Noona hebat, dengan kondisi yang kurang sehat, Noona menyelesaikan operasi tanpa ada kesalahan sedikit pun. Kalau aku pasti sudah tidak sanggup," ujar Jungkook

Merasa sejak tadi Taehyung hanya diam, Eunha memegang tangan suaminya dan menatapnya. Taehyung tersenyum memandang Eunha yang menatapnya.

"Kita sudah berbaikan, tidak perlu bersikap seperti itu. Benar tidak, Hyung," ujar Jungkook yang merasa jika Eunha mengkhawatirkan suaminya yang hanya diam ketika mereka berdua bicara.

"Tidak perlu memeluk ku saat kau ingin menunjukkan dirimu sudah tidak memusuhi ku lagi." Seperti tau apa yang akan Jungkook lakukan, dia membuat Jungkook terdiam dengan yang didengar.

"Kau sungguh jahat sekali padaku," jawab Jungkook.

"Oh ya, Hyung. Nanti mungkin Eomma diperbolehkan pulang." Lanjut Jungkook.

"Apa kondisinya benar-benar baik saja? Pulih kan kondisi Eomma di sini, kerjaanmu hanya tidur, siapa yang akan mengurus Eomma," sahut Taehyung. Dia selalu saja menggoda adiknya itu.

"Enak saja, aku yang mengurus Eomma dengan baik dan benar." Merasa apa yang Taehyung katakan tidak benar. Jungkook membantahnya.

"Benarkah begitu? Aku rasa tidak." ejek Taehyung yang terus menggoda Jungkook.

Eunha tersenyum mendengar perdebatan mereka berdua, ini yang sangat ingin Eunha lihat. Saat Adik kakak ini mulai bercanda satu sama lain. Dia merasa lega melihat semua itu, perasaan bersalahnya berkurang ketika melihat senyum yang terlihat dari bibir Taehyung dan Jungkook saat mereka berdebat kecil dengan bergurau.

"Katakan kepadaku, apa Jungkook memang suka sekali tidur?" tanya Eunha.

"Dia bahkan tidak bangun saat aku menjahilinya. Saat dia tidur, dia seperti mayat hidup saja," ejek Taehyung.

Jungkook menatap tajam kakaknya yang sedang menjelekkan dirinya di depan Eunha, "Kau terlihat ingin memukulku adik manis." Taehyung mengusap kepala Jungkook tanpa di balas. Dia hanya mengendus kesal melihat kakaknya begitu menjengkelkan untuknya.

Eunha berharap, semoga ini bukan sebuah kebohongan lagi yang Jungkook tutupi dan berakhir sikapnya berubah saat dia merasa kurang beruntung. Eunha berharap mereka berdua tidak lagi bermusuhan hanya karena dirinya. Jungkook sendiri harus berusaha merelakan Eunha untuk bersama Kakaknya.

***

Sesampainya di rumah, Taehyung membantu Eunha untuk berbaring. Sejak dia bekerja di rumah sakit, dia harus mengatur waktu bertugas di klinik miliknya sendiri. Belum lagi akhir-akhir ini perasaannya bagaikan dirinya yang terombang-ambing di lautan tanpa tujuan. Namun, dia tidak pedulikan tubuhnya sendiri saat dia fokus dengan kesehatan Taehyung.

"Berhentilah dari pekerjaanmu di rumah sakit, fokuslah di klinik. Kamu hanya akan memforsir tubuhmu kalau kamu seperti ini." Taehyung sedang mengusap surai lembut milik Eunha yang kepalanya disandarkan di pangkuannya.

"Tapi aku tidak akan memaksamu untuk itu. Kamu bisa melakukan apa saja asal bagi waktumu. Meskipun aku berharap kamu bisa mengambil cuti beberapa bulan untuk fokus denganku."

Eunha yang mendengar ucapan Taehyung seketika menatapnya. Ucapan suaminya seperti isyarat untuk Eunha. Dia duduk dan langsung memeluk Taehyung yang membalas pelukannya juga.

"Aku akan fokus pada Oppa. Harusnya memang aku fokus pada Oppa." Dia tidak melepaskan pelukannya.

"Apa akan terus seperti ini?" tanya Taehyung saat Eunha tidak melepas pelukannya. Bau tubuh Taehyung membuatnya nyaman. Dia sangat senang dengan aroma parfum yang Taehyung kenakan.

"Haruskah kita melakukannya saat kondisi tubuhmu sedang tidak baik?" Bisik Taehyung yang sengaja menggoda Eunha.

"Jangan coba-coba. Aku tidak akan melepaskan pelukan Oppa."

Karena Eunha mempererat pelukannya, Taehyung yang berusaha menggoda Eunha. Mencium telinga dan sesekali meniup telinga Eunha, membuatnya merasa geli dengan tiupan suaminya. Sesekali dia juga mencium telinga Eunha, membuat Eunha kegelian dengan yang Taehyung lakukan.

"Sayang ..."

Ucapannya seketika terendam saat Taehyung mencium bibir Eunha. Dia kulum bibir ranum istrinya itu, tanpa perlawanan lagi, Eunha membalas ciuman yang Taehyung lakukan kepadanya. Bibir mereka saling beradu satu sama lain, melumat bahkan menghisap pelan.

"Terimakasih, Sayang. Aku mencintaimu." Eunha kembali mencium bibir Taehyung setelah mengatakannya.

Malam ini mereka tidak melakukan hubungan intim yang biasa mereka lakukan, mereka hanya berciuman setelahnya Eunha tidur dalam pelukan Taehyung.

Saat Eunha terlelap, Taehyung yang belum tidur memikirkan hal yang mengganggu dirinya beberapa waktu ini. Hal yang tidak pernah siapapun tahu, Taehyung tidak menceritakan hal yang dia sedang pikirkan pada siapapun.

Haruskah Taehyung menceritakan apa yang mengganggu pikirannya pada Eunha. Dia hanya tidak ingin membebani Eunha dengan apa yang dia pikirkan. Namun, bukankah begitu sikap Taehyung. Dia tertutup pada siapapun, begitu juga Eunha.

Taehyung menatap Eunha yang sudah pulas. Istrinya itu begitu cantik meskipun sedang tidur. Terlintas dalam pikiran Taehyung, bagaimana Eunha nanti saat Taehyuny benar-benar pergi. Dia tidak bisa memaksa Eunha agar mau bersama Jungkook saat dia tiada. Itu sama saja Taehyung memaksakan kehendaknya kepada Eunha yang tidak mencintai Jungkook.

"Kebahagiaan seperti apa yang harus aku tinggalkan untukmu." Taehyung mengusap pelan pipi Eunha dengan jempolnya. Wanita di depannya ini sudah merubah seorang Kim Taehyung.

"Maafkan aku."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 23 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Touch of Heaven (KTH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang