58. Hyperactive

1.7K 170 2
                                        

Happy reading!!!!





Ada waktu dimana Damian lelah menghadapi tingkah putra tunggalnya. Bukan lelah sampai membuatnya marah, lebih tidak habis pikir dengan tingkah putranya yang terlalu kelewat aktif.

Dihari Sabtu pagi ini, putranya sudah siap melakukan semua proyek yang ada di kepala kecilnya itu.

Pertama, Deva membawa beberapa selimut tipis dan dibawanya ke taman belakang mansion. Deva menggelar selimut-selimut itu untuk dijadikan alas.

Tidak lupa, Deva membawa Aster untuk ikut bergabung dengannya. Lalu Deva kembali masuk dan membawa sebuah kontainer kecil yang tertutup. Para pelayan yang melihatnya menebak pasti kontainer itu berisi mainan tuan muda mereka.

Dikeluarkannya semua mainan yang ada didalam kontainer. Aster duduk diam disebelah Deva. Merasa bosan karena tidak melakukan apapun, Aster berdiri dan hendak pergi. Namun, sebelum Aster melangkahkan kakinya, tubuhnya sudah diangkat oleh Deva dan didekap, sembari Deva memilah mainan mana yang akan ia  mainkan.

Pilihan Deva jatuh pada memancing ikan. Deva pergi ke kolam, lalu menaburkan ikan mainannya kedalam kolam kecil. Seketika ikan-ikan itu terapung. Deva kemudian duduk ditepi kolam, masih dengan Aster yang berada di dekapannya.

 Deva kemudian duduk ditepi kolam, masih dengan Aster yang berada di dekapannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Gambaran kolam)

Alat pancing Deva lemparkan seakan ia memang memancing ikan sungguhan. Namun, baru beberapa menit Deva sudah merasa bosan dan meninggalkan mainannya begitu saja.

Deva kembali melihat apalagi yang bisa ia mainkan. Lalu, matanya melihat toples kaca berisi sticker. Deva mencoba membuka tutup toples itu, namun dirinya kesulitan.

Melihat ke sekelilingnya, berharap ada seseorang yang bisa dimintai tolong. Senyumnya terbit ketika Deva melihat seorang pelayan laki-laki.

"Om, tunggu!" Teriak Deva, agar pelayan itu mendengarnya dan tidak pergi, mendekati sang pelayan dengan berlari

Sang pelayan yang mendengar teriakan tuan mudanya dengan segera menghampiri ketika melihat tuan mudanya berlari.

"Tuan muda tunggu saja disana." Kata si pelayan.

"Ada yang bisa saya bantu, tuan muda?" Tanya si pelayan, ketika sampai dihadapan Deva.

"Tolong bukain ini." Deva mengulurkan toples kaca itu dengan satu tangan, sebab satu tangannya masih mendekap Aster.

" Deva mengulurkan toples kaca itu dengan satu tangan, sebab satu tangannya masih mendekap Aster

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Real HeirsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang