Kehidupan Baru
Disini kalian akan ketemu sebentar sama Ayden kemasan sachet🤭
Happy reading!!!!
Damian berlari tergesa-gesa di lorong rumah sakit setelah mendapat kabar jika sang istri jatuh pingsan. Setiap orang yang melihatnya pasti akan tau jika Damian tengah dilanda panik.
Setelah sampai disalah satu bilik yang ada di UGD, Damian membuka tirai dan langsung disuguhkan pemandangan Athalia yang tengah terbaring yang masih memejamkan matanya.
"Keluarga pasien?" Tanya seorang dokter yang menghampiri Damian.
"Ya, saya suaminya" jawab Damian.
"Bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Damian.
"Istri anda baik-baik saja, pasien hanya kelelahan. Istri anda hanya perlu mengurangi pekerjaannya dan tidak beraktivitas berat, sebab awal kehamilan itu sangat rentan" ujar dokter.
"Istri saya hamil?" Ujar Damian terkejut.
"Iya, ini hasil tes darah istri anda" sang dokter memberikan hasil uji laboratorium milik Athalia pada Damian.
"Anda tidak tau jika istri anda tengah mengandung?" Tanya sang dokter.
Damian hanya menggeleng dan mengatakan jika istrinya juga sepertinya belum mengetahui hal itu.
"Kalau begitu, selamat atas kehamilan istri anda" sang dokter menyalami Damian, memberi selamat.
Damian menerima jabatan tangan itu tanpa sepatah katapun, dirinya masih tidak percaya jika penantiannya selama 10 tahun ini terwujud. Damian juga baru mengingat jika besok adalah hari ulang tahunnya, membuatnya merasa tuhan memberikan hadiah yang sangat besar hingga tidak bisa dinilai harganya.
Damian kembali ke bilik tempat Athalia berbaring, dan sesaat kemudian Athalia telah siuman.
"Dear, you heard me?" Ucap Damian. Tangannya menggenggam tangan Athalia yang bebas dari infus.
"An" ucap Athalia, dengan suara lirih dan serak.
"Sebentar, aku akan memanggil dokter" Damian hendak bangkit dari duduknya, namun dicegah oleh Athalia.
"I'm okay, An" ucap Athalia, dengan suara lemahnya.
"You not, you overworked. Aku tidak ingin terjadi apapun padamu dan anak kita" ujar Damian.
"Anak kita?"
"An, I'm pregnant?" Athalia berucap tidak percaya.
"Yes, Dear. Untuk memastikan agar tidak terjadi apapun, sebaiknya kita periksakan" Damian mengecup kening dan bibir Athalia, menyalurkan rasa sayang dan bahagianya.
Setelah melakukan pemeriksaan kehamilan, usia kehamilan Athalia sudah memasuki Minggu keenam. Athalia tidak mencurigai apapun, sebab, beberapa bulan belakangan jadwal menstruasinya tidak teratur akibat stress karena pekerjaan, ditambah Athalia tidak merasakan perubahan atau tanda-tanda kehamilan seperti morning sickness.
Athalia dirawat selama dua hari atas permintaan Damian, untuk memastikan sang istri baik-baik saja dan sekaligus bisa beristirahat total.
Perubahan itu mulai nampak, namun bukan pada Athalia, melainkan terjadi pada Damian.
Damian mulai mengalami fase morning sickness dan fase ngidam. Orang-orang menyebutnya. Sedangkan Athalia, ia hanya menjadi tidak suka makanan pedas, padahal dirinya termasuk penikmat makanan pedas, terlebih lagi yang berkuah.
Setiap pagi Damian akan mengalami mual dan muntah, namun, tidak ada yang keluar kecuali cairan bening. Tidak jarang Damian akan tumbang saat mengalami morning sickness.
