12. Mama

12.7K 732 3
                                        

Deva, Damian dan yang lainnya tiba di mansion utama Manuella bertepatan waktu makan siang. Deva merasa takjub dengan mansion yang dari luar saja sudah terlihat seperti istana dalam dongeng. Mansion itu bergaya klasik Eropa dengan dominan warna putih dan emas menambah kesan menawannya.

"Kita makan siang dulu, setelah itu akan kami tunjukkan seluruh mansion ini pada Didi" ujar Charvi.

Hidangan sudah disiapkan oleh para pelayan dan koki mansion, Damian juga sudah memberitahu apa yang tidak bisa putranya konsumsi.

Setelah selesai makan siang, Damian mengajak Deva untuk menuju kamar milik Deva yang dulunya sempat digunakan kurang dari dua tahun. Letak kamar Deva tepat bersebelahan dengan kamar milik Damian dan diapit ruang kerja miliknya juga yang sama-sama memiliki pintu penghubung untuk ke kamar itu.

 Letak kamar Deva tepat bersebelahan dengan kamar milik Damian dan diapit ruang kerja miliknya juga yang sama-sama memiliki pintu penghubung untuk ke kamar itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Kamar Deva diisi dengan berbagai figura bertemakan astronot dan kendaraan udara. Deva sangat menyukai hal yang berbau astronot dan kendaraan udara dan hal itu tidak berubah sampai sekarang.

"Dulu Didi sangat suka membawa ini kemanapun" Damian memberikan figura pesawat berwarna putih dan warna biru di bagian ekor pesawat. Salah satu roda belakang figura itu hilang dan badan pesawat yang terdapat banyak baretan.

"Dulu pesawat ini sempat hilang beberapa hari dan ditemukan di taman belakang dalam semak-semak, saat ditemukan roda pesawatnya sudah hilang, selama pesawatnya hilang Didi tidak berhenti menangis sampai membuat mama dan kami semua khawatir karena Didi sampai demam" Damian menjelaskan apa yang menimpa figura pesawat itu, karena diantara yang lainnya hanya pesawat itu yang nampak lusuh.

"Mama?"

Damian mengajak putranya untuk ke kamarnya melalui pintu penghubung. Damian menunjukkan foto besar yang dipajang di dinding. Itu adalah foto pernikahannya dengan Athalia.

"Ini mama, orang yang membuat papa jatuh cinta dan mengajarkan papa bagaimana mencintai seseorang" Damian menggendong Deva agar bisa lebih dekat dengan foto itu.

Satu kata yang bisa Deva pikirkan ketika melihat foto sang ibu, cantik.

"Cantik" celetuk Deva.

"Hm, mama adalah wanita yang sangat cantik" Damian ikut memandang dalam foto pernikahan miliknya.

"Ada yang lain?" Tanya Deva.

"Didi mau melihatnya?" Deva mengangguk, mengiyakan pertanyaan Damian.

Damian mengeluarkan album foto dari dalam lemari hitam yang ada di kamar. Terdapat 3 album dengan warna berbeda, ada dua album foto paling tebal diantara ketiga album foto itu.

"Ini berisi foto-foto mama dan papa dari awal menikah tapi lebih banyak foto mama karena papa lebih suka memotret mama" album pertama yang juga paling tebal berisi foto dari awal pernikahannya sampai sebelum Deva hadir.

Athalia adalah seorang jaksa, dalam album itu terdapat banyak foto Athalia saat sedang berada dipersidangan.

"Mama adalah jaksa yang sangat hebat, mama juga menjadi pengacara pribadi papa sampai sebelum Didi datang ke perut mama" Damian mengambil foto athalia dalam album, didalam foto itu Athalia mengenakan pakaian kerjanya dan berfoto sangat anggun.

The Real HeirsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang