50. Alexa

2.6K 266 19
                                        

Aku mau up lagi nanti malam💃





Happy reading!!!!








Deva sudah keluar dari rumah sakit sejak dua hari yang lalu. Sejak kejadian Deva keracunan, Damian semakin ketat menjaga apa yang akan putranya konsumsi.

Di mansion selain para pelayan dan penjaga saat ini hanya tersisa Damian dan Deva. Sedangkan yang lain tengah sibuk bekerja dan menuntut ilmu.

Seorang penjaga menghampiri Damian yang tengah menemani putranya menyusun puzzle.

"Tuan, ada seorang perempuan yang mengaku teman anda. Nama perempuan itu Alexa Hanson." Ujarnya.

"Biarkan dia masuk." Ucap Damian.

Tidak lama seorang wanita berambut panjang yang mengenakan crop top hitam dibalut dengan balzer berwarna putih gading dengan celana panjang berwarna senada berjalan mendekat. Setiap langkah wanita itu menimbulkan bunyi sebab sepatu tinggi berwarna hitam yang digunakannya.

"Hi, Dam. Hi, sweety." Sapa Alexa pada si tuan rumah.

Damian hanya membalas dengan deheman dan Deva membalas sapaannya.

"Hello, Alex."

Alexa sempat menemui Damian saat Deva masih di rumah sakit. Alexa adalah teman Damian saat sekolah di jenjang SMA sampai jenjang perkuliahan. Karena Damian lulus lebih dulu membuat keduanya jarang berinteraksi. Usia Alexa juga lebih tua lebih dari satu tahun dengan Damian.

Damian dan Alexa berbincang sambil Damian memperhatikan putranya.

"Dam, are you coming to the reunion?" Tanya Alexa.

"Depends on the situation." Balas Damian.

"You have to come, everyone is waiting for you." Ucap Alexa dengan nada memaksa.

Sekolah mereka akan mengadakan reuni beberapa Minggu lagi. Damian sudah tidak pernah datang lagi ke reuni sejak sang istri hamil, namun ia masih mengirim pesan atas ketidakhadirannya, dan ketika Damian kehilangan istri serta putranya, Damian menarik diri dari hal bersosial termasuk pada keluarganya.

"Papa, sudah selesai." Tunjuk Deva pada hasil menyusun puzzle.

"Good job, sayang. Mau minum?" Damian memberi apresiasi dengan mengecup setiap inci wajah putranya dan menawarkan susu.

"Heum." Deva mengangguk.

Damian meninggalkan putranya dengan Alexa untuk mengambilkan minum untuk putranya.

Alexa menatap Deva intens, memperhatikan wajah Deva dengan teliti. Wajah Deva sangat mirip dengan Damian saat remaja, hidung mancung, mata Bambi yang cantik dengan bola mata berwarna hazel, bulu mata panjang, rambut hitam pekat. Melihat itu membuat Alexa merasa kembali saat pertama kali bertemu dengan Damian yang berusia 13 tahun. Yang membedakan dengan Deva hanya bentuk bibir dan rambut. Deva memiliki bibir berbentuk hati sedangkan milik Damian sedikit tebal. Rambut Damian lurus sedangkan milik Deva sedikit wavy. Bibir Deva persis seperti ibunya, sedangkan rambutnya perpaduan antara sang ibu dan sang ayah.

"Papa lama sekali."

Alexa tersadar dari memandangi wajah Deva ketika mendengar keluhan putra Damian. Dirinya segera menyadarkan diri dan membuang jauh perasaannya yang kembali hinggap.

"Aku susul, papa kamu." Dengan kosa kata terbatas dan nada kaku, Alexa menawarkan diri untuk menyusul Damian.

Deva hanya mengangguk sebagai balasannya.

Sesampainya Alexa di dapur, dirinya melihat Damian sedang berbicara di ponsel. Dirinya ragu untuk mendekat karena sepertinya pembicaraan Damian sangat serius.

The Real HeirsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang