Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Spoiler next chapter maybe??A
Hazellio mendapat hukuman dari ayahnya setelah Athala mengetahui dari siapa Deva tahu kata buruk itu. Athala memerintahkan Hazellio untuk membersihkan seluruh halaman, termasuk kebun milik Diandra dan kebun yang berada dihalaman belakang, serta membersihkan kolam ikan milik Adrian yang memiliki ukuran lebih kecil.
Deva yang menyaksikan kakaknya tengah membersihkan kolam hanya tertawa sambil menikmati puding dingin buatan Tiffany.
"Koko, itu air mancurnya belum bersih!" Ucap Deva, sok memerintah diselingi tawa. Hazellio hanya mendengus mendengar ucapan adiknya, terlihat senang memintanya untuk istirahat. Bukan tanpa alasan Hazellio berpikir seperti itu, sang ayah sudah memberi ultimatum jika dirinya dilarang beristirahat sebelum hukumannya selesai. Tapi, tidak mungkin juga adiknya akan sejahat itu.
Hazellio memutuskan untuk mendekati adiknya. Hazellio tetap memberi jarak, sadar dirinya jika tubuhnya sedang kotor.
Deva memberikan satu cup puding yang memiliki rasa mangga untuk Hazellio. Namun, bukannya menerima puding itu, Hazellio meminta adiknya untuk menyuapinya dengan alasan tangannya kotor, padahal sebelum menghampiri Deva, Hazellio sudah cuci tangan lebih dulu. Cih, mencari kesempatan dia.
Deva menuruti permintaan kakaknya. Menyendokkan puding, lalu menyuapkannya pada sang kakak.
"Koko, habis makan puding ayo main lagi." Pinta Deva.
"Memangnya Didi ingin bermain apa?" Tanya Hazellio, setelah menelan pudingnya.
"Eum." Deva meletakkan jari telunjuknya di dagu, tepat dibawah bibir, berpose tengah berpikir.
🐼🐼🐼
Tikar jerami milik Diandra sudah digelar diatas rerumputan halaman belakang. Diatas matras terdapat berbagai perlengkapan melukis.
Cat minyak, Hazellio tuangkan cat minyak ke palet lukis. Saat ini Deva dan Hazellio akan menghabiskan waktu dengan melukis. Hazellio yang masih menjalankan kursus melukis dengan mudah mengaplikasikan setiap warna pada kertas yang masih putih bersih.
Sedangkan Deva tengah mengisi warna pada sketsa yang tadi Hazellio buat. Deva cukup menikmati acara melukisnya. Menikmati bagaimana bermain dengan warna untuk menghasil gambar yang lebih hidup.
Hazellio yang tengah fokus melukis, tiba-tiba merasa ada yang menyentuhnya dan terasa basah pada kulit lengannya. Saat matanya menangkap Deva yang menyentuh lengannya menggunakan jari telunjuk dan meninggalkan bekas berwarna hijau, sedangkan sang pelaku hanya tersenyum lebar.
"Tangan Didi, kotor." Deva menunjukkan jari telunjuknya yang terkena cat, dengan kuas yang masih dipegangnya.
Tidak terima dengan perbuatan adiknya, Hazellio membalas dengan memberikan cat pada tangan Deva. Berusaha agar tidak mengenai baju adiknya karena berwarna putih dan lumayan mahal untuk pakaian harian.