Hari Selasa tiba, dimana Deva, Zayn dan Marcel akan melakukan presentasi. Damian secara khusus mengosongkan jadwalnya untuk melihat presentasi pertama putranya.
Kelompok Deva mendapat giliran ketiga. Deva, Zayn dan Marcel bergantian menjelaskan apa itu the water cycle dengan memakai bahasa inggris. Meski tidak selancar teman-temannya yang lain, Deva mampu menjelaskan bagiannya dalam bahasa inggris secara perlahan.
"Good job Zayn, Marcel and Deva. Give them a round of applause." Sang guru memuji kelompok Deva dan meminta siswa yang lain memberi tepuk tangan. Tidak hanya untuk kelompok Deva, sang guru juga melakukan hal yang sama untuk kelompok lain.
"Okay, next group." Seru sang guru setelah Deva, Zayn dan Marcel duduk.
Damian yang menyaksikan bagaimana putranya melakukan presentasi didepan teman-teman sekelasnya dan dihadapan sang guru merasa bangga.
Damian meninggalkan sekolah setelah presentasi sang putra, ia akan pergi ke kantor sebab asisten pribadinya, Benedict, sudah menghubunginya terus-menerus. Biarkan sang putra dijaga oleh Joseph, karena itu adalah tugasnya ketika sang putra tidak bersama dirinya.
Bel istirahat berbunyi, hampir semua siswa meninggalkan kelas dan membawa kotak bekal mereka, termasuk Deva dan dua temanya yang akan memakan bekal mereka di kantin.
"Aku juga mau pesan pangsit rebus." Ucap Marcel. "Deva mau titip gak?" Sambung Marcel sebelum bangkit dari tempat duduknya.
"Enggak, aku disini aja." Balas Deva, menggelengkan kepalanya.
Deva melihat sekeliling kantin setelah kepergian dua temannya. Banyak stand dari makanan ringan hingga makanan berat tersedia di kantin, persis seperti saat ia datang dulu, hanya saja dulu ia bukan masuk di kantin ini.
"Didi, ingin sesuatu?" Tanya Joseph yang sejak tadi hanya melihat tuan mudanya celingukan.
"Tidak." Balas Deva, namun matanya melihat kearah stand dimsum.
"Saya pesankan dimsum?" Tanya Joseph.
"Didi saja yang pesan, om jaga kursi saja, takut diambil orang lain." Ucap Deva, setelahnya meninggalkan Joseph.
Deva menghampiri stand dimsum. Satu porsi dimsum berisi enam buah dimsum. Sistem pembayaran di kantin menggunakan id card/kartu pelajar, yang nantinya akan menjadi tagihan para wali murid setiap bulannya. Maka para siswa diwajibkan membawa id card mereka setiap hari.
Saat Deva kembali ke meja, kedua temannya juga sudah kembali. Selain membeli gyoza, Zayn juga membeli sosis panggang dan jus apel kemasan. Sedangkan Marcel membeli dua jenis pangsit, rebus dan goreng.
"Waaah, bento punya Deva looks very delicious." Seru Zayn, ketika melihat bekal makan siang milik Deva.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.