Happy reading!!!!
"Katakan, sekarang Damian berada dimana!" Ujar Elena dengan nada tinggi.
"Maaf tuan, nyonya, saat ini tuan Damian tengah dalam perjalanan dinas. Jika ada yang ingin disampaikan pada tuan Damian, anda bisa menyampaikan pada saya lebih dahulu." Benedict berujar dengan tenang.
Elena dan Henry yang tiba-tiba datang ke kediaman Damian membuat para pekerja tidak berkutik, bahkan kepala pelayan tidak bisa menghadapi keduanya yang dengan terpaksa dirinya harus memanggil Benedict atas pesan Damian.
"Benedict, katakan dimana Damian sekarang jika kau tidak mau kehilangan pekerjaanmu." Ancam Henry.
Mendengar ucapan Henry, Benedict lebih menegaskan posisinya dan menatap ayah dari atasannya itu tanpa takut.
"Tuan Henry, anda tidak memiliki hak untuk memecat saya, sebab saya tidak lagi bekerja untuk perusahan Manu's group."
Henry mengerutkan keningnya mendengar perkataan Benedict.
"Kontrak kerja saya untuk perusahaan Manuella sudah berakhir 18 tahun yang lalu, saat ini saya hanya bekerja untuk tuan Damian, putra anda. Jadi, yang bisa memecat saya hanya tuan Damian.
"Dan juga, apakah anda berpikir saya orang yang akan takut untuk kehilangan pekerjaan. Anda tidak lupa bukan siapa saya?"
Mendengar ucapan angkuh Benedict, membuat Henry agaknya kesal.
"Saat ini tuan Damian tengah melakukan perjalanan dinas bersama tuan muda Deva, tuan Damian berpesan untuk tidak mengganggunya sampai tuan Damian kembali. Jika tuan Henry dan nyonya Elena ingin menyampaikan sesuatu bisa anda berdua katakan pada saya, atau anda berdua bisa menunggu sampai tuan Damian kembali."
Benedict mengambil kucing milik Deva dari pelayan yang sejak tadi sudah berada diujung ruangan. Hari ini waktunya Aster untuk grooming.
"Aster akan bersama saya sampai tuan Damian dan tuan muda Deva kembali." Kata Benedict, memberitahukannya pada pelayan Damian.
Si pelayan hanya mengangguk mengiyakan sebagai jawaban.
"Jika tidak ada hal lain lagi, saya harus pergi."
Benedict hendak melangkah, namun harus tertunda oleh pertanyaan Elena.
"Kapan Damian kembali?"
"Untuk itu saya juga belum mendapat kepastian."
Setelahnya Benedict benar-benar pergi dan meninggalkan Henry serta Elena.
🐼🐼🐼
"Didi tidak masalah menunggu papa disini?" Tanya Damian.
"Iya, papa. Tapi papa jangan lama-lama perginya."
"Papa akan usahakan cepat kembali."
Damian memeluk dan mengecup puncak kepala Deva setelah itu berpamitan dan pergi bersama dengan Rowan dan seorang lagi laki-laki yang usianya tidak jauh dari Damian dan Rowan.
Jonathan Edwin, teman kuliah Damian dan Rowan. Berkebangsaan Prancis, berusia 3 tahun lebih tua dari Damian.
Saat ini Damian dan Deva berada dikota Paris. Damian akan menghadiri acara reuni universitasnya yang disepakati akan diadakan di Paris.
Deva, Damian titipkan di rumah Jonathan. Di rumah Jonathan, Deva tidak sendirian, ada istri Jonathan dan dua anak perempuannya yang berusia 12 tahun dan 3 tahun. Istri jonathan keturunan campuran Indonesia-Prancis (fyi aja sih).
