41. Enemy, Cat

3.5K 319 5
                                        

Happy reading!!!!










Joseph datang ke sekolah Deva tepat waktu istirahat pertama. Biasanya Joseph akan tiba di sekolah Deva pukul 9, namun karena Benedict membutuhkan batuannya membuat Joseph harus datang lebih lambat.

Saat tiba di sekolah, sudah banyak para murid yang berada diluar kelas dengan kegiatan masing-masing. Mata Joseph menelisik untuk mencari keberadaan Deva, hingga matanya melihat di lapangan jika Deva tengah bermain. Perasaan lega Joseph karena telah melihat Deva harus pupus ketika dirinya melihat ada seorang anak yang dengan sengaja mendorong Deva hingga tersungkur.

Joseph langsung berlari menghampiri Deva untuk melihat keadaan Deva. Ia menembus kerumunan anak-anak dan mendengar berbagai ucapan menyalahkan untuk anak yang mendorong Deva.

"Didi, mana yang sakit?" Tanya Joseph.

"Didi okay, om Jo." Kata Deva, kemudian berdiri untuk menghadap orang yang mendorongnya tadi.

Deva melangkah maju mendekati orang itu, kemudian membalas perbuatannya hingga anak itu jatuh terduduk.

Joseph terdiam karena tindakan Deva, dirinya belum bisa mencerna apa yang terjadi.

"Kenapa kamu dorong aku?" Tanya Deva, kepalanya menunduk agar bisa melihat lawannya yang masih terduduk.

Anak itu berdiri lalu ingin mendorong Deva lagi, namun karena Deva sudah tahu, Deva juga akan melawannya.

"Gara-gara kamu, aku gak bisa masuk di kelas satu." Kata anak itu, lalu melayangkan kepalan tangannya ke pipi Deva. Sebut saja namanya Doni.

Deva membalas pukulan itu, tidak peduli lagi jika nanti dirinya mendapat peringatan dari sekolah. Deva menerka jika yang selama ini mengganggunya adalah Doni.

"Seharusnya kamu protes sama guru." Seru Deva marah.

Joseph telah sadar dari rasa terkejutnya, dan segera memisahkan tuan mudanya yang sedang berkelahi.

Butuh banyak tenaga untuk memisahkan mereka, sebab keduanya tidak ada yang mau mengalah, terlebih Deva yang sudah dalam dekapan Joseph terus memberontak agar bisa kembali berkelahi dengan Doni.

"Didi, sudah." Kata Joseph, yang tidak diindahkan oleh Deva.

Para guru datang setelah ada seorang murid yang melapor, lalu membawa Deva dan Doni ke ruang konseling, menyerahkan keduanya pada guru bk yang baru bekerja satu Minggu yang lalu untuk di interogasi.

"Jadi, kenapa kalian bisa bertengkar?" Tanya guru itu, panggil saja Miss Winda.

"Dia tiba-tiba dorong saya, Miss." Seru Deva, tangannya menunjuk Doni yang duduk dihadapannya.

"Aku gak dorong kamu." Ucap Doni mengelak.

Deva dan Doni saling berdebat tanpa ada yang ingin mengalah. Lalu pandangan Miss Winda terarah pada Joseph yang berdiri di belakang Deva.

"Anda siapa?" Tanyanya.

Baru Joseph ingin membuka mulut, seorang wanita datang dan berseru panik, terlebih saat melihat keadaan putranya. Panggil saja Citra.

"Ya ampun, sayang, kenapa bisa luka-luka. Siapa yang buat kamu luka?" Tanyanya cemas.

"Dia yang pukul aku, mami." Tunjuk Doni pada Deva.

Citra memandang Deva yang tanpa takut memandangnya, membuat citra marah, namun dirinya tahan karena tidak mungkin akan berdebat dengan anak-anak. Lalu pandangannya beralih kearah Miss Winda.

"Miss Winda, bagaimana anda tidak mengetahui ada pembuat onar di sekolah." Ucap Citra, menatap Miss Winda penuh arti.

"Maafkan saya nyonya, ini kelalaian saya." Kata Miss Winda.

The Real HeirsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang