34. Damian's Mansion

4.7K 374 6
                                        

Alasan aku lama update

Alasan aku lama update

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








Happy reading!!!!













Mansion yang tidak kalah besar dan mewah dari mansion utama keluarga Manuella sudah nampak dari kejauhan. Dalam perjalanan dari gerbang masuk menuju gerbang utama harus melewati hutan pinus setidaknya butuh 10 menit dengan berkendara di kecepatan 60 km/jam.

Mansion itu milik Damian. Rencana Damian yang akan tinggal di apartment berubah dan ia memutuskan untuk tinggal di mansion. Damian pikir jika ia dan putranya tinggal di apartment, keluarganya langsung bisa menghampirinya. Sedangkan mansion miliknya belum ada yang mengetahui dimana tempatnya selain dirinya dan Benedict.

Mansion itu awalnya ingin Damian hadiahkan untuk istri tercintanya.

"Papa, ini rumah siapa?" Tanya Deva ketika melihat mansion yang tidak kalah besar dengan tempatnya tinggal.

"Milik papa." Jawab Damian.

"Ayo masuk." Damian membukakan pintu untuk Deva, menggandeng tangan putranya untuk masuk bersama.

"Mulai sekarang, kita akan tinggal disini. Hanya papa dan Didi." Kata Damian yang matanya melihat ke segala arah, melihat setiap sudut mansion.

.
.
.
.
.

Sudah satu Minggu Damian dan Deva tinggal di mansion baru. Para kakak Deva tidak bisa bertemu dengan Deva selain diwaktu sekolah. Meski Deva selalu ke kantor setiap pulang dari sekolahnya setelah Damian menjemput, Sandika juga tidak bisa menemuinya sebab tidak memiliki akses untuk keruangan sang paman. Harapan satu-satunya adalah sang ayah, Ditrian, yang harus berbicara dengan pamannya.

"Jika kau hanya ingin membujukku untuk kembali, lupakan saja." Kata Damian tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

Saat ini Ditrian sedang ada di ruangan Damian, berniat untuk membujuk sang kakak untuk kembali ke mansion.

"Baik, aku tidak akan meminta kakak untuk pulang. Tapi setidaknya beritahu dimana kakak tinggal. Kakak tidak ada di apartment, saat bertanya dengan Rowan pun dia tidak mau menjawabnya, Benedict, dia hanya patuh padamu, Joseph juga tidak membuka mulutnya." Ujar Ditrian kesal.

"Aku akan memberitahu, tapi jangan sampai ayah dan ibu tahu dimana aku tinggal. Kau harus datang sendiri tanpa pengawalan ataupun driver." Ucap Damian memperingati.

Ditrian mengiyakan ucapan kakaknya, menurutnya juga masalah kakaknya dan sang ibu hanya bisa diselesaikan oleh mereka sendiri.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, Damian sudah sampai sekolah putranya 20 menit lebih awal. Meski Damian selalu menjemput putranya dari sekolah, bukan berarti Damian memiliki banyak waktu. Pekerjaannya tidak ada habisnya, maka disela menunggu putranya, Damian menyempatkan untuk menyelesaikan pekerjaannya.

The Real HeirsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang