Happy reading!!!!
"Papa selesaikan pekerjaan sebentar, jika butuh sesuatu bilang pada Joseph." Ucap Damian, mengecup sudut keningnya sebelum meninggalkan paviliun.
Joseph berdiri disisi lain yang tidak jauh dari tempat tuan mudanya dan teman-temannya duduk.
Ketiganya duduk tanpa alas di teras paviliun yang berlantai kayu, yang cukup luas.
"Om Jo, duduk saja, kita pasti lama selesaikan tugasnya, nanti om Jo capek berdiri terus." Ucap Deva, yang sejak tadi melihat Joseph hanya berdiri diam.
Joseph sudah menolak, namun Deva menarik tangannya, membuat Joseph duduk di kursi yang berada disamping pintu masuk.
Charvi dan Lalitha datang dengan membawa nampan berisi minuman dan camilan dan dibelakangnya diikuti oleh seorang pelayan yang membawa buah yang sudah dipotong.
"Buna taruh sini ya camilan dan minumannya, jangan lupa dimakan." Charvi menaruh bawaannya di meja bulat disisi lain tempat Deva dan teman-temannya duduk. Awalanya Deva akan mengerjakan tugas di meja itu, namun karena kurang luas ketiganya memutuskan untuk mengerjakannya di lantai.
"Thank you, buna, mami." Ucap Deva.
"Thank you, aunty." Ucap Zayn dan Marcel bersamaan.
"Sama-sama, sayang. Kalian yang semangat mengerjakan tugasnya." Ujar Charvi, memberi semangat pada keponakannya dan dua temannya.
Kemudian Charvi dan Lalitha meninggalkan keponakannya, tidak ingin mengganggu.
Sudah dua jam ketiganya berkutat dengan tugas masing-masing. Ketiganya berniat membuat the water cycle dalam bentuk pop up.
"Awannya tempel disini aja." Ucap marcel, tunjuk Marcel.
"Tempel langit sama air hujannya dulu, awannya nanti terakhir." Kata Zayn.
Mereka mulai menempelkan bagian-bagiannya dengan sedikit perdebatan.
Damian datang setelah menyelesaikan pekerjaannya, tidak benar-benar selesai, ia ingin melihat apa yang dilakukan putranya dan kedua temannya.
Tugas itu selesai setelah hampir 3 jam pengerjaan. Ketiganya menatap hasil kerja mereka puas dan berharap mereka mendapat nilai tinggi.
"Papa, bagaimana?" Tanya Deva, menunjukkan tugas kelompoknya pada sang ayah.
"Wonderful." Puji Damian. Damian tidak hanya ingin membuat putranya senang, namun hasil pekerjaan ketiganya memang sangat patut untuk dipuji.
Mendengar pujian sang ayah, Deva merasa sangat senang, begitu juga dengan Zayn dan Marcel.
Tiga sekawan itu membersihkan sisa dari tugas mereka, mengumpulkannya dengan kantung plastik yang akan dibuang dan merapikan alat-alat seperti gunting, lem, alat tulis dan yang lainnya.
"Didi, ingin makan siang apa?" Tanya Damian, setelah putranya dan teman-temannya selesai membereskan sisa tugas mereka.
"Pasta dan nugget." Balas Deva. Di kepalanya terbayang mie yang creamy dan nugget yang renyah buatan sang amah.
"Mau ditambah udang?"
"Mauu." Seru Deva semangat, udang adalah seafood favoritnya, ia tidak akan bisa menolak jenis seafood satu ini.
"Papa, akan beritahu mereka." Kata Damian. "Kalian ikut makan siang disini." Sambung Damian, berbicara pada dua teman putranya.
Deva dan teman-temannya kembali sibuk dengan dunia mereka, membuat permainan atau bermain dengan mainan milik Deva.
