Happy reading!!!!
Sambil baca, sambil dengerin lagu barunya exo ya
Kejadian terjatuhnya Deva dari scooter kemarin sudah terlalui. Deva memang meminta agar sang ayah jangan diberitahu, namun tanpa sepengetahuan Deva juga, Diandra memberitahu apa yang terjadi pada Deva. Diandra berpikir mau bagaimanapun Damian harus tahu, dan Diandra juga menenangkan Damian agar tidak perlu khawatir karena Deva baik-baik saja selain luka lecet yang didapatnya. Diandra melarang Damian datang bukan karena tidak suka dengan kedatangan Damian, tapi agar Deva tidak takut dengan Damian, sebab dalam pikiran Deva saat itu jika Damian datang akan memarahinya dan mengajaknya pulang.
Adrian yang baru pulang dari bermain golf pun terkejut saat diberitahu, namun tidak mengatakan apapun sebab pasti semuanya sudah banyak memberi nasihat pada cucu bungsunya itu. Justru Adrian mengatakan untuk jangan takut terjatuh dan mencoba, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ketika belum melakukannya. bukan tidak sayang atau meminta cucunya untuk terjatuh, tapi agar cucunya berani mencoba dan tidak takut dengan apapun yang terjadi, dan ketika terjatuh bisa membuat cucunya bangkit lagi serta terus mencoba sampai mencapai tujuannya.
Sudah stop filosofinya, makin gak nyambung nanti.
Dihari Minggu pagi ini, kegiatan Deva adalah latihan fisik. Pukul 5 lewat 30 Deva sudah bersiap dengan pakaian olahraganya. Deva akan latihan fisik bersama keluarga Sukma. Dimulai dengan pemanasan, dan dilanjut dengan lari pagi.
Sebelumnya, Damian sudah memberitahu jadwal latihan fisik putranya. Damian juga meminta agar putranya ditemani saat latihan fisik, supaya putranya tidak merasa berjuang sendirian.
Mereka lari pagi sampai lapangan basket, dan ternyata sudah banyak orang yang juga melakukan olahraga pagi. Jarak rumah keluarga Sukma sampai lapangan basket sekitar 20 menit berjalan kaki.
Tali skipping yang Athala pegang, ia berikan pada Deva. Deva harus melakukan lompatan sebanyak 500 kali meski tidak dalam sekali lompatan. (Maksudnya tanpa henti).
Hazellio juga ikut melakukan lompatan dengan tali skipping miliknya. Hazellio sudah terbiasa melakukan olahraga lompat seperti ini, sebab dirinya yang masuk dalam anggota basket sering melakukan hal ini.
"185, 186, 187, 188, 189, 190. Ayo, 10 kali lagi prince bisa istirahat." Athala memberikan semangat pada keponakannya.
"Jiu Jiu beri waktu istirahat 3 menit. Kalau prince ingin cepat naik kelas dan ikut competition, prince harus berusaha sekuat tenaga. Saat prince nanti sudah ikut competition, istirahat prince akan lebih singkat karena tidak sampai 60 detik yang diberikan untuk istirahat dan latihannya akan lebih berat dari sekarang."
Ketika lompatan Deva mencapai 200, Deva beristirahat. Meminum air yang dibawanya dari rumah, dan berdiam diri sebentar untuk mengumpulkan tenaganya sebelum melakukannya lagi.
Deva diberikan waktu 3 menit untuk beristirahat, kemudian melanjutkan lagi lompat talinya.
Saat tengah latihan fisik seperti ini, baik Damian ataupun Athala harus tega mendidik Deva dengan tegas. Jika tidak seperti itu Deva tidak akan bisa berkembang dan yang nantinya akan membuat Deva sendiri menyesal.
Sedangkan Hazellio, bisa mencapai 500 lompatan tanpa berhenti. Itulah perbedaan tenaga Deva dan Hazellio.
"Apa latihan fisik Didi tidak terlalu berat?" Tanya Diandra khawatir, melihat bagaimana cucunya berolahraga dengan waktu istirahat yang sedikit.
