Banyak banget yang ikutan bingung ya buat menentukan masa depan Depa depo. Kita tunggu saja Depa depo ini akan jadi apa.
Buat yang mau jadikan Deva model cilik, dipersilahkan buat proposal dan dikirimkan pada bapak Damian. (Hati-hati akan ada bulldozer datang)
Happy reading!!!!
Damian merasakan gerakan gelisah putranya, dan saat melihat jam masih pukul 2 lewat 6 dini hari. Damian melihat keadaan putranya yang terdapat keringat. Melihat itu membuat Damian panik.
Mengambil termometer dari laci nakas dan mengecek suhu tubuh putranya. Setelah menunggu selama satu menit hasilnya keluar, suhu tubuh Deva 39,3°C. Damian langsung menghubungi dokter keluarganya. Cukup lama sampai panggilan terhubung.
"Putraku demam, apa yang harus aku lakukan?" Seru Damian panik.
Diseberang telepon dokter menanyakan beberapa hal tentang kondisi Deva, seperti suhu tubuhnya.
"Jika sampai besok pagi demamnya tidak turun, anda bisa memberinya obat." Kata si dokter.
Setelah mendapat saran dari dokter, Damian langsung melaksanakannya. Mengambil air untuk kompresan dan minum.
Damian membangunkan putranya yang masih tidur untuk minum sebab saran dari dokter saat anak demam harus memperbanyak minum meski sedang tidur agar tidak dehidrasi. Setelah memberi Deva minum, Damian mengompres bagian lipatan seperti ketiak Deva menggunakan air hangat, Damian juga menggunakan metode kanguru, skin to skin dengan melepas atasannya dan putranya.
Damian semalaman tidak tidur, dari mengompres, memberi putranya minum, dan memastikan suhu tubuh putranya apakah naik atau turun.
Keluarganya baru tahu jika Deva demam saat sarapan, sebab Damian yang biasanya sudah di meja makan sebelum keluarganya berkumpul menjadi paling lambat hingga harus dipanggil.
"Mama buatkan sup dulu" seru Diandra yang kemudian ke dapur untuk membuat sup yang dulu ia buatkan saat Deva dan Athalia sakit.
Hanya butuh 20 menit sampai soup buatan Diandra jadi. Sup sederhana yang hanya berisi sawi putih, tahu dan telur.
"Apa tidak dibawa ke dokter saja, atau diberi obat?" Tanya Athala.
"Dokter bilang jika suhunya sudah turun tidak perlu dibawa ke dokter atau diberi obat." Balas Damian.
Damian menyuapkan nasi hangat yang dicampur sup. Syukurnya Deva tidak ada masalah saat makan.
Siang harinya Deva sudah ceria, tidak lesu seperti tadi pagi membuat keluarganya lega terlebih lagi Damian.
Deva kini sedang menonton serial animasi jepang yang berjudul Totoro sambil memakan buah potong ditemani Ayden.
"Totoro lucu sekali." Komentar Deva saat melihat adegan Totoro yang memegang payung kemudian melompat membuat air dari daun berjatuhan dan disamping Totoro berdiri gadis kecil yang menggendong adiknya di punggungnya yang tertidur.
"Didi lebih lucu. Very, very adorable." Ucap Ayden, mengecup sudut kening Deva.
Selesai Deva menonton bertepatan dengan waktu makan siang. Menu makan siang kali ini ada tempura, tamagoyaki, gyudon sebagai menu utama, sup miso dan beberapa lauk lain.
"Papa cek dulu suhu tubuh Didi" Damian datang dengan membawa termometer ditangannya.
Termometer itu diarahkan ke telinga Deva, setelah menunggu satu menit akan muncul hasilnya. Suhu tubuh Deva semakin turun meski belum dalam suhu normal, saat ini suhunya 37,8°C.
