40. Hot Chocolate

4K 332 11
                                        

Happy reading!!!!














Sudah beberapa hari Deva semakin merasa jika ada yang membenci dirinya. Setiap dirinya bergabung bermain dengan kelas lain, seperti ada yang dengan sengaja mengganggunya, entah itu mendorong, menginjak kakinya, atau menyulitkan dirinya saat bermain. Deva tidak tahu siapa orang itu, sebab ketika dirinya cari orang itu berbaur bersama. Dirinya tidak mengadukan hal itu pada sang ayah sebab tidak ingin asal menuduh.

"Kenapa banyak bus datang ke sekolah?" Tanya Deva, ketika melihat lebih dari 5 bus memasuki area sekolah junior high school.

Hal itu membuat semua siswa yang berada di luar ruangan memperhatikan bus-bus itu memasuki area parkir.

"I heard there was a swimming competition." Jawab Marcel, yang berdiri disebelah kanan Deva.

"Oooh, Can I watch it?" Tanya Deva.

"You want to watch?" Tanya Zayn.

"Eum" Deva menganggukkan kepalanya.

"Deva tenang saja, kita pasti nonton. Mister Wilson akan ajak kita kesana untuk nonton." Ucap Marcel.

"How do you know?" Tanya Zayn.

"Tadi aku tidak sengaja dengar dari mister Wilson yang sedang bicara dengan Mrs Manda." Ujar Marcel.

Apa yang Marcel katakan sungguhan. Saat ini kelas 3-1 sedang berada diarea kolam renang bagian outdoor untuk menyaksikan kompetisi renang antar club ditingkat kota. Ada sekitar 20 club renang dari berbagai kota yang datang.

Deva melihat para peserta yang tengah bersiap, ada yang sedang melakukan pemanasan sambil mendengarkan pelatih, ada juga yang sedang duduk mengumpulkan tenaga untuk kompetisi dengan kategori berbeda.

Pertandingan pertama untuk usia preschool dengan kategori renang gaya dada. Untuk babak pertama diambil per-lima club.

Deva terkejut ketika melihat salah satu pesertanya ada yang dirinya kenal. Meski tidak dekat tapi Deva pernah beberapa kali bertemu dengannya.

Deva memperhatikan dengan serius jalannya pertandingan dari awal. Ia terkesima dengan kecepatan para peserta. Deva jadi membayangkan jika dirinya juga ikut kompetisi berenang.

Mereka kembali lagi ke sekolah setelah pertandingan selesai untuk hari ini. Besok masih ada pertandingan lagi untuk tingkat elementary.

Diperjalanan kembali ke sekolah, Deva melihat Ayden sedang bermain basket. Ayden mengenakan kaos hitam polos dengan celana bahan sekolahnya.

"KOKO AI." Panggil Deva dengan berteriak agar sang kakak mendengarnya.

Ayden yang mendengar panggilan adiknya langsung menghampiri sang adik.

"Dari mana?" Tanya Ayden lembut.

"Habis nonton swimming competition." jawab Deva.

"Koko ada pelajaran olahraga?" Tanya Deva.

"Tidak, Koko hanya bermain basket karena di kelas tidak ada guru."

Ayden mengantar adiknya untuk kembali ke sekolah, sepanjang perjalanan keduanya berbincang ringan. Deva yang lebih banyak bercerita dan Ayden menanggapi dengan sama antusiasnya.

"Didi, mau lihat Koko bermain basket?" Tanya Ayden, setelah sampai di depan ruang kelas adiknya.

"Mau, pasti Koko sangat keren saat bermain basket." Terdapat binaran di mata Deva.

"Nanti kita bicarakan dengan papa. Sana masuk, sebentar lagi sekolah selesai."

Ayden melihat adiknya masuk, dirinya sangat ingin mengecupi wajah adiknya, namun ketika ingat dirinya berkeringat ia urungkan.

The Real HeirsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang