62. Love

2.4K 178 7
                                        

Maaf ya baru up, selama puasa inj aku sibuk banget, kayaknya lebih sibuk dari tahun lalu.

Maaf kalau ada typo

Happy reading!!!!















Setelah mengantarkan putranya ke rumah mertuanya, Damian ingin memanfaatkan waktu luangnya untuk mengunjungi sang istri. Sebelum datang berkunjung, Damian melipir ke toko bunga. Damian, membeli bunga Daisy dan Lili yang sudah dirangkai, bunga kesukaan istrinya.

Setelah dari toko bunga, Damian melipir ke cafe yang dulunya sering istrinya datangi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah dari toko bunga, Damian melipir ke cafe yang dulunya sering istrinya datangi. Diamond cafe, nama cafe yang Damian datangi. Damian memesan burnt cheesecake dan matcha latte.

Kedatangan Damian ke cafe cukup menarik perhatian sebab paras wajah Damian. Mereka pasti akan terkejut jika mengetahui usia Damian sudah berkepala 4 dan memiliki anak. Dan dalam bayangan mereka, pesanan milik Damian pasti untuk kekasih atau istrinya, dan itu terlihat sangat romantis.

Setelah membayar pesanannya, Damian pergi meninggalkan cafe.

Suasana makam tentu terlihat sepi, hanya ada waktu tertentu makam akan terlihat ramai. Seperti, peringatan hari kematian, hari raya, atau ada penghuni baru.

Damian menyusuri jalan setapak untuk menuju tempat istrinya berada. Dari tempat parkir hingga sampai di tempat Athalia hanya butuh sekitar 5 menit berjalan kaki.

Damian memandangi rumah tempat istrinya tidur selama 6 tahun. Bunga yang berada di tangan kanannya ia letakkan diatas rerumputan hijau, dan Damian berlutut dihadapan makam istrinya.

"Aku datang, dear. Aku juga bawakan bunga kesukaanmu.

Oh, aku juga beli burnt cheesecake dan matcha latte dari cafe kesukaanmu."

Damian mengangkat kantong belanjanya yang terdapat logo dari tempat cafe yang ia datangi tadi.

Damian kini berpindah posisi duduk disamping makam istrinya. Membuka kantong belanjanya dan mengeluarkan makanan dan minuman yang tadi dibelinya.

Damian menyesap minumannya, dan reaksi yang diberikan Damian adalah dahinya berkerut ketika minuman berwarna hijau itu ia rasakan.

"Meski aku sering membelinya, aku masih belum terbiasa dengan rasanya yang menurutku aneh."

"Ah, kalau kamu mendengar ku berkata seperti itu, kamu pasti akan marah." Ada senyum tipis yang Damian terbitkan.

Damian menyendokkan burnt cheesecake itu. Rasa manis, gurih, dan sedikit pahit mendominasi indera perasa nya.

"Setiap makan burnt cheesecake, kamu selalu mengeluh karena takut berat badanmu naik. Membuatmu hanya bisa memakan setengah slice. Padahal aku tidak mempermasalahkannya."

The Real HeirsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang