27. Family Trip III

6.4K 466 11
                                        

Maaf ya baru update sekarang. Tiga harian kemarin aku lagi gak enak badan, mungkin karena perubahan cuaca. Buat kalian jaga kesehatan yaa, minum air yang banyak supaya gak dehidrasi.






Happy reading!!!!







Setelah membuat putranya tidur, Damian menemui Matthias dan Dante yang masih setia berada di ruang makan. Kepala keduanya tertunduk dalam karena rasa bersalah akibat kecerobohan mereka.

Damian duduk dihadapan dua remaja itu yang hanya terhalang meja makan, menatap keduanya dengan tatapan tajam membuat mereka semakin takut.

"Maaf pa, kami salah" ujar Matthias lebih dulu.

"Maaf, kami ceroboh" sambung Dante.

"Kalian minta maaf pada Didi" ucap Damian datar.

Keduanya mengangguk cepat "besok kami akan langsung meminta maaf pada Didi" kata Matthias.

"Tidak ada keluar malam selama 2 bulan, tidak ada membawa kendaraan sendiri selama satu bulan. Itu hukuman kalian" setelah mengatakan itu Damian meninggalkan ruang makan dan dua keponakannya yang linglung. Apa pamannya memberi hukuman seringan ini dalam keadaan mabuk?, batin mereka.

Mungkin bagi orang lain itu hukuman berat dan membosankan, namun bagi Matthias dan Dante hukuman itu termasuk ringan sebab bisa saja Damian memukul keduanya atau memberi hukuman yang lebih berat sebab sudah membuat putra kesayangannya kesakitan. Tapi mereka tidak tahu jika hukuman yang Damian berikan akan lebih dari kata membosankan.

Hari keenam di jepang, mereka berlibur tanpa adanya Henry dan Elena sebab Henry masih harus mengurus persiapan acara yang akan diadakan dimalam pergantian tahun.

Mereka mengunjungi Ghibli museum, disana ada area bermain, teater dan taman rooftop. Deva berfoto dengan patung Totoro dan patung robot yang ada dalam animasi sky castle. Di Ghibli museum juga ada cafe untuk bersantai sambil menikmati suasana yang sejuk. Mereka berpencar untuk menikmati Ghibli museum dengan cara masing-masing, mereka dibagi menjadi dua kelompok, kelompok berpasangan dan kelompok yang tidak memiliki pasangan, tentunya yang tidak memiliki pasangan mengikuti kemanapun Deva melangkah dan ingin pergi.

Setelah dari Ghibli museum mereka mengunjungi kichijoji art museum lalu setelahnya sisa hari mereka habiskan di taman ino kashira.

Mereka juga pergi ke Sapporo dan mengelilingi kota itu selama dua hari, mengunjungi universal, museum nasional dan masih banyak lagi tempat yang mereka kunjungi.

Hari terakhir mereka habiskan untuk berbelanja, membeli oleh-oleh untuk teman, rekan dan para pekerja mansion. Saat ini Deva dan Damian sedang berada di toko sepatu setelah dari toko tas dan alat tulis. Setelah Deva memilih sepatu miliknya, Deva menunjuk kearah salah satu sepatu.

"Papa, Didi boleh beli itu?" Tanya Deva.

"Itu sepatu perempuan" ucap Damian memberitahu.

"Iya, Deva mau berikan untuk Cika".

Ucapan putranya membuat Damian lega, Damian pikir putranya menyukai hal yang berbeda dari anak laki-laki biasanya.

"Boleh, sayang" ucap Damian. Setelah Deva memberitahu ukuran kaki Cika yang ia ingat, pelayan toko segera mengambilkannya.

Deva tidak hanya memberikan sepatu untuk Cika, ada dress yang menurutnya akan sangat cantik jika dipakai oleh Cika. Deva juga membeli tiga tas yang sama, dua diantaranya untuk ia berikan pada kedua sahabatnya beserta alat tulisnya.

Inginnya Damian berlibur dengan putranya sampai pergantian tahun, tapi itu tidak bisa sebab diakhir tahun nanti ada pesta perayaan perusahaan yang selalu diadakan setiap pergantian tahun.

The Real HeirsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang