43. Keychains, Bazar, Rain

4K 321 17
                                        

Happy reading!!!!















Setelah beberapa saat memikirkan apa yang akan Deva buat untuk dijual, kini ia sudah sibuk menggambar. Semua orang turut membantu Deva agar lebih cepat selesai.

Deva ingin membuat resin keychains. Ia menggunakan shrink paper untuk menggambar berbagai bentuk sebelum dipanaskan menggunakan alat khusus agar kertasnya menyusut dan bisa dibuat keychains.

Pukul 10 malam Deva baru selesai menggambar dan akan menggunting gambarnya mengikuti pola, namun matanya tidak bisa diajak kerjasama, beberapa kali kepala Deva terkatuk sebab sudah lewat dari jam tidurnya.

Damian yang melihat putranya sudah sangat mengantuk menjadi tidak tega dan meminta putranya untuk tidur, namun ditolak dengan alasan pekerjaannya belum selesai.

"Tidak apa-apa, Didi tidur saja, papa dan yang lain akan membantu Didi menyelesaikannya. Didi bisa terlambat sekolah jika tidak tidur sekarang." Kata Damian.

Deva memilih tidur di sofa, dirinya tidak ingin ke kamar sebelum keychains itu selesai.

"Have a nice sleep, sayang." Ucap Damian, mengecup kening Deva lama dan disertai doa-doa baik untuk Deva.

"Yaaah, panda kita sudah mulai hibernasi." Celetuk Dante, yang mendapat respon tawa dari keluarganya.

Sekitar 30 pieces keychains yang Deva buat sudah selesai. Dalam satu kemasan terdapat satu keychains dan satu permen lolipop, lalu dimasukkan kedalam paperbag sedang.

Damian menggendong koala putranya untuk dipindahkan ke kamar. Ia mengganti pakaikan Deva yang masih mengenakan pakaian sore menjadi piyama berwarna sky blue perlahan agar tidak membangunkan putranya.

🐼🐼🐼

Imanuel internasional school saat ini sangat ramai oleh berbagai orang dengan berbagai usia. Bazar dibuka pada pukul 10 pagi, namun orang-orang sudah datang sejak pukul 9.

Deva dibantu oleh dua sahabatnya dan wali kelas mempersiapkan stand yang akan digunakannya untuk berjualan. Satu tenda stand terdiri dari 4 orang, 3 murid dan satu pendamping. Tiga sekawan itu menjual tiga barang yang berbeda, Deva menjual keychains, Zayn menjual bouquet bunga yang terbuat dari kawat bulu, dan Marcel menjual dreamcatcher.

Sekelompok remaja perempuan mendatangi stand Deva yang diberi nama Perseus.

"Hallo, kalian jualan apa?" Tanya salah satu gadis yang memiliki potongan rambut bob.

"Hi, kakak, kita jual keychains, dreamcatcher sama bouquet." Sahut Zayn ramah.

"Harganya berapa?" Tanyanya lagi.

"Untuk keychains harganya 40 ribu, dreamcatcher harganya 50 ribu, bouquet satu tangkai harganya 20 ribu, yang tiga tangkai 50 ribu, lima tangkai 65 ribu dan yang 10 tangkai 120 ribu." Ucap Zayn menjelaskan.

"Kalau kakak beli bouquet 10 tangkai, dreamcatcher dan keychains bersamaan, kakak bisa mencoba spin gift." Tambah Deva.

Para remaja itu terlihat tertarik dengan penawaran dari stand Perseus. Mereka sudah beberapa mengunjungi stand namun hanya di stan Perseus mereka mendapat penawaran seperti ini, sebab stand lain hanya menawarkan barang mereka membuatnya kurang tertarik.

Ide spin gift dicetuskan oleh Deva. Ia sering melihat ketika berada di mall terdapat diskon atau buy 1 get 1 yang banyak membuat para pembeli tertarik. Namun, jika Deva memberi diskon atau menerapkan buy 1 get 1, maka dirinya tidak mendapat untung. Ide Deva disetujui oleh kedua sahabatnya dan mendapat pujian dari sang wali kelas. Darah bisnis dari Manuella mengalir deras pada Deva.

The Real HeirsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang