Valentine Day?

1.5K 126 3
                                        

Edisi Valentine dulu ya, Deva, teenager eranya mungkin pertengahan puasa.

Timeline part ini setelah Deva, berantem sebelum Deva masuk rumah sakit. Kalau timeline sebenarnya sudah masuk bulan Maret dan mendekati birthday nya Damian.


Happy reading all😘!!!!




Baru saja Deva, memasuki gedung sekolah, ada seseorang yang memberikannya kotak berpita dengan warna biru muda. Orang itu tidak mengatakan apapun dan langsung pergi begitu saja setelah memberikannya pada Deva.

Dalam perjalanan menuju kelas, sudah ada tiga orang yang memberinya barang berpita, dan ketiga orang itu adalah perempuan. Deva, merasa bingung dengan apa yang terjadi.

Ketika memasuki kelas, Deva, sudah melihat Zayn, duduk ditempatnya. Deva, menghampiri Zayn, berniat ingin bertanya tentang hal yang dialaminya. Namun, belum Deva, bertanya bel pertanda kelas akan dimulai berbunyi, jadinya pertanyaan itu tertahan.

Setelah melewati dua mata pelajaran, bel pertanda istirahat berbunyi. Kini, Zayn, yang menghampiri Deva, bersama Marcell. Ketiganya ingin pergi ke kantin untuk membeli camilan.

Baru saja ketiganya keluar kelas, sudah ada empat orang perempuan yang diketahui berada dua tingkat diatas mereka didepan kelas.

"Happy valentine." Ucap salah satunya, lalu pergi tanpa menunggu balasan dan diikuti ketiga temannya setelah melakukan hal yang sama.

Deva, menerima coklat dan cookies. Zayn, menerima sebuah surat. Marcell, menerima coklat dan surat, yang keduanya dari orang yang sama.

"Kenapa orang-orang banyak yang memberikan coklat?" Pertanyaan yang sejak tadi membuatnya penasaran, terucap.

"Because tomorrow is Valentine's day." Jawab Zayn.

"Valentine's day? Apa itu?" Tanya Deva, sebab dirinya baru mendengar hal itu.

"Hari kasih sayang. Biasanya setiap hari valentine, orang-orang akan memberikan hadiah seperti coklat, bunga, atau hadiah lainnya untuk menunjukkan kasih sayang." Jawab Marcell.

Mendengar jawaban Marcell, semakin banyak pertanyaan dibenaknya.

Deva, Zayn, dan Marcell, menerima banyak sekali barang, dan si pemberi didominasi oleh perempuan. Ketiganya nampak kesulitan membawa semua barang pemberian itu.

"Kita duduk disana saja, sekaligus taruh ini disana. Nanti om Jo, yang jaga." Deva, menunjuk gazebo, tidak jauh dari area kantin.

Usulan Deva, disetujui oleh kedua temannya.

"Om Jo, Didi, titip ya, Didi, mau ke kantin dulu. Ada punya Zayn, dan Marcell, juga." Ujar Deva, ketika mereka sampai di gazebo dengan Joseph, yang sudah mengikutinya sejak tadi.

Kantin terlihat ramai seperti biasanya, dan tujuan ketiganya adalah tempat yang menjual churros. Ketika sampai di stand, mereka memesan dengan beberapa varian rasa.

Hanya butuh waktu 5 menit untuk mereka mendapat pesanannya masing-masing, dengan satu anak memiliki dua stick churros.

Baru saja ketiganya ingin pergi, ada seorang perempuan yang menghampiri Deva, dan perempuan itu meminta Deva, untuk mengikutinya sebab ingin berbicara berdua.

Dengan ragu, Deva, menuruti permintaan perempuan itu yang Deva, tahu jika perempuan itu berada ditingkat yang sama dengannya, hanya berbeda kelas.

Gadis kecil itu membawa Deva, tidak jauh dari area kantin, namun tidak banyak pengunjung.

Ada rona merah muda di pipi gadis kecil itu, menandakan ia tengah merasa malu. Tangan kanan gadis kecil itu berada dibalik punggungnya sekaan ada yang ia sembunyikan.

The Real HeirsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang