51. Lestari

2.6K 241 11
                                        

Happy reading!!!!






"Papa, kita mau kemana?" Tanya Deva.

"Bertemu dengan orang yang berharga untuk papa." Jawaban Damian, membuat Deva bingung.

Setelah dua jam perjalanan, mobil milik Damian berhenti disalah satu rumah bergaya minimalis.

"Ini rumah siapa, papa?" Tanya Deva lagi.

"Nanti papa beritahu." Damian mengajak putranya memasuki pekarangan rumah itu.

Ketukan pintu Damian buat agar si pemilik rumah mengetahui jika ada yang datang.

"Cari siapa?" Tanya seorang wanita muda ketika sudah membuka pintu.

"Katakan pada ibu Lestari, jika Riga datang." ucap Damian.

Wanita itu menuruti perkataan Damian dengan meminta Damian untuk menunggu setelah mempersilahkannya masuk.

Tidak lama, seorang wanita paruh baya mendatangi Damian dengan jalan tergesa, hingga membuat wanita muda tadi takut jika sang nenek terjatuh.

"Riga, ibu rindu sekali denganmu." Wanita paruh baya itu memeluk Damian erat sambil menangis, menuangkan rasa rindu sebab sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

"Saya juga rindu, ibu." Damian membalas pelukan itu, sambil mengingat kenangan keduanya.

"Maafkan ibu ya, Riga." Katanya setelah pelukan keduanya terlepas. Ucapannya penuh dengan penyesalan dan rasa bersalah.

"Ibu Tari tidak salah apapun." Ucap Damian.

Mata wanita paruh baya bernama Lestari itu terarah pada sosok kecil yang berdiri sedikit dibelakang Damian dengan tangannya yang memegang bagian belakang jas yang Damian kenakan.

"Riga kecil?" Tanya Lestari.

"Iya, dia Riga kecilku." Damian memberikan senyuman kecil ketika menjawab.

"Sayang, perkenalkan, ini ibu Tari, orang yang merawat papa sejak masih bayi. Seperti Didi yang memiliki ibu Santi yang merawat." Ujar Damian, memperkenalkan Lestari.

"Riga kecil bisa panggil ibu Tari, nenek." Kata Lestari.

"Ne ... nek." Ucap Deva kaku.

"Iya, sayang. Wajahmu semakin mirip dengan papamu." Ucap Lestari, menyamakan tingginya dengan Deva lalu mengusap pipi Deva.

"Banyak yang bilang kalau Didi memang mirip papa." Ketika mengatakan itu pipi Deva bersemu merah karena mengakui jika sang ayah sangat tampan dan itu juga berarti dirinya juga tampan karena mirip sang ayah.

Damian yang melihat pipi putranya memerah karena malu terkekeh geli.

"Risa, buatkan minum untuk mereka." Pinta Lestari pada cucunya.

"Baik nek." Gadis bernama Risa itu meninggalkan ruang tamu untuk melaksanakan permintaan neneknya.

"Riga kecil, sekarang kelas berapa?" Tanya Lestari pada Deva.

"Didi kelas tiga, nenek." Jawab Deva.

Tidak lama, Risa datang membawakan suguhan untuk kedua tamu neneknya. Meski tidak mengatakan apapun, dalam hati Risa bertanya-tanya siapa dua orang yang datang ini, terlebih lagi pria dewasa yang berpakaian formal dan sangat tampan. Bahkan dirinya masih terpesona dengan wajah tampan pria itu hingga membuat wajahnya bersemu.

"Riga, tadi kamu mengatakan yang merawat putramu bernama Santi. Apa dia pengasuh putramu?" Tanya Lestari.

"Bukan, Santi dan suaminya yang membesarkan putraku selama ini." Ujar Damian. Dirinya menjelaskan bagaimana ia bisa menemukan Deva.

The Real HeirsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang