Tok Tok Tok
Terry yang sedang mengenang masa lalu sambil melihat album foto milik Alyssa terganggu dengan suara ketukan pintu yang tidak berhenti.
"Aska!! Tolong bukain pintunya," Seru Terry.
Hening.
Karena tidak ada jawaban dari Aska, alhasil Terry pun beranjak untuk membuka pintu. Sesaat matanya terkejut melihat pemandangan didepannya. Tubuhnya bergetar dan air matanya lolos begitu saja membasahi kedua pipinya.
"Ka-kalian.."
"Kak Terry? Darimana saja, kita udah nungguin daritadi loh," ucap seorang perempuan yang sangat ia rindukan.
"Alyssa?"
"Iya kak?" Wajah Alyssa terlihat bingung dengan ekspresi Terry yang tiba-tiba memeluknya erat.
"Kak, lo gapapa?"
"Eh apa-apaan lo tiba-tiba peluk Alyssa. Lepas lepas! Dia punya gue." Ben datang dan menarik Alyssa agar terlepas dari pelukan Terry.
Ben menatap Terry dengan tatapan kesal. Sedangkan Terry, ia malah terkekeh dan tertawa sambil mengusap air matanya.
"Apa ini halusinasiku? Jika benar, aku tidak masalah jika harus hidup dalam halusinasi ini selamanya." Gumam Terry.
"Lo udah gila ya? Tiba-tiba nangis, tiba-tiba ketawa. Kesambet lo?" Kata Ben melihat Terry dengan tatapan aneh.
"Gue kangen adu bacot sama lo, Ben." Jawab Terry yang semakin membuat Ben dan Alyssa saling menatap satu sama lain dengan tatapan bingung.
"Kayanya dia emang udah gila, dek." Bisik Ben.
"Sepertinya begitu." Jawab Alyssa berbisik juga.
"Kalian bertiga ngapain sih lama banget, udah ditungguin Kak Daniel tuh." Ucap Steven menghampiri mereka.
Terry yang begitu melihat Steven di depannya langsung memeluknya begitu erat. "Kak, gue kangen sama lo."
"Eh? Ngapain lo peluk gue tiba-tiba?" Kata Steven bingung.
"Dia lagi kesambet kayanya kak." Sahut Ben.
Terry terkekeh mendengar ucapan Ben, meski begitu kali ini ia tidak marah. Saat ini perasaan senang yang membuncah di dada nya tidak bisa ia tahan.
"Ayo! Katanya Kak Daniel nungguin," ajak Terry menarik lengan Steven.
"Hm? Iya iya. ayo kumpul di ruang tengah."
Sesampainya mereka disana, ekspresi Terry langsung berubah. Ia berlari dan menangis menghampiri Daniel. Ya, Daniel Milano Obelia, sosok kakak yang sangat ia hormati.
"Hm?" Daniel sedikit terhuyung ketika Terry tiba-tiba menabrakkan tubuhnya ke dirinya.
"Kak, gue kangen sama lo." Lirih Terry.
Dengan ekspresi bingung, ia segera melepaskan pelukan Terry lalu menyipitkan matanya.
"lo kenapa?" Daniel menatap Terry bingung.
"Biarin gue kaya gini sebentar aja kak." Terry kembali memeluk Daniel dan menangis sejadi-jadinya, meluapkan perasaan rindu yang mendalam serta rasa kesepian yang terlalu lama.
Steven, Ben, dan juga Alyssa menatap satu sama lain. Ben mengangkat bahunya. Sementara Daniel, ia hanya menepuk-nepuk punggung Terry pelan dan membiarkannya menangis.
Setengah jam berlalu, Terry duduk dengan mata yang bengkak. Di sampingnya ada Alyssa yang memberikan es batu yang dibungkus kain untuk meredakan bengkak di matanya.
"Lo kenapa Ri? Hari ini lo aneh." Celetuk Ben yang duduk di samping Alyssa.
"Iya, ngga biasanya lo nangis apalagi bersikap bocah kaya gini." Sahut Steven.
"Lo lagi ada masalah?" Tanya Daniel menatap Terry perhatian.
Terry tersenyum kecil. Sudah lama ia merindukan perhatian kecil seperti ini. "Maaf membuat kalian bingung. Gue abis mimpi buruk, tidak, sangat amat buruk." Alibi Terry.
"Emang mimpi apaan kak?" Tanya Alyssa penasaran.
Terry tersenyum sendu. "Gue kehilangan kalian semua."
Ben menaikkan sebelah alisnya. "Maksudnya?"
"Maksud lo kita-"
Ucapan Steven terpotong karena Ben tiba-tiba berdiri. "kita mati?"
"Yang bener aja kak kalo ngomong." Alyssa memukul lengan Ben dengan kesal.
"Tapi Terry diem tuh, berarti bener kan?"
Daniel memegang pundak Terry. "Itu cuman mimpi. Kita semua disini sekarang, lagipula gue gabakal mati semudah itu." Kata Daniel dengan tegas dan penuh keyakinan.
"Nyatanya lo menyerah dan memilih mati kak." Gumam Terry.
"Ada lagi yang lo khawatirin?" Tanya Daniel yang tidak mendengar gumaman Terry.
Terry menggeleng namun ia teringat sesuatu. Seseorang yang menjadi satu-satunya keluarga disaat ia kehilangan mereka. "Um kak! Dimana Aska?"
Daniel mengernyitkan keningnya. "Aska? Siapa dia?"
Deg
"I-itu pengawal pribadi Alyssa. Anggota tim pasukan Alpha." Jawab Terry dengan jantung yang berdegup kencang.
Daniel beralih menatap Alyssa heran. "Lo punya pengawal dek?"
Alyssa menggelengkan kepalanya. "Gaada kak. Kan udah ada Kak Ben yang selalu nemenin Al."
"Aska siapa Ri?" Tanya Steven ikut penasaran.
"Eh? Kayanya gue masih keinget mimpi itu deh. Gausa kalian pikirin." Terry menggaruk ujung pelipisnya bingung.
"Aneh. Apa benar gue mimpi? Tapi ini terlalu nyata untuk dibilang mimpi." Batin Terry sambil melihat satu per satu keempat Obelia bersaudara.
"Pagi semuanya!!" Seru Kai berjalan masuk sambil membawa beberapa kresek putih berisikan buah dan sayur.
"Dateng juga lo." Ben berdiri menyambut Kai.
Terry yang melihat suara dan wajah Kai, matanya kembali memerah. "Kak, tolong jangan menangis lagi. Mata lo udah ngga tertolong itu." Ucap Alyssa memperhatikan ekspresi Terry.
Terry mengusap kedua matanya dan berusaha tersenyum manis. Biarlah jika memang ini mimpi, Terry tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Hai!" Sapa Terry.
"Hei, mata lo kenapa?" Kai terlihat khawatir melihat wajah Terry.
"Kak Terry abis mimpi buruk kak." Jawab Alyssa.
"Udah, nanti gue ceritain. Lo bawa apaan?" Terry mengambil satu kresek dari tangan Kai.
"Kita hari ini kan mau piknik. Lo lupa?"
Steven menggelengkan kepalanya melihat situasi aneh Terry. "Yuk kita siap-siap. Biar Kak Daniel yang bikin sandwich nya, kita nyiapin tempat."
"Gue bantuin lo kak." Sahut Ben.
"Gue juga," kata Kai.
"Gue bantuin Kak Daniel aja." ucap Terry.
Alyssa terlihat bingung dan menggaruk kepalanya. "Terus gue ngapain?"
"Lo duduk aja dek." Jawab Steven yang diangguki oleh yang lainnya.
Alyssa mendengus kesal. "Ya kali gue diem doang. Gue juga mau ikut bantuin."
"Yauda lo bantu kakak aja potongin buahnya." Kata Daniel membuat mata Alyssa bersinar.
"Siap kak!"
.
.
Hai!
Long time no see ya..
Gatau apa masih ada yang save cerita ini, tiba-tiba keinget draft yang belum aku upload.
Masih ada 1 chapter terakhir, tapi belum aku selesaiin untuk real endingnya💕
Terimakasiii sudah membaca cerita ini🌸✨
- A.W.S
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother
Mystery / Thriller[MAIN STORY END] Alyssa memiliki 3 kakak laki-laki yang sangat posesif. Masing-masing dari mereka memiliki cara untuk melindungi adik bungsunya. Mereka memiliki kisah yang rumit. Semuanya memiliki rahasia yang mereka simpan dan mereka bagikan kepada...
