*Beberapa saat sebelum Alyssa bertemu Ben
Aska berdiri tegak dengan tangan yang saling menggenggam erat. Perasaannya sedari tadi tidak tenang karena melihat Alyssa belum juga kembali dari toilet.
Sebuah tepukan di pundak Aska membuatnya terkejut dan spontan menoleh kepada orang disampingnya.
"Eh tuan Terry? Ada apa?" Aska menundukkan kepala menunjukkan rasa hormatnya.
"Tidak perlu seformal itu."
Aska berdehem pelan lalu tersenyum tipis. "Jadi ada apa k-kak?"
Terry menggeleng. "Gue liat lo daritadi kaya ngga tenang gitu. Ada apa?"
Aska kagum dengan insting Terry yang sangat kuat. "Nona belum juga kembali. Emtah kenapa perasaan saya tidak enak."
Aska dapat melihat Terry sedikit berpikir, detik kemudian Terry menganggukkan kepalanya seolah dia telah mendapatkan jawaban.
"Pergilah menyusul Alyssa! Pastikan dia baik-baik saja." Titah Terry.
Aska menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Baik. Saya pergi dulu."
Setelah itu, Aska langsung berlari menuju arah toilet yang tadi ditunjukkan oleh Alyssa. Sesampainya disana, jantung Aska berdegup kencang karena hanya melihat Naya dan Syifa yang terlihat sedang kebingungan.
Tanpa membuang waktu, Aska segera menghampiri mereka. "Dimana Alyssa?" Tanya Aska langsung to the point.
"Eh? Aska, lo kok disini?" Ucap Naya yang sedikit terkejut ditambah melihat wajah Aska yang tampak panik.
"Alyssa kayanya masih di toilet. Ini kita lagi nunggu dia." Jawab Syifa menyadari sikap Aska yang menunggu jawaban.
"Masuklah ke dalem! Cek satu-satu apa benar Alyssa ada di dalem sana?" Perintah Aska tegas namun dengan raut wajah yang khawatir.
"Maksudnya?" Naya masih terlihat bingung dan belum bisa mencerna situasi yang ada. Berbeda dengan Syifa yang langsung paham dan berlari masuk ke dalam toilet.
Aska menunggu sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling area itu. Menit kemudian, Syifa keluar dengan wajah panik berlari menuju Aska.
"Bagaimana?"
"Alyssa gaada di dalem."
"Idah lo cek semua bilik toilet?" Jantung Aska langsung berdegup kencang.
"Sudah. Semua bilik kosong."
"Haaa.. Gue kecolongan." Gumam Aska benar-benar panik.
"Yasudah. Setelah ini kembali lah terlebih dahulu." Titah Aska setelahnya ia langsung berlari hendak memberitahukannya kepada Daniel.
— Di sisi lain, Daniel dan Steven tengah duduk berdua di pinggir pantai sembari menikmati angin semilir yang berhembus pelan.
"Gue harap ketenangan ini berlangsung lama." Ucap Daniel pelan.
Steven menoleh lalu tersenyum kecil. "Hal ini akan terus terjadi. Gue percaya sama semua keputusan lo, kak."
Daniel tersenyum tipis tanpa berniat menjawab. Detik kemudian, mata Daniel menyipit kala melihat Aska berlari kencang ke arahnya.
"Eh itu Aska kan ya? Ngapain dia lari kaya orang kesetanan gitu?" Celetuk Steven heran.
"Pasti ada yang engga beres," gumam Daniel langsung berdiri.
"Ada apa?" Tanya Daniel datar tepat Aska berada di hadapannya.
"No-nona Alyssa, tuan.. hosh hosh.."
"Atur nafas dulu!" Ucap Steven memegang pundak Aska.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother
Misterio / Suspenso[MAIN STORY END] Alyssa memiliki 3 kakak laki-laki yang sangat posesif. Masing-masing dari mereka memiliki cara untuk melindungi adik bungsunya. Mereka memiliki kisah yang rumit. Semuanya memiliki rahasia yang mereka simpan dan mereka bagikan kepada...
