JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENTNYA YA!❤
***
"Aku hanya menjadikan mereka sebagai pelampiasanku."
"Kau memang pantas menyandang status sebagai player, James!"
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada seorang wanita yang terdiam mendengarkan apa yang mereka bicarakan dan menahan air matanya agar tidak turun layaknya air terjun.
Dan wanita tersebut adalah
Brianca.
***
Brianca menguatkan dirinya dan mengetuk pintu dengan sangat perlahan.
"Masuk!" terdengar suara perintah dari dalam ruangan James. Ia sangat yakin jika itu adalah suara James, karena Brianca memang sangat hapal dengan suara James. Bahkan, dari saat pertama ia bertemu dengan James, ia sudah berusaha untuk menghapalkan suara pria tersebut.
Brianca melangkah masuk dengan ragu-ragu. Sekilas Brianca dapat merasakan jika tubuh James menegang. Mungkin karena ia tidak menyangka Brianca akan datang ke perusahaannya.
"Ada apa? Apa uang yang aku berikan untukmu kurang sehingga kau harus menampilkan wajahmu saat ini? Aku muak." ucap James terang-terangan.
Brianca menelan salivanya, ia merasa jika kerongkongannya sangat kering saat ini.
"Aku kesini hanya mau mengantarkan ini." ucap Brianca dengan sangat pelan sambil menjulurkan handphone yang ada digenggaman tangannya sedari tadi.
"Dari mana kau dapat handphoneku?" tanya James dengan nada tidak suka.
"Dikamarmu." jawab Brianca sambil menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap James.
Brianca berkata jujur. Ia memang mendapatkan handphone James dari kamarnya saat hendak membersihkan kamar James. Ia takut James membutuhkan handphonenya jadi tanpa disuruh Brianca memiliki inisiatif untuk mengantarkan handphone tersebut.
"Aku peringatkan kau! Jangan pernah masuk kedalam kamarku tanpa ku perintahkan!" ucap James dengan nada tinggi lalu ia berdiri dari dudukya.
"Tapi...." baru saja Brianca ingin menjelaskan namun James dengan cepat memotongnya.
"Tidak ada tapi-tapian, bitch!" bentak James dan ia tidak mau mendengarkan penjelasan dari Brianca.
"James! Kau tidak seharusnya berkata kasar padanya. Lagipula, ia berniat baik mengantarkan handphonemu." Liam akhirnya angkat bicara setelah ia merasa jika James sudah sangat keterlaluan.
"Sebaiknya kau pergi dari sini!" ucap James dengan serius dan dengan tatapan yang sangat mematikan.
Brianca sadar jika ucapan yang diucapkan oleh James ditujukan untuknya. Jadi, ia akhirnya memutuskan untuk pulang.
"Aku permisi." ucap Brianca lalu dengan perlahan ia berjalan kearah pintu.
"Tunggu!" ucap Liam ketika Brianca sudah hampir menutup pintu ruangan James.
Brianca menatap Liam dengan tatapan penuh tanda tanya. Pasalnya Liam seperti menatap Brianca dengan tatapan mendambakan, membuat Brianca merasa sedikit takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BASTARD HUSBAND
Romance|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! #HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018) --- Kisa...
