"Mulai sekarang aku akan memanggilmu ...."
"Hmm" dia tampak sedang berpikir.
"Sweety?"
***
Brianca benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran pria disampingnya tersebut. Bagaimana bisa ia dengan santainya berkata kalau ia mau melindungi istri sahabatnya dengan pura-pura menjadi kekasih Brianca?
Apa dia sudah gila?
"Cukup panggil aku Brie/Brianca saja!" ucap Brianca dengan sengaja menekankan nama panggilannya. Ia tidak mau jika pria disampingnya tersebut benar-benar merealisasikan panggilan tersebut.
"Ah, kita sudah sepakat dan mulai sekarang aku akan memanggilmu sweety!"
"Bahkan aku tidak bilang jika aku setuju dengan panggilan yang kau buat!" ucap Brianca dengan nada yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.
Hell! Brianca benar-benar merasa bahwa kesabarannya mulai menipis. Ia tidak tahu kenapa James bisa sabar memiliki sabahat yang aneh seperti Liam.
"Shopping?" tawarnya pada Brianca.
"Tidak. Terima kasih." tolak Brianca. Brianca tidak ingin berlama-lamaan dengan pria aneh disampingnya tersebut. Jadi, tanpa ragu ia menolak ajakan pria tersebut.
"Kalau begitu kita akan ke Queens Center!" ucap Liam sambil memacu kecepatan mobilnya dengan lebih cepat lagi.
"WHAT?! AKU BILANG AKU TIDAK MAU, LIAM!" teriak Brianca kesal.
"Iya, iya. Aku tahu kau mau sweety, tenanglah tidak perlu berteriak seperti itu." Liam berkata sambil mengelus puncak kepala Brianca.
Brianca memegang seatbeltnya dengan sangat kencang. Ia ingin sekali melempar wajah Liam dengan sepatu yang dikenakannya saat ini atau bisa juga dengan botol kaca yang ada dimobil Liam. Entahlah, Brianca merasa ingin melenyapkan Liam saat ini.
Liam ternyata sedang tidak bercanda. Ia benar-benar membawa Brianca ke pusat perbelanjaan. Brianca sangat bingung saat ini, bahkan ia tidak membawa uang yang banyak. Ia cuma membawa uang seadanya saja karena ia pikir ia bakalan langsung pulang setelah mengantarkan handphone milik James. Ah, tidak. Itu alasan yang basi. Sejujurnya Brianca tidak membawa uang karena ia memang tidak memiliki uang yang banyak.
"Apa kau memiliki kebiasaan melamun, sweety?" Brianca kaget melihat pintu mobilnya sudah dibuka dari luar oleh Liam dan ia merasa pipinya memanas karena ketahuan sedang melamun.
"hmm" Liam bergumam dan lagi-lagi Brianca kaget karena ia tidak sadar jika sedang melamun lagi.
Brianca segera keluar dari mobil untuk menghindari kemungkinan ia akan melamun kembali.
Brianca berjalan dengan cepat kearah pintu masuk tempat perbelanjaan tersebut. Bahkan ia tidak mengubris panggilan dari Liam dibelakangnya. Liam menarik tangan Brianca sehingga Brianca memberhentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanya Brianca sambil memiringkan kepalanya.
"Kau berjalan seperti sedang dikejar anjing." ucap Liam sambil menuntun Brianca memasuki pusat perbelanjaan tersebut tanpa melepas gandengan tangan mereka.
Brianca merasa risih sehingga ia berusaha menarik tangannya namun percuma Liam menggenggam tangannya dengan sangat erat.
"Sekarang aku berjalan seperti buronan yang baru saja ditangkap." ucap Brianca sambil menghela nafasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BASTARD HUSBAND
Romansa|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! #HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018) --- Kisa...
