Btw, siapa yang malmingnya dirumah doang?😂😂
***
Brianca tidak tahu keberaniannya muncul darimana. Karena sekarang, ia sedang berjalan kearah James.
James sepertinya tidak menyadari Brianca sedang berjalan kearahnya. Ia terlihat semakin memperdalam ciumannya dengan wanita jalang tersebut.
Sesampainya didepan James, Brianca dapat merasakan jika matanya memanas saat ini.
Kalian tahu? Rasanya begitu sakit jika melihat suamimu berciuman begitu mesranya dengan wanita lain.
Bahkan, Brianca tidak pernah merasakan bibir merah suaminya tersebut menyentuh bibirnya. Pada waktu pernikahannya, James lebih memilih mencium kening Brianca. Mencium dikening dan itupun hanya sekilas.
Brianca menarik tubuh wanita tersebut lalu menampar wanita tersebut sehingga membuat wanita itu tersungkur dilantai.
Brianca melihat kearah tangannya sendiri. Ia tidak menyaka jika ia berani melakukan hal senekat itu. Tapi, kemarahannya menguasai dirinya dan itu tidak bisa dikontrol.
"Apa-apaan ini?" ucap James marah. Ia membelalakan matanya ketika Brianca membalikkan tubuhnya dan pandangan mereka bertemu.
James terlihat begitu shock dengan kehadiran Brianca didalam club tersebut.
"Kau?" ucap James sambil menunjuk Brianca dengan jari telunjuknya. Matanya memancarkan kemarahan yang sangat terlihat dengan jelas.
"Ya! Ini aku, Brianca Rodriguez, istrimu!" ucap Brianca dengan beraninya. Ia sengaja menekan nada bicaranya pada kata Arthur sehingga menegaskan jika ia sudah resmi sebagai istri James dan sudah menyandang gelar keluarga James.
James terlihat semakin marah, ia mengepalkan tangannya dengan kuat.
Wanita yang tadi berdiri dan dengan cepat menjambak rambut Brianca.
"Aw! Lepaskan rambutku, jalang!" teriak Brianca, ia merasa kulit kepalanya sangat sakit dan sudah dapat dipastikan jika ada beberapa rambutnya yang rontok.
Brianca menjulurkan tangannya untuk menggapai rambut wanita tersebut. Setelah dapat, ia melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan wanita tersebut.
"Shit! Jauhkan tangan kotormu itu dari rambutku, bitch!" teriak wanita itu dengan histeris.
"Kau mengataiku bitch? Kau tidak punya kaca dirumah, heh?" teriak Brianca. Ia mulai semakin tersulut emosinya.
Brianca dan wanita itu semakin menggila. Mereka berusaha untuk menjauhkan satu sama lain. Hampir semua yang ada diclub tersebut menghampiri mereka dan menjadikan mereka tontonan. Bahkan ada yang secara terang-terangan merekam kejadian itu.
"HENTIKAN!" teriak James ketika ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
Teriakannya sangat berefek karena dengan seketika bisa menghentikan aksi dua wanita tersebut. Lalu, terdengar langkah dua orang yang mendekat kearah mereka dengan tergesa-gesa.
"Ada apa ini?" tanya Axel yang sepertinya shock melihat kekacauan yang terjadi didalam clubnya tersebut.
"Tanyakan saja dengan wanita gila itu! Dia tiba-tiba datang dan menarikku, sehingga menyebabkan aku tersungkur dilantai!" ucap wanita yang menjadi lawan Brianca sambil menunjuk dan menatap Brianca dengan marah.
Brianca merasa jika kini matanya semakin memanas. Tidak. Bukan hanya matanya melainkan seluruh tubuhnya merasa panas dan berapi saat ini.
"Benar begitu, Brie?" tanya Axel kepada Brianca. Pasalnya Brianca seperti wanita baik-baik dan Axel tidak yakin jika Brianca berani melakukan apa yang diucapkan oleh wanita tadi.
"Ahh!" rintih Brianca ketika James menggenggam tanganny sangat erat seolah ingin meremukkan tangan Brianca.
James menarik Brianca untuk keluar dari club tersebut. Dan Brianca hanya pasrah karena untuk melawanpun rasanya percuma.
Sebelumnya Axel dan Liam sudah berusaha menahan James. Namun, gagal. James berkata jika Brianca adalah istrinya dan ia tidak mengizinkan seorangpun untuk ikut campur didalam masalahnya dengan Brianca kecuali jika merekq mau memutuskan hubungan persahabatan dengan James. Kata-kata itulah yang membuat Liam maupun Axel tidak dapat menahan James.
"Bagaimana ini?" ucap Liam terdengar frustasi.
"Percayalah, James tidak akan melukai seorang wanita." ucap Axel berusaha untuk menenangkan Liam walaupun tidak dipungkiri dirinya sendiripun merasa cukup panik dengan apa yang akan terjadi dengan Brianca, mengingat James terlihat sangat marah tadi.
Brianca merasa seperti diseret oleh James karena James melangkah dengan sangat besar dan cepat. Brianca merasa sangat kewalahan mengikuti langkah James tersebut.
"James, kau melukaiku." ucap Brianca lirih. Namun, James seakan tuli. Ia tidak mengendurkan sedikitpun genggaman tangannya tersebut.
Ketika sudah sampai didepan mobil. James membuka pintu mobil bagian penumpang dengan kasar lalu mendorong tubuh Brianca dengan kasar juga sehingga Brianca merasa ada beberapa bagian tubuhnya yang sakit karena terbentur bagian mobil James yang keras.
James masuk kedalam bagian pengemudi lalu menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Brianca meraih seatbelt lalu memakai dan menggenggam seatbelt tersebut dengan sangat kencang sambil sesekali berkomat-kamit dan mengucapkan doa memohon perlindungan dari Tuhan.
Ketika Brianca turun dari mobil dan menutup pintu mobil tersebut, ia tersentak ketika lagi-lagi James menggenggam tangannya dengan kencang dan membawanya masuk kedalam penthouse milik James.
James mendorong tubuh Brianca sehingga membuat Brianca tersungkur dilantai. Persis dengan apa yang dialami wanita jalang diclub tadi.
"Dengar! Kau tidak berhak untuk menyampaikan ke publik jika kita memiliki hubungan!" teriak James.
Brianca hanya menunduk. Ia tidak berani menatap James karena ia sudah merasa jika air sudah bergenang di matanya dan siap terjun kapan saja.
James mensejajarkan tubuhnya dengan Brianca. Lalu, ia menarik dagu Brianca agar wanita itu mau bertatapan dengannya.
James sedikit tersentak ketika melihat mata wanita dihadapannya sudah tergenang air. Namun, ia dengan cepat mengembalikan ekspresinya menjadi dingin kembali.
"Kau dengar apa yang kuucapkan tadi?" tanya James sambil menatap tajam kearah Brianca.
Brianca menganggukkan kepalanya. Dan memberanikan diri untuk bertanya, "kenapa?" ucap Brianca dengan snagat kecil namun masih cukup jelas untuk didengar oleh James.
"Kau mau tahu kenapa?" tanya James sambil terkekeh.
"Karena aku menganggap jika pernikahan kita hanyalah sebuah settingan belaka! Kau mengerti?" ucap James lalu meninggalkan Brianca begitu saja.
BLAM!
Brianca lagi-lagi tersentak karena James membanting pintu kamarnya.
Brianca ingin berdiri tapi rasanya ia tidak sanggup. Entah keberanian yang muncul dalam dirinya tadi sudah hilang kemana.
Air mata yang ditahannya sedaritadi akhirnya meluncur dengan sangat deras, membanjiri wajah Brianca yang cantik. Ia menangis sambil memeluk lututnya dan menumpukan wajahnya diatas lutusnya itu.
Ia berusaha untuk ngontrol suaranya agar tidak menganggu James. Ia tidak mau James semakin marah dengannya.
Dan lagi,
Ia tidak boleh terlihat lemah didepan James. Benarkan?
***
To be continue.
Kalau kalian jadi Brianca, kira-kira apa yang kalian bakalan lakukan?
😂😂😂
Vote dan comment jangan lupa yaa💗
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BASTARD HUSBAND
Romance|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! #HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018) --- Kisa...
