Brianca masuk kedalam perusahaan James dengan tergesa-gesa. Ia hanya ingin mengingatkan jika James harus makan siang. Karena setelah memperlajari kebiasaan James, Brianca sangat tahu jika pria itu sangat suka melewatkan makan siang.
Namun, langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang wanit yang sedang diseret oleh empat pria berperawakan besar dan memakai pakaian serba hitam.
"Ada apa?" tanya Brianca memberhentikan keempat pria tersebut.
"Wanita ini sudah mengganggu ketenangan tuan, nona." jelas salah satu dari keempat pria tersebut.
"Lepaskan dia." perintah Brianca.
Keempat pria tersebut menurut karena walaupun Brianca memang suka diacuhkan oleh James tetap saja wanita itu adalah istri dari tuannya sehingga membuat mereka menuruti ucapan Brianca.
"Cih, aku tidak memerlukan bantuan dari wanita sepertimu." ucap wanita tersebut. Brianca sedikit kaget karena wanita dihadapannya ini sungguh tidak tahu diri padahal Brianca sudah menolongnya.
"Dengar wanita udik! Aku tahu kau adalah wanita murahan yang sedang mengincar harta Jameskan?" ucap wanita tersebut sambil mendorong tubuh Brianca.
Keempat pria tadi kembali menggenggam tangan wanita tersebut dengan kasar.
Brianca masih diam. Ia tidak mengerti dengan wanita dihadapannya tersebut. Wanita itu seperti memiliki kelainan jiwa.
"Cihh! Lihatlah betapa udiknya penampilanmu! Sungguh tidak menarik, ihh!"
Salah satu dari keempat pria tadi menjambak rambut wanita itu dengan sedikit kasar.
"Jangan pernah menghina majikan kami, wanita gila!"
"Lepaskan rambutku!" berontak wanita tersebut.
"Hah? Apa yang kalian bilang tadi, majikan? Wanita udik ini majikan kalian? Memangnya apa pangkatnya disini?"
"Dia istrinya tuan James." tutur salah satu dari pria tersebut.
Lalu tanpa menunggu lama lagi, keempat pria tersebut kembali menyeret wanita tersebut.
Brianca tidak mau ambil pusing. Ia sudah berusaha berbuat baik tapi wanita itu malah seperti mengibarkan bendera perperangan dengan mereka.
Brianca masuk kedalam ruangan kerja James tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia sudah terbiasa selama satu minggu ini selalu hadir didalam ruang kerja James pada jam makan siang.
Ia sedang berusaha menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yang baik dan bertanggungjawab walau James masih sering mengabaikannya namun pria tersebut tidak sekasar dulu. Itu perkembangan yang baguskan?
James hanya menatap Brianca sekilas lalu ia kembali menatap pekerjaannya. Sepertinya, Brianca kalah menarik dengan pekerjaan James.
"James, kau harus makan!" ucap Brinca ketika ia sudah berdiri tepat dihadapan James.
"James?"
"James?"
"BRIANCA!" bentak James ketika Brianca menutup laptop James.
Brianca segera melangkah mundur. Ia jarus menjaga jarak dengan James saat ini. Ia tahu jika tanduk James sudah keluar saat ini.
"Kau harus makan, James. Ini demi kebaikanmu." ucap Brianca dengan nada yang begitu pelan.
"Aku akan membelikan makanan untukmu, tunggu sebentar." ucap Brianca lalu ia dengan cepat keluar dari ruangan James.
Sebenarnya, ia sedang ingin melarikan diri karena ia tahu jika ia berlama-lama disana sudah dapat dipastikan ia akan mendapat semburan James dengan serangkaian kata-kata yang nan indah.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BASTARD HUSBAND
Romance|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! #HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018) --- Kisa...
