|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK
The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story.
DON'T COPY MY STORY!
#HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018)
---
Kisa...
Brianca membuka matanya ketika ia dapat merasakan silau karena cahaya matahari yang menembus celah-celah gorden yang menutupi ruangannya saat ini. Ia menggerakkan tangannya dan seketika rasa sakit begitu menggerogoti dirinya.
"Arghhh!" rintih Brianca dengan begitu kencang membuat James dan keempat sahabatnya yang sedang tertidur langaung terbangun karena kaget.
"Kau sudah sadar?" tanya James langsung mendekati Brianca. Brianca dapat melihat raut khawatir yang begitu besar diwajah mereka semua.
"Tanganku, s-sungguh, ini sakit." ucap Brianca terbata-bata. Ia hampir saja menangis karena rasa sakit yang begitu terasa ditubuhnya. Ia bahkan bisa merasakan pipinya agak sedikit sulit digerakan, mungkin karena tamparan bertubi-tubi yang ia dapatkan.
"Jangan gerakkan tangan kirimu. Lukamu masih belum kering." perintah James.
Brianca ingat kejadian semalam, saat dimana ia memeluk James dengan begitu eratnya bersamaan dengan peluru yang meluncur kearahnya dan menembus kulitnya.
Brianca menarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan guna untuk menenangkan dirinya. Ia juga mengikuti perintah James untuk tidak menggerakan tangan kirinya.
Brianca memperhatikan satu per satu wajah pria dihadapannya. Wajah mereka semua terlihat begitu kacau, bahkan Brianca bisa melihat ada luka dihidung Liam. Namun, walau begitu, mereka tetap saja terlihat tampan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dari mana kau dapatkan luka itu, Liam?" tanya Brianca sambil menjulurkan tangannya. Liam yang merasa terpanggilpun menundukkan kepalanya agar Brianca dapat menyentuh hidungnya yang terluka.
Melihat adegan tersebut membuat James berdengus kesal. Ia memilih untuk keluar dari ruangan tersebut daripada harus melihat adegan drama dihadapannya.
Liam terkekeh ketika meliht James yang terlihat kesal.
"Kau lihat, suamimu itu sepertinya sedang cemburu." ucap Liam, ia tidak menjawab pertanyaan Brianca.
Axel memukul kepala Liam. Ia tidak habis pikir kenapa Liam suka sekali membuat James kesal.
"Ish! Kenapa kau memukul kepalaku?" ucap Liam dengan kesal.
"Berhenti membuat James kesal! Kau melakukannya sejak semalam." ucap Axel yang juga ikutan kesal karena Liam.
"Biar saja, biar dia semakin cepat menyadari jika Brianca adalah wanita yang berharga dan sudah seharusnya ia memperlakukan Brianca layaknya istri pada umumnya." ucap Liam.
"Li, biarkan saja dia sadar dengan sendirinya, aku tidak ingin memaksanya." ucap Brianca.
Ia memang sedang berusaha membuat James sadar akan kehadirannya namun ia tidak akan memaksa pria itu, jika memang pria itu belum siap untuk menerimanya. Brianca tahu, semuanya butuh proses dan Brianca akan sabar untuk itu.