Chapter 14.2 - MBH - Flashback

31.9K 1.1K 11
                                        

Flashback still mode on 🎬

Rose semakin membaik keadaannya setelah menjalankan satu minggu perawatan intensive, jadi pada hari kedelapan ia sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit.

Brianca sangat senang mengetahui jika Rose sudah diizinkan pulang. Sampai-sampai, ia izin dari tempat kerjanya hanya untuk menemani Rose seharian.

"Mom, aku sangat senang kau sudah diizinkan pulang." ucap Brianca sambil memeluk Rose dengan erat. Ia semakin dekat dengan Rose.

"Terimakasih, sayang! Ini semua juga berkat kehadiranmu yang semakin memberiku semangat." ucap Rose sambil membingkai wajah Brianca dengan kedua tangannya.

Brianca benar-benar salut dengan Rose. Ia bahkan terlihat sangat tegar padahal ia sedang melawan penyakit yang sangat berbahaya.

"Bagaimana denganku?" protes Mr. Redriguez ketika mendengarkan ucapan istrinya.

"Ais! Kau cemburu dengan anakmu sendiri, heh?" ucap Rose sambil menatap Jones dengan tajam.

Brianca terkekeh melihat tingkah mereka berdua yang menurutnya sangat mesra. Walaupun Rose menatap Jones dengan tajam, tapi Brianca tahu jika tatapan itu hanyalah main-main karena sangat tersirat jelas rasa sayang yang begitu besar dari Rose untuk Jones, begitupun sebaliknya.

"Kau tahu, aku sangat menyanyangimu, jadi berusalah untuk sembuh, sayang! Kau pasti bisa mengalahkan penyakit sialan itu." ucap Jones mengebu-gebu lalu ia memeluk Rose dan memberikan kecupan di bibir Rose.

"Ouhhh! Rasanya udara disini berubah menjadi sangat panas. Bagaimana jika aku menunggu diluar?" ucap Brianca lalu ia dengan cepat keluar dari ruangan tersebut.

Rose dan Jones tertawa dengan sangat lepas melihat tingkah anak angkat mereka tersebut.

***

Ini hari kedua Brianca menginap dirumah Rose. Kemarin, saat mengantar Rose pulang, ia mampir sebentar dan mengobrol dengan Rose panjang lebar seperti biasanya.

Namun, pada saat Brianca ingin pulang, Rose meminta Brianca untuk menginap. Rose sangat pintar merubah ekspresinya, ia menampilkan ekspresi sangat memelas ketika meminta Brianca untuk menginap. Jadi, Brianca dengn pasrah mengiyakan kemauan Rose karena tidak tega melihat ekspresi memelasnya tersebut.

Brianca hampir saja memasuki ruangan makan ketika ia mendengar suara ribut dari dalam. Brianca memperlambat langkahnya ketika dia sudah berada tidak terlalu jauh dengan pintu yang menghubungkan ruang keluarga dengan ruang makan.

Ia hendak membuka pintu tersebut. Namun, ia membatalkan niatnya ketika merasa tidak ingin menganggu pembicaraan antara Rose dan juga Jones. Jadi, Brianca memutuskan untuk mendengarkan dari balik pintu.

Tidak. Ia tidak bermaksud untuk nguping. Hanya saja, suara Rose dan juga Jones sangat besar, membuat Brianca sangat penasaran jadi Brianca memutuskan untuk mendengarkan secara diam-diam. Walaupun Brianca tahu apa yang dilakukannya salah. Tapi, tetap saja ia menempelkan telinganya ke pintu dan mendengarkan pembicaraan keduanya.

"Anakmu itu selalu saja berbuat ulah!" terdengar Jones berbicara.

"Anakku? Heh? Dia juga anakmu, Jones." ucap Rose terdengar marah.

MY BASTARD HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang