Chapter 16.2 - MBH

38.8K 1.3K 43
                                        

James sampai dirumah pada saat jam sudah menunjukkan tengah malam. Saat James turun dari mobil, ia dapat melihat Rose dan juga Jones yang sudah menunggunya di teras rumah.

James mengusap wajahnya dengan gusar lalu berjalan kearah mereka.

"James!" panggil Rose dengan nada tinggi.

"What's up, Mom?" ucap James begitu santainya. Sebenarnya, ia panik hanya saja ia tidak ingin menunjukkannya didepan kedua orangtuanya.

"Kau ini! Kenapa kau menuruni sifat daddymu, sih?" ucap Rose dengan kesal.

"Itu tandanya aku anak kandung kalian, Mom." balas James.

Bugh!

"Aargh!" rintih James ketika mendapatkan pukulan dari Jones.

"Kenapa kau memukulku, Dad?" tanya James, ia memegangi pipi kirinya yang sakit dan mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan dari Jones.

Jones tidak menjawab pertanyaan James, ia bahkan meninggalkan James dan Rose begitu saja. Tapi, James tahu kalau Daddynya itu sedang marah besar.

"James! Sebenarnya apa yang ada diotakmu itu? Kenapa kau malah tidur dengan wanita lain sedangkan istrimu sendiri kau anggurin?!" ucap Rose dengan nada tinggi.

"Hmm, entahlah," jawab James sambil mengedikkan bahunya.

"Ucapanmu tidak menjawab pertanyaanku, James! Menyebalkan!" ucap Rose semakin meninggikan nada suaranya.

"Sebenarnya apa kurangnya Brianca? Apa dia tidak pintar memuaskanmu diranjang? Kalau begitu aku akan menyuruhnya menonton banyak film atau perlu aku meminta orang untuk mengajarinya secara private?"

"Lakukan saja apa yang terbaik, Mom." jawab James lalu ia masuk kedalam disusul oleh Rose dibelakangnya.

"Aku hanya bercanda, anak gila!" ucap Rose lagi.

"Aku takut malah kau yang dipanggil duluan sebelum aku karena terkena penyakit kelamin!" teriak Rose frustasi.

James memberhentikan langkahnya. Ia berjalan mendekati Rose lalu mencium pipi Rose dan memeluk Rose dengan manja.

"I love you, Mom! Bye." ucap James.

***

James masuk kedalam kamarnya dan mendapati Brianca yang tertidur dengan damainya. James melangkahkan kaki dengan sangat hati-hati, ia tidak ingin membangunkan Brianca.

Ketika jaraknya sudah berada sangat dekat dengan Brianca. Ia memperhatikan setiap inchi wajah Brianca.

"Andai saja, kau bukan wanita kecil itu, mungkin saat ini aku tidak masalah belajar untuk membuka hati padamu. Sayangnya, kau wanita itu. Wanita yang ...." James merasa lidahnya sangat keluh. Ia tidak sanggup mengingat kenangan buruk itu.

James menggenggam tangannya dengan erat. Ia berusaha menahan gejolak emosi dakam dirinya.

James berjalan menjauhi Brianca dan memilih tidur di sofa yang ada dikamar tersebut.

***

Brianca merenggangkan tubuhnya dan menguap sejadi-jadinya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali sampai ia sadar bahwa ia memang sudah berada dirumah barunya.

Dari tempatnya saat ini, Brianca dapat melihat dengan jelas James yang sedang tertidur. Brianca bangun, dan berjalan mendekati James.

MY BASTARD HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang